Home » Artikel » Minyak Kelapa: Berkhasiat atau Berbahaya?

Minyak Kelapa: Berkhasiat atau Berbahaya?


Minyak kelapa. Kedua kata tersebut sudah tidak terdengar asing lagi saat ini. Kasus-kasus mengenai penggunaan minyak kelapa dengan berbagai macam manfaat yang ditawarkan olehnya telah tersebar di banyak media, terutama pada media sosial. Situs web seperti YouTube, Instagram, dan juga beberapa artikel menyatakan keanekaragaman potensi yang diberikan oleh minyak kelapa. Namun, suatu hal yang patut dipertanyakan adalah, apakah semua klaim mengenai zat tersebut benar?

Minyak kelapa atau coconut oil merupakan hasil ekstraksi dari kelapa yang dihasilkan dari proses pressing “daging kelapa” untuk membuahkan lemak. Dari hasil ekstraksi tersebut, 84% kalori minyak kelapa merupakan lemak jenuh. Namun, berbeda dengan beberapa produk dengan tingkat lemak jenuh yang tinggi, minyak kelapa mengandung jumlah trigliserida medium-chain yang tinggi, sehingga tubuh lebih dapat mentoleransi minyak kelapa tersebut dibandingkan minyak kanola, ataupun minyak nabati yang umumnya digunakan untuk memasak.

Manfaat-manfaat yang diberikan oleh minyak kelapa dapat dibagi menjadi beberapa kategori, dimana salah satunya adalah manfaat untuk kesehatan. Manfaat pertama adalah efek terapeutik bagi kesehatan otak. Minyak kelapa dengan karakteristik trigliserida medium-chain menyebabkan suatu hasil metabolisme yang berbeda dari trigliserida lain. Setelah melalui proses metabolisme, minyak kelapa langsung masuk ke dalam hati setelah pencernaan sehingga dapat membuahkan tenaga yang dapat menyebabkan efek-efek tersebut. Selain itu, minyak kelapa dapat membunuh mikroorganisme berbahaya. Asam laurik, yang merupakan 50% konten minyak kelapa, dapat membunuh bakteri, virus, dan jamur. Wow, ternyata minyak kelapa memiliki banyak khasiat ya! Tapi, manfaat yang diberikan tidak hanya dalam bidang kesehatan saja, namun juga berlaku untuk bidang kecantikan.

Salah satu produk organik dari minyak kelapa

Kini, minyak kelapa merupakan salah satu komponen utama dalam berbagai macam produk kecantikan karena suatu properti yang sangat diminati oleh banyak orang yaitu: moisture. Pengguna produk kecantikan cenderung ingin mencari produk yang dapat melembabkan kulit, hingga rambut dan minyak kelapa tentunya menjadi salah satu kandidat untuk peminatan ini. Minyak kelapa dapat digunakan untuk melembabkan kulit, cukup dengan beberapa tetes. Proses ini sebaiknya menggunakan minyak kelapa organik, untuk memastikan bahwa komponen minyak tersebut murni. Selain itu, minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai pembersih makeup yang ringan, cukup dengan menggosokkan beberapa tetes minyak tersebut dan membilas setelahnya. Selanjutnya, minyak tersebut bisa digunakan sebagai perawatan rambut. Perawatan ini umumnya digunakan untuk menguatkan rambut dan membuat ujung rambut halus.

Namun, walaupun minyak kelapa memiliki banyak khasiat, minyak tersebut memiliki beberapa potensi berbahaya untuk kesehatan. The American Heart Association menyatakan bahwa konsumsi minyak kelapa sebaiknya dibatasi sebanyak 13 gram per hari, atau sekitar 1 sendok makan. Kenapa? Minyak kelapa memang memiliki manfaat, dimana zat tersebut dapat meningkatkan tingkat HDL atau “good cholesterol” dalam tubuh. Namun, di samping itu, minyak kelapa juga dapat meningkatkan LDL atau “bad cholesterol”. Nah, peningkatan kadar LDL patut diperhatikan karena kolesterol tersebut dapat berkontribusi dalam penumpukan plak pada jantung yang dapat menghambat peredaran darah pada arteri. Hal tersebut bersifat membahayakan bagi tubuh dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Secara keseluruhan, minyak kelapa tentunya mendapatkan publisitas yang benar, dengan banyaknya manfaat yang diberikan oleh zat tersebut. Akan tetapi, tidak semua klaim yang menyatakan bahwa minyak kelapa seutuhnya bermanfaat tersebut akurat. Oleh karena itu, ada baiknya konsumsi minyak kelapa dibatasi, agar dapat membuahkan hasil yang optimal. (DN)

Sumber: http://www.webmd.com/diet/features/coconut-oil-and-health#1

http://www.webmd.com/diet/features/coconut-oil-and-health#2

One comment

  1. Artikel ini sangat bermanfaat! Terima kasih banyak kepada sang penulis.

Tinggalkan komentar