World AIDS Day

POSTER WAD KIRIM

Mengapa tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia? Perayaan ini ternyata digagas oleh World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap AIDS yang jumlah kasusnya makin meningkat. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV yang menyerang sel darah putih sehingga kekebalan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menurun drastis.

Sedikit sejarah tentang HIV/AIDS, penyakit tersebut mulai dikenal pada tahun 1981 di Afrika dan dipublikasikan oleh Amerika Serikat bahwa terdapat suatu penyakit baru yang berasal dari kaum gay (penyuka sesama jenis). Akibat keganasan wabah ini maka tak jarang orang-orang sering berpandangan miring dengan ODHA. Banyak orang beranggapan bahwa dekat dengan ODHA dapat dengan mudah tertular penyakit sehingga banyak yang menjauhi ODHA. Berbagai isu dan mitos beredar di masyarakat dan masih sedikit yang mengetahui terkait kebenaran faktanya. Berikut ada beberapa informasi yang perlu diketahui untuk menghilangkan cap diskriminasi pada ODHA, karena ODHA juga manusia yang butuh perawatan dan dukungan yang layak seperti orang sakit pada umumnya.

No Mitos Fakta
1 HIV dapat menular melalui penggunaan alat makan bersama? Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan melalui penggunaan alat makan secara bersama
2 HIV dapat ditularkan melalui jabat tangan? HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi hanya karena Anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet bersama, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang mengidap AIDS.
3 HIV hanya menjangkiti kelompok homoseksual atau pengguna narkoba saja? Tidak. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman, penggunaan alat suntik bersama, menerima transfusi darah yang terinfeksi, dan penularana dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi selama masa kehamilan atau proses persalinan.
4 Kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena HIV hanya dengan melihat dari penampilannya?. Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang HIV positif hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang sudah terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virusnya. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui orang tersebut terinfeksi HIV atau tidak.
5 Minum antibiotik sebelum melakukan hubungan seks dapat mencegah terkena infeksi menular seksual (IMS). Antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi, bukan untuk pencegahan. Pencegahan IMS hanya dapat dilakukan dengan penggunaan kondom secara konsisten dan benar ketika melakukan seks berisiko. Satu hal lagi, IMS merupakan pintu masuk virus HIV untuk masuk ke dalam tubuh manusia
6 Anak dari ibu yang terinfeksi HIV pasti juga positif HIV. Kemungkinan penularan dari ibu ke anak menurut penelitian adalah 25% – 40% (bukan 100%). Tapi dengan adanya program PMTCT (Prevention Mother to Child Transmission), maka kemungkinan penularan bisa ditekan hingga di bawah 2%.
7 Terapi antiretroviral dapat mencegah penularan HIV. Terapi antiretroviral tidal dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun virusnya masih tetap ada dalam tubuh dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan, atau melalui ibu ke bayinya.
8 Terkena HIV sama dengan terkena AIDS? Tidak benar. HIV berbeda dengan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Seseorang dapat terkena HIV selama bertahun-tahun tanpa AIDS. AIDS merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat menurunnya kekebalan tubuh karena HIV. Pada kondisi ini, sudah dapat ditemukan berbagai infeksi oportunistik (infeksi yang muncul akibat kondisi akibat penurunan kekebalan tubuh akibat HIV), seperti contohnya TBC. 

 

Penemuan terbaru tentang HIV/AIDS

Hal ini diutarakan oleh Timothy Henrich seorang dokter dari Harvard Medical School, di Amerika menyebutkan bahwa 2 pasiennya yang menderita AIDS ternyata sembuh setelah mendapat terapi stem cell untuk penyakit kanker kelenjar getah bening (lymphoma) yang diderita mereka. Kedua pasien yang secara rutin harus mengkonsumsi obat anti-HIV, setelah mendapat terapi stem cell berhenti  mengkonsumsi obat anti-HIV selama 15 minggu dan setelah diperiksa, ternyata tidak ditemukannya virus HIV lagi di dalam tubuh mereka. Namun kekurangannya adalah biaya yang perlukan untuk penyakit ini sangat mahal, dan Indonesia sendiri terapi ini belum banyak diketahui dan di kembangkan

 

Sumber:

  • com
  • com
  • liputan6.com

Oleh : YA

Tinggalkan komentar