Serba-Serbi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Halo Sobat Injeksi, apa kabarnya nih

Jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan serta kurangi mobilisasi saat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ya. 

Apa sih itu PPKM? 

Kenapa implementasinya mendadak banget sih ?

Mungkin itu salah satu tanya yang Sobat Injeksi pikirkan. Nah, Sobat Injeksi tak perlu risau karena artikel ini akan membantu menjawab percikan tanya dalam benak kalian.  Yuk simak!

Pandemi hingga kini belum berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan seperti memperketat protokol kesehatan hingga melakukan vaksinasi. Namun, peningkatan prevalensi kasus positif harian menoreh rekor baru. Sejak 2 Maret 2020 hingga 30 Juni 2021 tercatat total positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 2.178.272 orang. Berdasarkan total kasus per hari baik dirawat maupun isolasi mandiri terdapat 239.368 orang. Tercatat sebanyak 21.342 kasus harian pada 27 Juni 2021. Tingginya lonjakan kasus Covid-19 ini menyebabkan Indonesia tengah memasuki gelombang kedua atau second wave

Dalam menekan laju penularan Covid-19 yang semakin cepat serta adanya varian baru seperti Alpha, Beta, Delta dan Kappa mendesak pemerintah memberlakukan kebijakan baru berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pembatasan ini dilakukan sejak 3 hingga 20 juli 2021 khususnya di daerah Jawa dan Bali. Dalam implementasi PPKM darurat ini membatasi mobilisasi masyarakat dengan adanya pengawasan tiap pos atau pintu masuk tiap wilayah.

Sobat Injeksi mungkin bertanya-tanya, apa sih bedanya PSBB dengan PPKM darurat ini?

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diimplementasikan sejak April lalu dilakukan di berbagai wilayah sedangkan PPKM hanya pada wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali yang diduga memungkinkan penyebaran Covid-19 lebih cepat. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. 

Sebelum pelaksanaan PPKM dilakukan, dilakukan survei persetujuan masyarakat terhadap kebijakan ini. Survei dengan 1.220 responden dari seluruh provinsi di Indonesia dan margin of error 3,07%. Hasil dari survei tersebut adalah 44% memilih melakukan PPKM meskipun penghasilan rendah, 40% memilih tidak melakukan PPKM meski prevalensi meningkat.  Mengingat bahwa PPKM hanya berlaku di Bali dan Jawa maka survei mengkhusus pula dilakukan. Masyarakat di Bali sebesar 68% menyetujui kebijakan tersebut sedangkan di Pulau Jawa sebesar 65% yang menyetujui. 

Hasil survei yang mayoritas disetujui serta mendapat perhatian dari menteri, ahli kesehatan dan kepala daerah menyebabkan Presiden Jokowi mengumumkan adanya kebijakan berupa PPKM darurat ini. Kebijakan ini banyak menimbulkan argumen pro kontra di masyarakat bahkan menjadi trending topic di Twitter Indonesia. Terdapat 42.100 tweet yang membanjiri pelaksanaan PPKM darurat ini. 

Masyarakat yang pro terhadap kebijakan ini mendukung penuh keputusan yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Mengingat bahwa belakangan ini mobilisasi dan disiplin protokol kesehatan perlahan mulai ditinggalkan. Namun, berbeda dengan masyarakat yang kontra. Parahnya netizen di Twitter menggeser kepanjangan dari PPKM yang seharusnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat menjadi Pak Presiden Kapan Mundur. Aksi ini dipercayai akibat rasa kecewa masyarakat menilai pemerintah lamban mengambil keputusan. Selain itu, masyarakat ditakutkan tidak mendapatkan penghasilan atau ter-PHK. Tak hanya itu, masyarakat juga kecewa akan ditutupnya tempat sembahyang sedangkan pusat perbelanjaan diberikan izin buka. 

Dari penjelasan di atas, Sobat Injeksi sudah pahamkan mengapa PPKM dilakukan mendesak dan wajib kita patuhi. Menimbang dari prevalensi kasus Covid-19 yang kian meningkat diharapkan dengan adanya PPKM darurat khususnya di Jawa dan Bali dapat menekan ledakan Covid-19 pada fase gelombang kedua ini. Nah, Sobat Injeksi jangan lupa tetap berkontribusi dalam menurunkan angka prevalensi Covid-19 dengan tetap melakukan aktivitas di rumah saja agar Indonesia dapat pulih. 

Gunakan maskermu, kurangi mobilitasmu, niscaya lambat laun berkat kontribusi ini kamu tak kehilangan orang yang kau sayangi dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. 

Staff : Monica

Editor : Adin

Redaktur : Gita

Referensi:

CNN Indonesia. 2021. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210630172459-20-661460/rangkuman-covid-rekor-lonjakan-positif-hingga-ppkm-darurat

Herdi Alif Al Hikam. 2021. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5630789/dari-psbb-ke-ppkm-darurat-apa-saja-perbedaan-aturannya

Micom Humaniora. 2021. https://mediaindonesia.com/humaniora/392639/survei-smrc-pro-dan-kontra-kebijakan-ppkm-mikro-berimbang

Fitraya Ramadhanny. 2021. https://inet.detik.com/cyberlife/d-5627526/pro-kontra-netizen-soal-ppkm-darurat-di-twitter

10 thoughts on “Serba-Serbi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Leave a Reply to Maya Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *