Serba Serbi Vaksin Kanker Serviks: Siapa Sasarannya?

Halo, Sobat Injeksi! Media pemberitaan tanah air dikejutkan dengan pemberitahuan bahwa vaksin kanker serviks atau vaksin Human Papillomavirus (HPV) akan menjadi salah satu vaksin wajib di Indonesia mulai tahun ini secara gratis. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi yang dikutip dari laman Kompas TV (20/04/2022), vaksin gratis ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September bersamaan dengan kegiatan bulan imunisasi anak sekolah.

Program imunisasi kanker serviks ini dilakukan dengan tujuan pencegahan kanker serviks yang menjadi salah satu kanker penyebab kematian perempuan terbanyak, baik di Indonesia maupun internasional. Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2019 menyatakan bahwa penderita kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 % dengan rata-rata kematian sebesar 13,9 % per 100.000 penduduk. Tingginya angka kematian ini diakibatkan karena kurangnya deteksi dini sehingga terjadi keterlambatan diagnosis (Ningrum, 2020). Menurut keterangan Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi yang dikutip dari Kompas.com (20/04/2022), vaksin ini diberikan 2 kali dosis untuk seumur hidup dan hanya akan diberikan secara gratis pada anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Hal ini tentu mengundang respon netizen Indonesia terkait penerima wajib vaksin ini. Diketahui bahwa harga vaksin penangkal kanker ini cukup mahal yaitu berkisar Rp 750.000 hingga lebih dari Rp 1.300.000 per dosisnya. Tidak heran banyak orang yang bertanya-tanya mengapa pemberian vaksin gratis ini hanya diberlakukan kepada anak perempuan Sekolah Dasar (SD) dan tidak dapat diberikan kepada perempuan dewasa.

Alasan dibalik kebijakan tersebut ialah pemberian vaksin kepada perempuan yang belum menstruasi ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi prevalensi kanker serviks. Disamping itu, vaksin ini lebih efektif jika diberikan kepada perempuan yang belum melakukan hubungan seksual.  Menurut Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, pemberian vaksin kanker serviks pada anak perempuan berusia 10 hingga 13 tahun cukup diberikan sebanyak 2 dosis dan efektif. Sedangkan, jika usianya diatas 13 tahun maka pemberiannya harus 3 kali dosis vaksin. 

“Saat ini kami hanya mengambil usia yang belum menginjak 13 tahun karena studi yang lalu, jika usianya sudah berada di atas 13 tahun maka pemberiannya harus 3 kali dosis vaksin. Jadi ya kita berhemat 1 dosis, karena itulah kita ngejar di usia segitu,” tutur Prima. Beliau mengatakan bahwa saat ini belum ada vaksin kanker serviks gratis untuk perempuan di atas usia 13 tahun karena membutuhkan 3 dosis vaksin HPV. Itulah sebabnya pemberian vaksin pencegah kanker serviks lebih dulu difokuskan kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD karena lebih efektif.

Sehubungan dengan itu, pemberian vaksin di atas usia 13 tahun bisa diberikan jika penerima belum menerima dosis vaksin HPV secara lengkap. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa dengan kemajuan teknologi dan penelitian yang lebih lanjut, rentang usia pemberian vaksin gratis ini akan diperluas.

Tidak ada syarat khusus untuk penerima vaksin kanker serviks gratis. Jika usia anak masuk dalam usia yang ditetapkan atau duduk di kelas 5 dan 6 SD, vaksin dapat diberikan. Pemerintah menargetkan sebanyak 889 ribu anak perempuan untuk menerima vaksin gratis. Beberapa daerah seperti DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sumatera Utara menjadi daerah penerima vaksin kanker serviks tahun ini. Pemberiannya akan dilakukan berjarak yaitu dosis pertama diberikan pada bulan Agustus 2022 dan dosis kedua diberikan pada November 2022. 

Referensi:

Aditya, R. (2022). Vaksin Kanker Serviks Gratis untuk Siapa? Simak Penjelasan Kemenkes. Suara.com. https://www.suara.com/news/2022/04/23/093047/vaksin-kanker-serviks-gratis-untuk-siapa-simak-penjelasan-kemenkes

Garjito, D. (2022). Berapa Harga Yang Dibutuhkan Untuk Vaksin Serviks? Ini Rinciannya. Suara.com. https://www.suara.com/health/2022/04/21/164511/berapa-harga-yang-dibutuhkan-untuk-vaksin-serviks-ini-rinciannya

Ningrum, O., D. (2020). Gambaran Religius Pada Pasien Kanker Serviks Di RSUD Dr. Moewardi. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Gambaran Religius Pada Pasien Kanker Serviks Di Rsud. Dr. Moewardi – UMS ETD-db

Rossa, V. (2022). Tidak Semua Perempuan Indonesia Bisa Dapat Vaksin Kanker Serviks Gratis, Ini Alasannya. Suara.com. https://www.suara.com/health/2022/04/20/143744/tidak-semua-perempuan-indonesia-bisa-dapat-vaksin-kanker-serviks-gratis-ini-alasannya

Septiana, D. (2022). Vaksin Kanker Serviks Wajib Mulai 2022, Gratis Buat Kelompok Sasaran. https://www.kompas.tv/article/281763/vaksin-kanker-serviks-wajib-mulai-2022-gratis-buat-kelompok-sasaran

Shalihah, N. F. (2022). Vaksin Kanker Serviks HPV Gratis, Siapa Yang Akan Menerima?. Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2022/04/20/193000465/vaksin-kanker-serviks-hpv-gratis-siapa-saja-yang-akan-menerima-#google_vignette

Staff : Ni Made Rai Savitri (Rai)

Editor : Ni Ketut Trisna Maha Augustia (Tia)

Redaktur : Ni Made Meisya Maha Rani Pinatih (eca)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *