Ujian Telah Menanti, Waspadai Test Anxiety!

Sumber: https://www.teachwire.net/

Air hujan, air hangat

Ada ujian, ayo semangat!

Halo, Sobat Injeksi! Tidak seperti biasanya, kali ini pantun tersebutlah yang menyapa kalian. Omong-omong, rasanya setiap hari adalah ujian bagi kita, kan? Pasti yang langsung tersirat di benak Sobat Injeksi usai membaca kalimat itu adalah ‘ujian kehidupan’, tetapi sekarang kita takkan membahas itu ya. Kalau diingat-ingat sebagai bagian dari dunia pendidikan, kita tidak bisa lepas dari evaluasi pasca proses belajar-mengajar. Evaluasi tersebut ditujukan kepada para pelajar dalam bentuk tes sebagai indikator keberhasilan. Akibatnya tidak bisa dipungkiri, banyak orang mengalami stres atau kecemasan ketika menjelang ujian atau test. 

Apabila Sobat Injeksi merasa cemas yang sangat berlebihan sehingga benar-benar mengganggu kinerja saat ujian, kondisi ini disebut dengan test anxietyTest anxiety bermula dari dua kata, yakni test yang bermakna tes atau pengujian dan anxiety berarti cemas. Jadi, test anxiety adalah kondisi psikologis di mana orang mengalami tekanan dan kecemasan yang ekstrem dalam situasi pengujian. Kecemasan ketika menghadapi tes bisa dialami siapapun tanpa mengenal usia. Selain itu, test anxiety terjadi ketika seseorang harus berhadapan dengan sebuah kondisi yang terdapat penilaian, yakni wawancara, ujian tulis, ujian lisan, dan lainnya. Perlu diingat bahwa kecemasan jenis ini berbentuk emosi kurang mengenakkan yang diekspresikan melalui ketidaknyamanan, ketakutan, dan rasa terancam. (Revilla, 2009). 

Penyebab Test Anxiety 

Menurut Melisa dan Pohan (2018), penyebab munculnya test anxiety ialah tekanan berlebihan dari lingkungan sosial, kecenderungan menuntut diri melakukan hal yang sempurna, rasa rendah diri, dan peningkatan aktivitas otak (neurotransmitter). Terkait aktivitas otak juga dipengaruhi oleh hormon serotonin, norepinefrin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA). Lalu, hipotalamus atau bagian otak yang mengeluarkan ragam hormon tersebut bereaksi. Selanjutnya, mengirimkan sinyal pengganggu di antara pusat pemikiran di otak (korteks prefrontal) dan pusat emosi otak (sistem limbik) bekerja. Emosi pun menguasai sehingga proses berpikir untuk menyelesaikan masalah dan kecemasan terhenti (Natanael, 2014)  

Gejala Test Anxiety 

Gejala test anxiety sangat beragam dan terdapat beberapa tingkat stres dan kecemasan.  Sebagian orang yang melaksanakan tes bisa mengatasi kecemasannya dengan baik dan bersikap teguh. Akan tetapi, ada beberapa orang tidak berkutik menghadapi tes karena berperasaan seakan hendak runtuh. Menurut website Verywellmind tahun 2022, berikut merupakan gejala dari test anxiety

  1. Gejala Fisik

Gejala fisik ditunjukkan oleh reaksi tubuh berupa bibir kering, mual, berkeringat, tubuh gemetar, jantung berdetak amat cepat, bahkan menimbulkan pingsan. 

  1. Gejala Kognitif dan Perilaku

Gejala kognitif tidak hanya perihal kesulitan berkonsentrasi, selftalk negatif, dan masalah memori, melainkan berkaitan juga dengan upaya menghindar dan kabur dari kondisi yang membuat individu merasa diuji. Tindakan tersebut berupa membolos kelas hingga memutuskan berhenti bersekolah. Selain itu, pada tingkatan lebih parah, orang-orang memilih mengonsumsi obat-obatan dan alkohol sebagai pelarian dari kecemasan. 

  1. Gejala Emosional 

Gejala emosional akibat kecemasan yang disebabkan oleh ujian tampak jelas melalui ekspresi perasaan putus asa, rasa marah, menilai harga dirinya rendah, hingga depresi. 

Nah, itulah fakta seputar test Anxiety. Terlepas apapun ujian yang dihadapi, terima kasih karena Sobat Injeksi sudah berani menghadapinya. Telah berusaha mengerjakan dan menyelesaikannya adalah sebuah keberanian. Karena itu, ayo tegakkan kepala dan  berbanggalah! 

Sumber: 

Revilla, L. (2009). Kecemasan Menghadapi Tes (Test Anxiety) dan Dampaknya terhadap Aktivitas Belajar. Dinamika Ilmu: Jurnal Pendidikan, 9(2).

Melisa, M., & Pohan, L. D. (2018). Efektivitas Intervensi Kelompok untuk Meningkatkan Self-Esteem pada Mahasiswa dengan Test Anxiety. Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan11(1), 22-40.

Natanael, K. M. (2014)  Hubungan Antara Nilai Test Anxiety Dan Nilai Ujian Sumatif I Dan Sumatif II Pada Mahasiswa Pspd Fk Untan Angkatan 2010, 2011 Dan 2012. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura3(1).

Cherry, K. (2022). What Is Test Anxiety?. Verywellmind. https://www.verywellmind.com/what-is-test-anxiety-2795368

Staff: Ni Kadek Vinita Dwi Antarini

Editor: Ni Ketut Trisna Maha Augustia

Redaktur: Ni Made Meisya Maha Rani Pinatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *