Mengenal Post-Traumatic Stress Disorder Dari Film All the Bright Places

“There’s beauty in the most unexpected of places. And that there are bright places, even in dark times. And that if there isn’t, you can be that bright place.”

Halo Sobat Injeksi! Apa kabar? Semoga Sobat Injeksi sehat terus ya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas film berjudul All the Bright Places yang diadaptasi dari sebuah novel tahun 2015 karya Jennifer Niven. Film yang bergenre drama romantis ini menceritakan tentang dua orang remaja bernama Violet Markey (Elle Fanning) dan Theodore Finch (Justice Smith) yang sedang mengatasi trauma di hidup mereka masing-masing. Akankah mereka berhasil untuk mengatasi trauma yang mereka alami? Untuk jawabannya, simak ulasan  dibawah ini ya Sobat Injeksi!Eits, khusus buat yang mau mendapatkan sedikit spoiler ya! Eits, khusus buat yang mau mendapatkan sedikit spoiler ya!

Cerita diawali dengan pertemuan tak terduga antara Violet dan Finch pada saat subuh di sebuah jembatan. Violet berdiri di pinggir jembatan yang masih sepi, ia terlihat ragu untuk melompat ke dasar jurang. Finch yang sedang jogging dan kebetulan melihat Violet menyadari niatan gadis itu. Ia pun membujuknya untuk tidak melompat. Bujukan Finch berhasil mengurungkan niat Violet melompat dari jembatan untuk bunuh diri. Alasan sebenarnya mengapa Violet mencoba untuk bunuh diri adalah karena Violet masih berkabung akibat kehilangan kakak perempuannya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Pada saat kecelakaan mobil tersebut terjadi, Violet ada di mobil tersebut bersama dengan kakaknya.

Sejak kejadian itu, gadis yang awalnya ceria dan mempunyai banyak teman ini berubah menjadi orang yang lebih suka menyendiri dan tertutup. Violet merasa sangat bersalah akan kematian kakaknya karena ia tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan kakaknya dari kecelakaan mobil tersebut. Selain itu, Violet juga tidak lagi mengendarai ataupun menaiki mobil dikarenakan masih merasa takut apabila kejadian serupa terjadi lagi.

Keadaan atau ciri-ciri yang dialami oleh Violet dapat dikatakan mengarah pada Post-Traumatic Stress Disorder atau disingkat menjadi PTSD. PTSD merupakan suatu gangguan mental yang diakibatkan oleh seseorang yang mengalami peristiwa buruk atau tidak menyenangkan. Menurut dr. Merry Dame Cristy Pane, penderita PTSD akan menolak untuk menceritakan atau mengulang memori tentang hal terkait peristiwa tersebut. Mulai dari menghindari aktivitas, tempat, barang, atau seseorang yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Dalam hal ini, Violet menghindari menaiki dan mengendarai mobil akibat trauma yang dialaminya. Gejala PTSD lain yang dapat kita lihat dari karakter Violet adalah pemikiran dan perasaan negatif. Penderita PTSD biasanya akan menyalahkan dirinya sendiri, lebih suka menyendiri, dan sulit untuk berteman dengan orang lain (Pane, 2020).

Perubahan yang dialami oleh Violet membuat Finch merasa bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk menghilangkan rasa sedih yang Violet alami. Finch pun mencoba mendekati Violet. Ia mengajak Violet untuk menjadi partnernya dalam sebuah proyek kelas. Proyek ini menugaskan para muridnya untuk mengobservasi tempat-tempat menarik yang berada di kota mereka, yaitu Indiana. Violet yang awalnya enggan untuk menerima tawaran itu akhirnya memberi Finch kesempatan. Mereka berdua menghabiskan banyak waktu bersama untuk mengunjungi tempat-tempat yang menarik. Finch perlahan mengajarkan Violet untuk menghadapi traumanya, dimulai dari mengajaknya mencoba berani untuk menaiki mobil sampai mengajarkan dia untuk memaafkan dirinya sendiri. Hingga suatu ketika, Violet menyadari bahwa Finch menyembunyikan suatu rahasia besar. Rahasia apa itu? Apakah Sobat Injeksi penasaran? Untuk mengetahui rahasia tersebut, Sobat Injeksi bisa langsung nonton kelanjutan film All the Bright Places di berbagai website online, ya!

Banyak sekali pelajaran yang bisa Sobat Injeksi ambil dari film ini dan salah satunya terkait isu kesehatan mental; tentang bagaimana seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental dapat terbebas dari segala keterpurukan dengan bantuan orang-orang terdekat yang saling mendukung dan terbuka satu sama lain dalam menghadapi masalah. Selain itu, film ini juga mengajarkan kita agar lebih berempati dan tidak malu untuk meminta tolong apabila kita memerlukan bantuan.

Penulis            : Angel

Editor              : Ratih

Redaktur         : Klara

Referensi:

Tilehopper. (2020). Review All the Bright Places: Bukan Kisah Cinta Remaja Biasa. Line Today.https://today.line.me/id/v2/article/Review+All+the+Bright+Places+Bukan+Kisah+Cinta+Remaja+Biasa-xLVgoq

Dewani, S. B. (2020). All the Bright Places: Menerangi Jiwa yang Tersesat. ISSU. https://issuu.com/skmugmbulaksumur/docs/bulpos_edisi_maba_2020__1_/s/10969037 

Pane, M. D. (2020). PTSD. Alodokter. https://www.alodokter.com/ptsd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *