Penghapusan Student Day di FK Unud

Ketika memasuki lingkungan yang baru, tentu kita perlu mengenal dan memahami medan apa yang kita hadapi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkenalkan lingkungan kepada tunas-tunas baru ini adalah kaderisasi. Kaderisasi berasal dari kata kader yang dalam KBBI berarti orang yang diharapkan mampu memegang peranan penting dalam sebuah organisasi. Sehingga kaderisasi adalah proses untuk mengembangkan individu hingga akhirnya layak untuk melanjutkan perjalanan. Kaderisasi diharapkan mampu memekarkan tunas-tunas kecil ini hingga menjadi bermanfaat bagi sekitarnya.

            SDFK (Student Day Fakultas Kedokteran) Universitas Udayana merupakan kegiatan kaderisasi yang dikhususkan untuk mahasiswa baru. Student Day FK Unud berdiri di bawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang bertujuan agar mahasiswa baru mengetahui gambaran kehidupan perkuliahan baik di bidang akademik maupun non-akademik, sekaligus sebagai gerbang awal proses transisi dari calon mahasiswa menjadi mahasiswa seutuhnya. Dalam rangkaian kegiatan SDFK juga memberikan beberapa penugasan sebagai bekal untuk mengasah keterampilan mahasiswa baru dalam kehidupan perkuliahan nantinya. Adapun tugas yang diberikan yakni Penugasan Ilmiah dan Penugasan Acara. Penugasan Ilmiah dikerjakan oleh tiap individu seperti menulis Esai Ilmiah Populer dan membuat review jurnal. Sementara Penugasan Acara dikerjakan secara berkelompok seperti student project membuat video kesehatan dengan topik tertentu. Penugasan Acara  ditujukan untuk memperkuat bonding antar mahasiswa, dan juga menguji kefokusan mahasiswa dengan adanya pemberian pretest dan posttest setelah pemaparan materi kegiatan. Sementara dalam bidang non-akademik, mahasiswa baru diperkenalkan organisasi yang ada dalam ruang lingkup FK, yang meliputi LMFK (Lembaga Mahasiswa Fakultas Kedokteran), HM (Himpunan Mahasiswa), serta BSO (Badan Semi Otonom).

Namun, pada tahun 2022 pelaksanaan Student Day di Universitas Udayana mengalami perubahan, yakni dengan dihapusnya kegiatan Student Day. Penghapusan Student Day khususnya di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (SDFK) berawal dari pertimbangan BEM FK Unud untuk mengubah citra SDFK ke arah positif melalui pengubahan nama SDFK menjadi Student Day Hippocrates (SDH) dengan sistem baru yang lebih jelas, terarah, dan humanis. Di saat yang bersamaan, pihak rektorat mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8/UN14/SE/2022 Tentang Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Universitas Udayana. Tercantum dalam poin ke-11 surat edaran tersebut bahwa “Berdasarkan Panduan PKKMB Tahun 2022 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan tentang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi dikemas dalam PKKMB, sehingga di tahun 2022 kegiatan Student Day digabung menjadi PKKMB Universitas Udayana Tahun 2022”. Secara tidak langsung, pernyataan tersebut menginstruksikan penghapusan Student Day serta digantikan dengan PKKMB Universitas Udayana Tahun 2022 yang menjadi kegiatan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Dengan berbagai pertimbangan, muncullah keputusan pengadaan PKKMB oleh dosen sekaligus PKKMB Kamkesyana yang diselenggarakan oleh pihak mahasiswa.  Selain PKKMB Kamkesyana, pihak mahasiswa FK Unud juga mengambil langkah untuk menyelenggarakan kembali kegiatan Metamorfosa sebagai ajang pengenalan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang tidak termasuk dalam rangkaian PKKMB Kamkesyana karena terbatasnya waktu kegiatan.

Tentu terdapat pro-kontra dari penghapusan SDFK yang kemudian digantikan dengan PKKMB Kamkesyana. Dalam wawancara singkat reporter LPM Pcyco dengan Wakil Ketua BEM Kabinet Cakra Pramudita, Trisna Angga, ia menyampaikan bahwa jika dilihat dari sisi positifnya, langkah penghapusan SDFK merupakan langkah simplifikasi kegiatan orientasi mahasiswa baru yang bersifat lebih modern, lebih hemat waktu, tenaga, dan biaya dengan mengedepankan penyampaian informasi tepat sasaran tanpa adanya tensi dan ajang senioritas. Di lain sisi, pendapat kontra tentang penghapusan SDFK beranggapan bahwa penghapusan SDFK justru membatasi ruang gerak mahasiswa untuk menyampaikan budaya kehidupan mahasiswa di kampus pada mahasiswa baru seperti penerapan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5s), sopan santun komunikasi melalui chat dan telepon dengan dosen, dan masih banyak lagi. Hal tersebut ditakutkan akan menimbulkan kendala beradaptasi bagi mahasiswa baru sehingga perlu waktu lebih lama untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia kampus. Menurut Trisna Angga, keberhasilan jangka pendek dari penghapusan SDFK menjadi PKKMB Kamkesyana dinilai sudah tercapai dengan mayoritas mahasiswa sudah mampu memahami dan menerapkan apa yang diajarkan dalam PKKMB Kamkesyana dengan baik. Sedangkan untuk keberhasilan jangka panjangnya akan kita amati bersama-sama setelah beberapa tahun kedepan yang akan terlihat dari kualitas mahasiswa dalam organisasi maupun kegiatan kampus dan luar kampus.

            Penghapusan Student Day Fakultas Kedokteran (SDFK) Universitas Udayana dinilai memberikan berbagai dampak khususnya pada nilai-nilai yang nantinya akan diterapkan oleh mahasiswa baru di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Tidak sedikit yang merasa bahwa penghapusan SDFK ini membuat penerapan nilai-nilai etika dan solidaritas sebagai mahasiswa tidak dapat tersampaikan dengan maksimal, terutama untuk jangka panjang atau menjadikan nilai-nilai yang ditanamkan melalui SDFK tersebut sebuah kebiasaan baik. Selain itu, penghapusan SDFK juga mengurangi bonding antar mahasiswa baik dari angkatan termuda hingga dua angkatan di atasnya. Mahasiswa baru juga tidak mendapatkan pengalaman dan kesan SDFK sehingga perspektif terhadap tantangan yang didapat sepanjang perkuliahan menjadi kurang luas. Namun, tidak sedikit juga yang merasa bahwa penghapusan SDFK merupakan keputusan yang tepat. Mahasiswa baru menjadi tidak terbebani oleh kaderisasi yang berat dan panjang. Begitu pula dengan penghapusan SDFK yang dapat memberikan efisiensi waktu sehingga mahasiswa baru dapat langsung terfokus pada kegiatan perkuliahan.

            Student Day Fakultas Kedokteran (SDFK) merupakan sebuah gerbang baru bagi mahasiswa untuk dapat lebih mengenal dunia perkuliahan, mempererat jalinan pertemanan dengan mahasiswa lintas program studi, serta melatih skill sebagai mahasiswa baru. Terdapat berbagai esensi yang diperoleh mahasiswa setelah menjalani SDFK, salah satunya adalah 5S. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan di lingkungan Fakultas Kedokteran, sebagian mahasiswa menyatakan bahwa dengan perubahan kaderisasi tersebut akan berpengaruh terhadap penerapan esensi-esensi SDFK, namun sebagian juga menyatakan bahwa hal tersebut tidak berpengaruh. Dengan adanya penghapusan SDFK, maka nilai-nilai yang diharapkan akan tetap dijalankan oleh mahasiswa FK Unud melalui wadah kaderisasi lainnya, seperti PKKMB. Namun, pengalaman, kesan, serta euforia yang didapatkan tentu saja akan berbeda apabila SDFK dihapuskan.

            Penghapusan SDFK ini  memiliki dampak positif yang dirasakan bagi mahasiswa baru. Keuntungan pertama, tidak adanya tensi dalam proses kaderisasi, yang mana dari adanya penghapusan SDFK ini mahasiswa baru lebih merasa nyaman dan memiliki rasa kekeluargaan yang erat dengan seluruh civitas akademika FK Unud tanpa merasakan beban yang berarti bagi mahasiswa baru. Keuntungan kedua, lebih menghemat waktu, yang mana dengan adanya penghapusan SDFK, pelaksanaan kaderisasi khususnya di FK Unud menjadi lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Mengingat juga mahasiswa baru FK Unud mengikuti kegiatan kaderisasi lainnya selain SDFK, sehingga tidak menyulitkan mahasiswa baru. Sayangnya, penghapusan SDFK juga memberikan dampak negatif bagi para mahasiswa baru. SDFK yang seharusnya memberikan bekal sikap, etika, dan rasa solidaritas, tidak didapatkan oleh mahasiswa baru. Beberapa kelemahan dari adanya penghapusan SDFK yaitu pertama, kurangnya penerapan nilai-nilai bagi mahasiswa baru, nilai-nilai seperti etika terhadap dosen maupun kakak tingkat tidak didapatkan sehingga para mahasiswa baru tidak mengetahui cara bersikap yang baik dan benar kepada dosen maupun dengan angkatan atas. Penerapan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) yang seharusnya menjadi dasar berperilaku di FK Unud, tetapi tidak diterapkan oleh mahasiswa baru. Kedua, kurangnya rasa solidaritas dan skill yang dimiliki mahasiswa baru, dimana dalam SDFK banyak kegiatan yang akan meningkatkan bonding, solidaritas, perspektif akademis, maupun skill para mahasiswa baru. Penghapusan SDFK juga akan mengurangi bonding antar angkatan dana ntar program studi.

            Dari adanya penghapusan SDFK, tentu terdapat harapan-harapan agar pelaksanaan kaderisasi di FK Unud tetap berjalan dengan efektif. Dengan penghapusan SDFK, diharapkan adanya kegiatan yang mampu menyalurkan nilai-nilai yang ditanamkan sebelumnya di SDFK. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan, sebagian responden yang merupakan mahasiswa aktif FK Unud mengharapkan apabila memang SDFK telah dihapus, maka kaderisasi baru harus mampu menyalurkan nilai-nilai dan esensi yang ditanamkan dalam SDFK. Sebagian besar responden menyebutkan bahwa tidak masalah apabila SDFK ditiadakan, namun tentu saja nilai-nilai yang secara turun temurun ditanamkan dalam SDFK harus mampu di- cover oleh kegiatan kaderisasi lain. Pada dasarnya, kegiatan SDFK diadakan untuk membantu mahasiswa baru memahami lingkungan perkuliahan dan memudahkan mereka dalam menjalani perkuliahan kedepannya. Jadi, jika penghapusan SDFK merupakan hal yang terbaik, maka akan sangat perlu kegiatan kaderisasi lain yang dapat menyalurkan nilai-nilai dan esensi tersebut. Selain itu, diharapkan kegiatan kaderisasi kedepannya dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi mahasiswa baru. Kegiatan kaderisasi sangat identik dengan jangka waktu pelaksanaannya yang panjang, sehingga sebagian besar mahasiswa baru terkadang merasa keberatan dalam menjalaninya. Maka dari itu, responden mengharapkan kegiatan kaderisasi kedepannya dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apabila kegiatan kaderisasi dibangun dengan atmosfer yang menyenangkan, maka mahasiswa baru akan antusias mengikuti kegiatan tersebut sehingga tujuan kaderisasi dapat tercapai. Salah seorang responden juga berpendapat bahwa kegiatan kaderisasi yang merupakan kegiatan penyambutan mahasiswa baru perlu dilaksanakan dengan mengutamakan kebahagiaan, sehingga rasa solidaritas akan tertanamkan. Maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan kaderisasi diharapkan dapat didesain menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga dapat mematahkan anggapan bahwa kegiatan kaderisasi itu menakutkan dan berbagai pandangan negatif lainnya.

Penulis:

Divisi Injeksi Online

LPM Pcyco FK Unud

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments