Gout, Kenali dan Waspadai!
Denpasar – InjeksiOnline.com. Penyakit gout sering kali kita kenal dengan sebutan penyakit asam urat. Penyakit ini memiliki tanda-tanda yang mirip dengan penyakit arhritis, yaitu nyeri sendi. Nyeri ini terutama dirasakan pada bagian jempol kaki, dan akan terus merambat pada persendian kaki. Gout diakibatkan oleh adanya gangguan metabolisme pada purin. Gangguan ini menyebabkan penimbunan sodium urat di dalam dan di antara persendian.
Faktor –faktor yang berperan dalam perkembangan gout berkaitan erat dengan faktor-faktor yang dapat menyebabkan hiperurisemia. Hiperurisemia adalah tingginya kadar asam urat di dalam darah. Hal ini menyebabkan tinggi pula jumlah kristal asam urat yang terkumpul di dalam sendi. Faktor-faktor yang berperan dalam proses ini adalah diet tinggi protein, minuman alkohol, dan sejumlah obat-obat tertentu yang dapat menghambat ekskresi asam urat oleh ginjal. Faktor genetik seperti gangguan metabolisme asam urat serta obesitas diperkirakan turut berperan dalam proses ini.
Manifestasi serangan berupa nyeri akut yang hebat pada sendi, merah, bengkak, panas, terbatasnya gerak, dan mencapai puncaknya dalam waktu kurang dari 24 jam. Kadang pasien sampai terbangun malam hari akibat nyerinya. Lebih dari 80% pada serangan pertama melibatkan hanya satu sendi, terutama pada anggota gerak bawah (ibu jari kaki, disebut podagra), lutut, dan sendi lain. Nyeri dapat pula terasa pada lebih dari satu sendi, dapat pula terjadi peradangan cairan sendi, kapsul sendi (tenosynovitis), jari-jari (dactylitis), atau selulitis. Hampir pada semua kasus, lokasi artritis terutama pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral. Gejala gout dapat diawali dengan demam, kemudian keluhan membaik, dan disusul masa tanpa keluhan yang mungkin berlanjut dengan nyeri sendi kronis.
Tindakan yang dapat dilakukan untuk mecegah gout adalah menghindari makanan yang mengandung purin tinggi. Makanan yang mengandung purin dan protein yang tinggi dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko terkena gout. Sementara itu, menurunkan kadar asam urat dalam darah dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein nabati, seperti susu, keju, dan telur. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg BB/hari. Tindakan yang dianjurkan adalah menghindari minuman berakohol; mengkonsumsi air putih sebanyak 2,5 liter per hari; melakukan olah raga secara rutin; menghindari makanan siap saji; dan menerapkan pola makan sehat. (Echa, Ndre) edited by @yudofandhie
Varicella, Si Cacar Air
Denpasar – InjeksiOnline.com. Varicella merupakan salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak yang berusia kurang dari 10 tahun. Penyakit dengan nama lain cacar air ini disebabkan oleh infeksi primer dari virus Varicella zoster. Setelah sembuh, virus ini tidak pernah benar-benar menghilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya akan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular. Penyakit herpes zoster hanya terjadi sekali seumur hidup dengan predileksi usia di atas 60 tahun.
Manifestasi klinis varicella dimulai dari gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri kepala. Gejala ini kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papula eritematosa. Dalam waktu beberapa jam papula ini berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta. Penyebarannya terutama di daerah badan, kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran nafas bagian atas. Pada infeksi sekunder, akan terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy regional). Penyakit ini juga biasanya disertai rasa gatal.
Perjalanan penyakit ini dibagi dalam 2 stadium, yaitu stadium prodromal dan stadium erupsi. Stadium prodromal ditandai dengan gejala demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, sakit kepala, anoreksia, rasa berat pada punggung, dan kadang-kadang disertai batuk kering. 24 jam kemudian, akan terlihat eritema pada kulit pasien dengan bentuk scarlatinaform atau morbiliform. Stadium erupsi dimulai saat eritema dengan cepat berubah menjadi macula kecil (dalam beberapa jam), kemudian papula yang kemerahan, lalu menjadi vesikel. Vesikel ini biasanya kecil; berisi cairan jernih; nonumbilicated dengan dasar eritema; mudah pecah, yang jika mengering membentuk krusta. Bentuk vesikel ini sangat khas dan lebih dikenal dengan istilah ‘tear drops’.
Penatalaksanaan varicella secara umum adalah dengan memberikan obat antivirus seperti asiklovir. Tujuannya adalah untuk mengurangi keparahan dan mengurangi lamanya waktu untuk penyembuhan. Pasien dapat diberikan obat antipiretik untuk menurunkan demam, dan lotion atau bedak yang dapat mengurangi rasa gatal.
Pencegahan varicella dapat dilakukan dengan vaksinasi. Jika seseorang mendapatkan vaksinasi varicella, ia tidak akan terkena varicella. Kalaupun terkena, manifestasi klinis yang muncul biasanya sangat ringan. Vaksinasi varicella ini biasanya diberikan kepada anak-anak yang belum pernah menderita varicella. Mereka harus mendapat dua dosis vaksin yaitu pada usia 12-15 tahun untuk dosis pertama, dan usia 4-6 tahun untuk dosis kedua. Anak-anak yang berusia diatas 13 tahun, belum pernah menderita varicella atau mendapat vaksin varicella, harus mendapat dosis minimal dalam jarak waktu 4-8 minggu. Vaksinasi cacar air tidak dapat diberikan kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap gelatin/agar-agar, antibiotik neomycin, atau penolakan terhadap vaksin varicella sebelumnya. Orang yang sedang sakit ringan atau parah saat jadwal penyuntikan, harus menunggu sampai sembuh sebelum mendapatkan vaksinasi varicella. Wanita hamil atau menyusui tidak diindikasikan karena dapat menyebabkan terjadinya varicella kongenital pada bayi. Sementara itu, orang yang baru menjalani transfusi darah harus berkonsultasi dengan dokter kapan mereka boleh mendapatkan vaksinasi varicella. (Echa, Ndre) edited by @yudofandhie
Travel Medicine : Gambaran Conventional Arthrography dan CT Arthrography pada Peselancar dengan Anterior Cruciate Ligament (ACL) Sprain
ACL sprain merupakan keadaan dimana terjadi robekan ACL baik sebagian atau lengkap. MRI merupakan pemeriksaan yang spesifik dalam mendiagnosis adanya ACL sprain. Namun, ketersediannya masih terbatas. Adanya ACL sprain dapat dideteksi secara tidak langsung dengan radiografi konvensional, x-ray arthrography. Kecurigaan terhadap adanya ACL sprain dapat dilihat melalui segond fracture, osteochondral impaction fracture, dan adanya haemarthrosis. Segond fracture dihubungkan dengan robekan ACL dan trauma pada medial meniscus, lateral capsular ligament, seperti trauma pada struktur di belakang lutut. Deep notch sign dan long notch sign yang terdapat pada osteochondral impaction fracture juga dihubungkan dengan robekan pada ACL. Haemarthrosis sangat sering terjadi pada robekan ACL dan terlihat sebagai peningkatan opacity pada suprapatelar dan infrapatelar. Selain itu, gambaran ACL sprain yang dapat dilihat pada CT Arthrography berupa robekan vertikal sepanjang medial meniscus dan adanya kontras yang meluas sepanjang lutut.
Pembimbing : dr. Firman P Sitanggang, Sp.Rad (K)RI
Paper lengkap bisa diunduh disini
Rinitis Alergi
Denpasar – InjeksiOnline.com. Apakah anda sering bersin-bersin di pagi hari dan disertai pilek? Anehnya menjelang siang hari, gejala tersebut akan menghilang perlahan, dan yang menjengkelkan gejala tersebut berulang kali terjadi. Nah, terdapat kemungkinan anda menderita rinitis alergi. Penyakit ini memang sangat sering terjadi di masyarakat. Bagi yang belum mengetahuinya secara jelas, yuk kita bahas bersama-sama.
Rinitis alergi merupakan gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah pajanan allergen (penyebab alergi) melalui inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen tersebut pada mukosa hidung. Rinitis alergi ini ditandai dengan hidung yang berair (runny nose) yang disebabkan oleh suatu proses alergi. Alergi merupakan suatu sifat bawaan pada manusia dan juga sebagian diketahui adanya peran genetik.
Tanda dan gejala rinitis alergi sangat beragam mulai dari hidung, mata bahkan sampai ke telinga dan tenggorokan. Gejala dan tanda pada hidung seperti hidung mengeluarkan air/ingus (rinore), hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal pada hidung, berkurangnya indera penciuman, Gejala dan tanda pada mata seperti gatal pada mata, mata kemerahan, bengkak dan berwarna biru kegelapan pada kulit di bawah mata yang disebut dengan istilah allergic shiners. Gejala dan tanda pada telinga dan tenggorokan seperti nyeri tenggorokan, suara serak, gatal pada tenggorokan atau telinga dab bengkak pada telinga. Pada rinitis alergi, terdapat pula istilah allergic salute yaitu perilaku anak yang suka menggosok-gosok hidungnya akibat rasa gatal dan allergic crease yaitu tanda garis melintang di dorsum nasi pada 1/3 bagian bawah akibat kebiasaan menggosok hidung.
Tanda dan gejala di atas seringkali timbul pada saat bangun pagi hari, tetapi bisa juga terjadi sepanjang hari. Hal ini dapat menyebabkan penderita sulit konsentrasi, sakit kepala, gangguan tidur, emosi dan membuang ingus berkali-kali sehingga menurunkan produktivitas pada pekerjaan. Seringkali tanda dan gejala tersebut dipicu oleh beberapa hal seperti: kutu tungau, debu rumah, serbuk sari dari tanaman atau bunga, bulu binatang peliharaan, serangga dan jamur. Bisa juga berupa berupa makanan: susu sapi, telur, kacang-kacangan, ikan, kerang, seledri, apel serta peach. Alergen lainnya: lateks, formaldehid, asap kendaraan bermotor, dan asap rokok.
Untuk terapi, yang terpenting adalah sedapat mungkin mengenali faktor pemicu dan menghindarinya. Pengobatan rinitis lini pertama adalah dengan menggunakan steroid semprot hidung (nasal steroid), kemudian ada beberapa obat lainnya yang dapat diberikan seperti antihistamin, dekongestan, larutan salin dan sodium kromoglikat tergantung tingkat keparahan dari gejala yang terjadi pada pasien. (Amiik) edited by @yudofandhie
VAKSINASI KANKER SERVIKS
Denpasar – InjeksiOnline.com. Kanker serviks disebut sebagai pembunuh wanita nomor satu di dunia. Menurut WHO, tiap tahun di seluruh dunia 490.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks (80% terjadi di negara berkembang) dan 240.000 diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia, ditemukan 41 kasus baru setiap hari dan 20 diantaranya meninggal dunia.
Kanker serviks ini disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus (HPV). Dimana virus tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks. Faktor yang dianggap sebagai pendukung terjadinya kanker serviks, antara lain multiparitas, merokok, kontrasepsi hormonal, penyakit hubungan seksual, dan faktor nutrisi. Cara penularan virus HPV adalah melalui hubungan seksual. Namun saat ini di negara maju, kanker serviks sudah mengalami penurunan berkat program deteksi dini melalui pap smear.
Selama ini dalam dunia medis, vaksinasi dianggap cara yang paling efektif untuk mencegah inkubasi virus di dalam tubuh manusia, termasuk human papilloma virus (HPV). Di dalam tubuh, vaksinasi yang diberikan melalui suntikan ini akan membentuk sistem kekebalan tubuh dan pertahanan terhadap masuknya virus HPV ke dalam leher rahim. Dengan demikian, virus HPV tidak akan bisa masuk apalagi tumbuh di dalam tubuh. Vaksinasi HPV akan diberikan pada perempuan usia 12-14 tahun, melalui suntikan sebanyak tiga kali berturut-turut di bagian lengan setiap dua bulan sekali dan dilakukan pengulangan satu kali lagi pada sepuluh tahun kemudian. Kemudahan dalam hal pemberian vaksin dan tingginya angka keberhasilan menjadi keunggulan pencegahan metode ini.
Sayangnya pencegahan melalui vaksinasi ini memiliki kelemahan dari segi biaya karena relatif mahal karena teknologi rekombinan yang digunakan untuk memproduksi vaksin adalah teknologi biologi molekuler yang masih sangat mahal. Namun, pemerintah sedang terus berupaya untuk menekan harga vaksin. Vaksin HPV dapat bekerja secara efektif di dalam tubuh perempuan di semua umur, dengan catatan perempuan tersebut belum pernah terekspos atau terinfeksi oleh HPV. Vaksinasi dilakukan pada bulan 1 dan bulan ke 6. Wanita hamil dan menyusui tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini.
Jika anda ingin mendapatkan vaksin ini, tentunya anda bisa melakukan vaksinasi di dokter kandungan, dokter anak dan juga bisa di dokter umum. Tentunya perlu diingat bahwa vaksinasi hanya untuk pencegahan dan bukan untuk pengobatan. Nah, bagi para wanita yang belum melakukan vaksinasi, yuk segera vaksinasi. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. (Amiik) edited by @yudofandhie
Workshop Kawasan Tanpa Rokok (KTR) : Langkah Menuju Penerapan KTR di Lingkungan Udayana
Kegiatan Workshop Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan kegiatan terobosan baru dari Komunitas Mahasiswa Peduli Bahaya Tembakau (KMPT) Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kegiatan yang diketuai oleh A. A. Gede Bagus Paramamsa Putra tersebut dilaksanakan di Gedung PS IKM FK Unud pada Jumat, 25 Februari 2012 dengan tema “Save Our Campus, Let’s Get the Action For Area without Tobacco”.
Kegiatan yang dilatarbelakangi dengan disahkannya perda KTR oleh DPRD Provinsi Bali pada tahun 2011 ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti di lingkungan kampus Universitas Udayana. Peserta yang diundang pun merupakan 2-3 orang perwakilan pengurus BEM/SENAT Mahasiswa dari 12 Fakultas yang ada di Universitas Udayana. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan dalam Workshop ini berupa seminar dan perumusan draft keputusan.
Seminar yang dilaksanakan adalah pemberian materi untuk menambah informasi bagi peserta dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam perumusan draft. Seminar ini diisi oleh tiga pembicara. Pembicara pertama dengan materi Perlindungan Remaja Terhadap Bahaya Tembakau yang disampaikan oleh Ir. Titik dari Lembaga Perlindungan Anak. Setelah itu, materi kedua oleh Made Kerta Duana, S.K.M. yang merupakan Dosen Program Studi IKM, seorang yang berperan penting dalam mendesak disahkannya perda KTR dengan materi Kondisi Perokok Saat Ini. Kemudian yang terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, yaitu dr. Ary Rosita dengan materi Penerapan Kawasan Tanpa Rokok. Peserta terlihat sangat antusias mendengarkan tiap materi yang disampaikan karena pada setiap sesi banyak peserta yang bertanya kepada pemberi materi.
Setelah melakukan seminar, kegiatan dilanjutkan dengan perumusan draft keputusan. Dari panitia pelaksana sendiri telah menyiapkan draft yang sebelumnya telah dibagikan. Perumusan ini dipimpin oleh seorang moderator, yakni Made Kerta Duana, S.K.M. dengan suasana kekeluargaan. Dari seluruh peserta yang hadir, semua setuju akan penerapan KTR di Universitas Udayana. Draft yang telah disusun kemudian diperbaiki bersama-sama dan hasil perbaikan tersebut akan disampaikan pada pra Musma BEM-PM Universitas Udayana. Setelah lolos pra musma, draft tersebut dibawa ke dalam Musma BEM-PM yang merupakan keputusan tertinggi yang tidak dapat digangu gugat oleh rektorat.
Kegiatan yang baru dilaksanakan ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dengan adanya penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Universitas Udayana, keberadaan perokok pasif dapat terlindungi di dalam lingkungan kampus karena batas KTR adalah sampai pagar terluar lingkungan kampus Universitas Udayana.
Oleh : Panitia Pelaksana Workshop KTR (PWK)
Penyerahan piagam penghargaan kepada pembicara oleh ketua panitia
Suasana saat seminar KTR
Travel Medicine, a Solution for a Safe Travelling
Semakin canggihnya alat transportasi dan komunikasi serta teknologi dewasa ini menyebabkan dunia seakan tanpa batas. Pada era globalisasi seperti sekarang ini tidaklah mengherankan jika seseorang yang awalnya sedang berada di London dalam hitungan jam sudah berada di Bali untuk berwisata. Walaupun di satu sisi keadaan ini memiliki dampak positif, di sisi lain situasi ini juga memberikan dampak negatif, yakni makin mudahnya suatu sumber penyakit berpindah dari satu negara ke negara lain. Adanya kesadaran akan masalah-masalah kesehatan yang mungkin timbul berkenaan dengan perjalanan atau wisata kemudian memunculkan suatu solusi, yakni terciptanya cabang kedokteran baru yang dikenal sebagai travel medicine atau ilmu kedokteran wisata.
Kedokteran wisata atau travel medicine adalah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari persiapan kesehatan dan penatalaksanaan masalah kesehatan orang yang bepergian (travellers). Cabang ilmu ini mencakup berbagai disiplin ilmu termasuk epidemiologi, penyakit menular, kesehatan masyarakat, kedokteran tropis, fisiologi , mikrobiologi psikiatri, kedokteran kerja dan sebagainya. Bidang ilmu ini semakin berkembang dalam tiga dekade terakhir sebagai respons terhadap peningkatan arus perjalanan internasional di seluruh dunia. Pelayanan kedokteran wisata diberikan di travel clinic yang umumnya berada di negara-negara maju untuk memenuhi kebutuhan warga mereka yang akan bepergian ke negara-negara berkembang. Hal itu dikarenakan sampai saat ini negara-negara berkembang dianggap sebagai daerah tujuan wisata yang mempunyai risiko kesehatan tertentu. Bahkan dalam buku panduannya, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa konsultasi pra-travel diperlukan oleh travellers yang bermaksud mengunjungi negara berkembang.
Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah bagaimana dengan masyarakat negara berkembang yang akan bepergian ke luar negeri ataupun ke negara berkembang lainnya? Apakah tidak ada risiko kesehatan yang mungkin menimpa warga negara berkembang tersebut? Inilah salah satu hal yang perlu menjadi sebuah perhatian bagi sebuah negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah pelayanan kesehatan di negara berkembang belum mempunyai visi ke depan, yaitu melindungi warga negara mereka yang akan bepergian. Oleh sebab itulah dibutuhkan suatu pengetahuan dan keterampilan baru di bidang kedokteran wisata yang perlu dikuasai oleh para tenaga kesehatan di Indonesia, salah satunya adalah mengenai travel clinic dan pelayanan yang ditawarkannya.
Sampai saat ini sayangnya kedokteran wisata masih belum dianggap sebagai suatu spesialisasi tersendiri di kalangan medis serta standar pelayanannya pun juga belum tersedia. Namun sudah jelas bahwa praktik kedokteran wisata berbeda dari praktek kedokteran biasa. Jika praktik dokter biasanya ditujukan untuk pengobatan, maka praktik kedokteran wisata lebih difokuskan pada aspek pencegahan. Dalam pelayanan kedokteran wisata, orang yang datang umumnya adalah orang sehat yang membutuhkan informasi dan tidak menganggap dirinya seorang pasien, meskipun mungkin saja statusnya berubah menjadi pasien setelah pulang dari perjalanan. Selain itu, ada perbedaan bentuk komunikasi yang mendasar yang harus dipahami oleh tenaga kesehatan. Dalam bidang kedokteran wisata, dokter tidak hanya mengupayakan pencegahan penyakit serta menangani masalah-masalah kesehatan pada travelers, tetapi juga mengambil bagian dalam memberikan saran untuk perbaikan pelayanan kesehatan dan keamanan untuk wisatawan.
Di Indonesia khususnya, pelayanan travel medicine yang paling ditekankan untuk saat ini adalah pemberian tindakan preventif berupa imunisasi atau vaksinasi sebelum melakukan perjalanan. Vaksinasi yang diberikan terkait dengan penyakit endemis yang ada pada daerah tujuan. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Agus Somia Sp.PD saat diwawancarai di sela-sela kesibukannya. Beliau mengungkapkan bahwa dari kalangan klinisi kesehatan, seperti dokter misalnya, sangat mengharapkan adanya buku imunisasi untuk orang dewasa seperti halnya buku imunisasi pada anak-anak. Adanya buku imunisasi orang dewasa ini dimaksudkan agar imunisasi yang diberikan dapat dikontrol oleh tenaga kesehatan maupun pasien sendiri.
“Untuk di Bali sendiri, praktek pemberian vaksinasi pada pasien travel medicine sudah berjalan sejak lama, apalagi mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia yang tentunya harus waspada terhadap datangnya wabah penyakit tertentu yang bisa saja terbawa oleh pengunjung yang berasal dari banyak daerah di Indonesia maupun luar negeri,” papar dr.Somnia.
Praktik travel medicine di Indonesia biasanya terdapat di pelabuhan-pelabuhan baik udara maupun laut. Sebagai contoh, jamaah haji di Indonesia yang setiap tahun berangkat menuju tanah suci mekkah wajib divaksin terlebih dahulu sebelum berangkat, begitu juga dengan para pekerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri. Pencegahan berupa vaksinasi sangat dianjurkan kepada siapa saja yang berencana bepergian baik itu berlibur maupun bekerja ke tempat yang jauh dengan waktu yang lama. Idealnya seseorang yang hendak bepergian dianjurkan untuk memeriksakan dirinya ke travel clinic, yakni klinik yang memberikan pelayanan kedokteran wisata (travel medicine clinic). Walaupun sifatnya khusus, travel medicine clinic dapat didirikan secara terintegrasi dengan institusi kesehatan yang sudah ada. Pelayanan kedokteran wisata juga dapat diberikan di klinik dokter umum, klinik rumah sakit dan travel klinik swasta.
Pada travel klinik swasta, pelayanan kedokteran wisata yang profesional umumnya diselenggarakan sebagai suatu badan usaha perseroan terbatas (company) dengan saham-saham yang dimiliki oleh para pendirinya. Lokasi yang diambil tidak di rumah sakit atau klinik umum, namun lebih banyak di tempat-tempat bisnis publik, seperti mal-mal atau pusat perbelanjaan. Selain lokasi-lokasi di atas, klinik yang menyediakan pelayanan kedokteran wisata dapat berada di hotel, pelabuhan, ataupun di klinik-klinik milik maskapai penerbangan. Sebagian besar klinik-klinik ini baru sebatas memberikan pelayanan pengobatan kepada para wisatawan. Namun sebenarnya klinik- klinik seperti ini juga berpotensi menyelenggarakan pelayanan kedokteran wisata untuk tujuan promotif dan preventif bagi masyarakat atau orang asing yang tinggal di wilayah tersebut.
Di travel clinic seseorang dapat berkonsultasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan perjalanan yang direncanakan. Pelayanan yang didapatkan di klinik tersebut antara lain konsultasi pra-perjalanan, imunisasi, prophylaxis, stand-by treatment, medical kit juga konsultasi dan penatalaksanaan penyakit pasca perjalanan. Di samping itu, setiap klinik dapat pula mengembangkan sistem dokumentasi rekam medik dan sarana tambahan seperti konsultasi via telepon, apotek dan pelayanan penjualan alat-alat untuk pencegahan penyakit. Sayangnya, berbeda dengan negara maju, di Indonesia sendiri belum banyak terdapat travel clinic semacam ini.
Adapun beberapa rekomendasi dari WHO yang berkaitan dengan travel medicine yakni berupa anjuran untuk mengkonsultasikan kesehatan sebelum bepergian. Konsultasi ini harus dilakukan setidaknya 4-8 minggu sebelum perjalanan dan lebih dianjurkan sebelumnya jika perjalanan jangka panjang atau bekerja di luar negeri. Penilaian risiko kesehatan yang berhubungan dengan perjalanan juga menjadi salah satu hal penting. Setelah melakukan konsultasi, pemberian vaksin atau obat-obat prophylaxis lainnya harus dilakukan menurut hasil penilaian dari konsultasi. Pemberian informasi tentang metode penularan atau penyebaran penyakit dan pencegahannya seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, penggunaan anti nyamuk (repellan) bisa dilakukan untuk penyakit yang tidak bisa dicegah dengan vaksin atau obat. Persediaan medis yang cukup juga harus dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan yang akan datang selama perjalanan. Pemberian perhatian khusus pada kelompok-kelompok tertentu juga turut menjadi hal yang harus dilakukan. Hal ini mencakup persiapan-persiapan khusus, seperti pada usia bayi atau lansia serta pada ibu hamil. Semua wisatawan juga sangat disarankan untuk melakukan perjalanan dengan asuransi perjalanan yang komprehensif. Hal ini memudahkan akan ketersediaannya pelayanan kesehatan didaerah tujuan yang sebagian besar dikelola oleh sektor swasta.
Seiring dengan berkembangnya pengetahuan, travel medicine kini telah menjadi suatu kebutuhan yang mendesak dan penting. Apalagi adanya perubahan pola penyakit global serta adanya kemajuan teknologi dan transportasi menuntut para dokter untuk selalu up-to date terutama dalam memahami aspek epidemiologi di dunia yang nantinya akan sangat berguna dalam merekomendasikan perjalanan sehat dan aman bagi para wisatawan. (Triana, Ozy, GA)
Kanker Serviks, Ancaman Bagi Kaum Wanita
Denpasar – InjeksiOnline.com. Kanker serviks merupakan suatu keganasan yang terjadi pada leher rahim, sehingga disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut leher rahim dan pertama kali menginvasi lapisan serviks. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menduduki peringkat terbanyak ketiga di dunia. Bahkan di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur. Namun demikian, bukti statistik menunjukkan bahwa kanker serviks dapat juga menyerang wanita berusia 20-30 tahun.
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital yang ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV inilah yang diduga akhirnya menyebabkan perubahan abnormal pada sel-sel rahim.
Pada stadium dini gejala kanker serviks tidak terlalu kentara. Sejak pertama kali terinfeksi, butuh waktu 10-20 tahun agar infeksi HPV ini dapat berkembang menjadi kanker. Walau demikian, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan tanda kanker serviks, di antaranya adalah:
- Terasa sakit saat berhubungan seksual
- Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan
- Keputihan abnormal (berwarna tidak bening, bau dan gatal)
- Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi
Pada stadium lanjut terdapat tanda-tanda seperti:
- Kurang nafsu makan
- Perdarahan setelah bersenggama
- Gangguan menstruasi
- Keputihan atau cairan encer pada vagina
- Perdarahan sesudah menopause
- Keluarnya cairan kekuningan berbau yang dapat bercampur darah.
Cara mendeteksi apakah seseorang menderita kanker serviks atau tidak adalah dengan melakukan pap smear. Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi “apusan serviks” untuk menentukan adanya perubahan praganas maupun ganas pada serviks. Syarat seseorang dapat melakukan pap smear yaitu :
- Wanita telah aktif secara seksual
- Tidak dalam masa haid (lebih baik setelah bersih haid)
- Tidak berhubungan seksual 2×24 jam, tidak menggunakan obat-obatan per vaginam 2×24 jam
- Untuk wanita pasca bersalin, pasca terapi radiasi, dan pasca operasi harus menunggu dua bulan kemudian untuk melakukan pap smear.
- Pap smear yang efektif minimal dilakukan sekali selama setahun.
(Echa, Ndre) edited by @yudofandhie
“Sadari”, Deteksi Dini Kanker Payudara
Denpasar – InjeksiOnline.com. Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak normal pada sel kelenjar dan saluran kelenjar payudara. Kanker payudara terutama menyerang wanita tapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada pria. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara antara lain:
- Perubahan sifat pertumbuhan sel payudara menjadi ganas
- Tubuh gagal membangun sistem pertahanan tubuh
- Faktor gizi buruk pada makanan yang dimakan
- Penggunaan hormon estrogen
- Payudara yang sering diremas atau dipencet
- Minum alkohol dan merokok
- Obesitas pada wanita setelah menopause
- Konsumsi lemak dan sera
- Radiasi ionisasi yang tergantung pada dosis dan umur saat terkena paparan radiasi
- Faktor genetik atau riwayat keluarga.
Kanker payudara memiliki beberapa tanda dan gejala. Gejala-gejala tersebut adalah:
- Benjolan pada payudara yang berubah bentuk atau ukuran
- Jika ditekan tidak terasa nyeri, dan semakin lama akan semakin membesar
- Kulit payudara berubah warna yakni dari merah muda menjadi coklat hingga seperti kulit jeruk
- Puting susu masuk ke dalam (retraksi)
- Salah satu puting susu tiba-tiba lepas atau hilang
Bila tumor sudah besar, gejala yang sering menyertai adalah munculnya rasa sakit yang hilang-timbul, kulit payudara terasa seperti terbakar, dan payudara mengeluarkan darah atau cairan yang lain, padahal tidak sedang menyusui. Sedangkan tanda kanker payudara yang paling jelas adalah adanya borok (ulkus) pada payudara. Seiring dengan berjalannya waktu, borok ini akan menjadi semakin besar dan mudah berdarah.
