Home » Artikel » World Blood Donor Day, Ketika Sekantong Darah Sangat Berarti

World Blood Donor Day, Ketika Sekantong Darah Sangat Berarti

 

World Blood Donor Day yang diperingati pada tanggal 14 Juni memang tak banyak orang yang tau. Hari ini dinyatakan sebagai Hari Donor Darah Sedunia sejak tahun 2005 lalu. Alasan dipilihnya tanggal tersebut dikarenakan tanggal 14 Juni merupakan hari kelahiran Karl Landsteiner, seorang tokoh pemenang Nobel yang menemukan sistem golongan darah ABO.

 

Donor darah merupakan salah satu kegiatan sosial, dimana dapat membantu orang yang membutuhkan tranfusi darah. Sayangnya kegiatan donor darah yang kerap dilakukan oleh beberapa instansi kesehatan terkait belum bisa menarik minat masyarakat untuk menyumbangkan darahnya. Berbagai alasan menjadi latar belakang sebagian orang takut atau bahkan enggan untuk mendonorkan darahnya. Berbagai mitos dan spekulasi di masyarakat terkadang membuat banyak orang mengurungkan niat untuk melakukan kegiatan sosial berupa donor darah ini.

 

Terlepas dari mitos yang berkembang di masyarakat, ada pula sebagian orang yang siap atau bahkan dengan rutin melakukan kegiatan sosial donor darah ini. Ketidaktahuan masyarakat mengenai manfaat dari donor darah ataupun spekulasi antara mitos dan fakta yang terjadi di masyarakat menjadi salah satu akar permasalahan untuk mau tidaknya seseorang melakukan donor darah.

 

Mengenai mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat kerap kali menjadi topik yang menarik untuk dibahas diberbagai media. Ketidaktahuan dan keingintahuan masyarakat yang kadang kali tidak terjawab oleh pihak yang terkait, khususnya orang-orang yang bekerja di dunia kesehatan membuat mereka enggan untuk melakukan hal yang berkaitan dengan mitos yang berkembang. Berikut mitos dan fakta yang berkembang dimasyarakat mengenai donor darah :

  1. Donor darah secara teratur dapat menyebabkan obesitas (kegemukan)

Obesitas kerap kali menjadi alasan seseorang untuk tidak ingin mendonorkan darahnya karena takut tubuh melar. Ini merupakan suatu mitos. Mendonorkan darah tidak ada kaitannya dengan obesitas ataupun penambahan berat badan. Adanya mitos tersebut dikarenakan setelah seseorang mendonorkan darahnya tidak menutup kemungkinan adanya penambahan nafsu makan. Namun, dengan tetap bijak dalam mengontrol nafsu makan sehingga berat badan tidak melonjak naik.

  1. Donor darah dapat menurunkan kekebalan tubuh

Pernyataan ini merupakan suatu mitos. Kekebalan tubuh tidak dipengaruhi oleh aktivitas donor darah yang kita lakukan.

  1. Sering mendonorkan darah membuat tubuh kekurangan zat besi

Setelah melakukan donor darah dalam waktu 24-48 jam, tubuh akan memproduksi lagi sel darah merah yang kaya akan zat besi. Selain itu juga setelah melakukan donor darah, pendonor akan diberikan beberapa tablet besi, sehingga pernyataan sering mendonorkan darah membuat tubuh kekurangan zat besi adalah mitos.

  1. Sering donor darah bisa membuat tekanan darah rendah

Pernyataan ini merupakan sebuah mitos. Pasca melakukan donor darah beberapa orang akan merasakan pusing, lemah, ataupun mual. Hal ini terjadi karena adanya reaksi di dalam tubuh, dimana tekanan darah turun mendadak pasca donor darah. Dibutuhkan satu atau dua hari untuk mengisi volume cairan dalam tubuh dan tiga bulan untuk regenerasi sel darah merah, sehingga dalam satu tahun, seseorang tidak boleh lebih dari empat kali ataupun maksimal tiga bulan sekali untuk melakukan donor darah.

  1. Wanita yang sedang haid tidak boleh mendonorkan darah

Ini adalah sebuah fakta. Sebelum melakukan donor darah, petugas kesehatan akan menanyakan khusus untuk perempuan, kapan terakhir haid dan sekarang haid ataupun tidak. Hal tersebut dikarenakan pada saat wanita sedang haid, kadar zat besi di dalam tubuh menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang haid. Jadi, jika dipaksakan untuk mendonor darah akan bisa terjadi anemia.

 

Nah, dengan kita tau bahwa rumor yang berkembang dimasyarakat mitos atau fakta kita bisa memutuskan untuk melakukan donor darah atau tidak. Perlu diketahui juga bahwa prosedur dalam melakukan donor darah tidaklah rumit. Petugas kesehatan yang bertugas akan memeriksa keadaan tubuh apakah bisa melakukan donor darah ataupun tidak memenuhi syarat. Jadi, jangan takut untuk berbagi kepada sesama. Karena sekantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan hidup mereka yang sangat membutuhkan.

@RahayuWinda

 

Sumber:

http://mediskus.com/kb/donor-darah.html

http://www.apotek-k24.com/post/212/Mitos-dan-Fakta-Donor-Darah

WBDD

Tinggalkan komentar