Cara mencegah kanker payudara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) secara rutin. Sadari merupakan langkah yang penting untuk mendeteksi secara dini kanker payudara. Sadari dapat dilakukan setiap bulan, beberapa hari setelah fase menstruasi selesai. Jika Anda sudah tidak mengalami siklus haid, pilih satu tanggal di setiap bulan dan selalu lakukan pemeriksaan di tanggal tersebut.
Sadari dilakukan dengan bantuan jari-jari tangan, dilakukan sambil berdiri. Payudara ditelusuri dengan menggunakan ujung jari tangan yang tersusun rapat, kemudian rasakan apakah terdapat benjolan atau tidak. Jangan langsung panik bila merasakan ada benjolan karena kebanyakan wanita memiliki beberapa area yang memang menonjol secara alami pada payudara mereka. Payudara setiap wanita memiliki sejumlah area dengan karakteristik berbeda. Misalnya bagian luar atas (dekat ketiak) kemungkinan besar memiliki gumpalan dan benjolan. Bagian bawah mungkin terasa seperti pantai berpasir atau berbatu. Penting bagi Anda untuk memahami karakteristik di setiap area. Jika ada perubahan yang mencurigakan dan bertahan selama satu bulan penuh, atau menjadi tambah parah seiring dengan waktu, segera konsultasi ke dokter. (Echa, Ndre) edited by @yudofandhie
ABCD Untuk Cegah Malaria
Denpasar – InjeksiOnline.com. Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang sangat populer di masyarakat oleh karena insiden kejadiannya yang cukup tinggi. Malaria berasal dari bahasa Italia “Mala” dan “Aria” yang artinya “udara yang jelek atau salah”. Malaria adalah suatu penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang sel darah merah. Ada 4 macam plasmodium yang ada di dunia termasuk di Indonesia, diantaranya adalah Plasmodium vivax, Plasmodium falcifarum, Plasmodium ovale dan Plasmodium malariae.
Penyakit ini diakibatkan oleh gigitan nyamuk malaria yaitu anopheles yang menyebarkan parasit Plasmodium ke tubuh kita, nyamuk ini akan menggigit korbannya pada malam hari hingga subuh. Dari gigitan tersebut akan menyebarkan parasit yang akan berkembang biak di organ hati sehingga menginfeksi sel darah merah. Dari infeksi tersebut akan menyebabkan beberapa komplikasi tergantung dari jenis parasit yang disebarkan pada tubuh kita, keadaan tubuh penderita, jenis plasmodium yang menginfeksi, umur penderita dan nutrisi.
Sangat perlu kita ketahui bersama bahwa penderita dengan malaria akan mengalami gejala yang khas yaitu “Trias Malaria”. Trias malaria adalah terjadinya periode dingin, periode panas dan periode berkeringat. Periode dingin (15-60 menit) dimulai dengan menggigil, penderita sering membungkus diri dengan selimut dan diikuti dengan meningkatnya suhu tubuh sebagai awal mula periode panas. Pada periode panas, muka penderita merah, nadinya cepat, panas tinggi beberapa jam kemudian diikuti keadaan berkeringat sebagai awal periode berkeringat. Pada periode berkeringat, penderita berkeringat banyak dan temperatur turun, kemudian penderita “merasa” sehat. Semua penderita malaria akan mengalami demam periodik, anemia dan pembesaran limfa.
Adapun tips ABCD dari WHO untuk pencegahan Malaria :
- Awasi segala hal yang beresiko untuk terkena malaria, sadari masa inkubasi dan gejala utamanya.
- Hindari terkena gigitan nyamuk terutama menjelang senja hingga fajar dan Bersihkan daerah sekitar dari sarang nyamuk.
- Gunakan obat antimalaria (Chemoprophylaxis) untuk menjaga tingkat infeksi lebih lanjut.
- Segera dapatkan Diagnosa dan pengobatan dari tim medis jika mengalami demam selama 1 minggu setelah memasuki daerah rawan malaria, sampai 3-12 bulan setelah keberangkatan. (Amiik) edited by @yudofandhie