LIPUTAN BERITA SDFK 2021

Tahun ajaran baru telah dimulai, sudah waktu para mahasiswa baru untuk memulai kehidupan perkuliahan. Namun sebelum perkuliahan dimulai para mahasiswa baru tidak akan lepas dengan kata ‘OSPEK’, ospek sendiri merupakan kegiatan yang penting dan esensial untuk diikuti semua mahasiswa baru yang diadakan oleh setiap perguruan tinggi, sama halnya dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang telah menyelenggarakan Student Day Fakultas Kedokteran (SDFK) Universitas Udayana pada hari Jum’at, 20 Agustus 2021 kemarin. Student Day Fakultas Kedokteran (SDFK) Universitas Udayana 2021 merupakan program kerja tahunan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang bertujuan untuk meregenerasi dan mengenalkan kehidupan kampus baik dari kehidupan akademik maupun non-akademik sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Peserta SDFK tahun 2021 ini terdiri atas mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang belum mengikuti SDFK pada tahun sebelumnya. Seluruh peserta ini mengikuti rangkaian acara SDFK dari pukul 08:00-selesai.

Adapun tema yang diangkat pada SDFK 2021 ini yaitu ‘Sauca Amerga Punarbhawa’ yang berarti kelahiran kembali seorang individu untuk menyucikan dirinya. Selain itu tema ini juga bermakna mengimplementasikan penyucian diri seorang individu untuk menjadi seorang ksatria yang berwibawa dan memiliki itikad baik. Sama seperti mahasiswa baru yang akan melewati 6 bulan rangkaian kegiatan kaderisasi pengenalan kehidupan kampus sehingga bisa layak menjadi bagian dari Laskar Hippocrates. Ketua SDFK 2021, Komang Bagus Katyayana Bharata atau akrab disapa dengan Katy menuturkan bahwa tema ini ia ambil berdasarkan konsep dari trimurti dan sebuah pohon kelapa dengan mempertimbangkannya bersama inti, para ketua HM, dan Steering Comitee (SC).

Setiap acara pasti memiliki kendala dan hambatan baik sebelum dan saat acara berlangsung, begitupun dengan salah satu proker besar BEM FK Unud ini. Katy bertutur ada beberapa kendala yang dialami di SDFK 2021 ini diawali dari pembentukan korbid dan panitia. Namun atas kerja samanya dan wakilnya, akhirnya dapat terpilih para korbid yang layak, berkompeten dan dapat dipercaya begitupun dengan para panita lainnya. Kendala selanjutnya yaitu ketika adanya kebijakan yang tidak bisa dielakkan sehingga membuat beberapa konsep yang sudah di rancang dengan baik harus dirombak sesuai dengan kebijakan tersebut. Awalnya memang cukup sulit namun setelah dua bulan mencoba, akhirnya ia dan para panitia dapat mengontrol hal tersebut dengan baik. Ia juga menuturkan bahwa kesuksesan mahasiswa baru dalam SDFK 2021 ini mencapai persentasi 60% dan akan bertambah seiring kegiatan kaderisasi yang mereka ikuti selanjutnya.

Ini merupakan tahun kedua FK Universitas Udayana menyelenggarakan SDFK secara daring melalui aplikasi Zoom Meetings dan ditayangkan secara live melalui Youtube sebagai bentuk adapatasi atas masih berlangsungnya pandemi COVID-19. Tak ayal pandemi COVID-19 ini memberikan dampak besar di setiap kegiatan yang dilakukan di kampus dan membuat beberapa mahasiswa yang mengikuti kepanitiaan rindu akan kebiasaan yang dilakukan baik sebelum, saat acara berlangsung, maupun seusai acara. Hal ini juga dituturkan oleh Katy yang cukup kecewa dengan terselenggaranya SDFK 2021 ini secara daring. Ia bisa membayangkan bagaimana serunya jika SDFK 2021 ini dilaksanakan secara luring dan membuatnya teringat akan SDFK yang ia jalani sebagai peserta dua tahun lalu. Ia juga melihat kurangnya bonding antar panitia karena para panitia hanya bisa berkoordinasi secara daring dengan memanfaatkan aplikasi komunikasi yang ada. Esensi dari SDFK 2021 ini kurang lebih 40% sudah tersampaikan seperti penerapan 5S dan disiplin, tetapi ada beberapa hal yang harus lebih diperhatikan seperti profesionalisme, cinta almamater serta kesajawatan. Meskipun demikian semuanya itu akan bertaman seiring berjalannya waktu.

Katy mengatakan bahwa SDFK bukan hanya sebuah proker untuk mengakderisasi mahasiswa baru saja karena SDFK memiliki dua tujuan. Selain mengkaderisasi mahasiswa baru, SDFK juga mendewasakan angkatan yang mengkaderisasinya. Ia berharap dengan terselenggaranya SDFK 2021 ini dua angkatan dapat menjadi versi terbaru dan terbaik dari dirinya masing-masing. Mahasiswa baru dapat menentukan pilihan mereka ingin masuk organisasi mana, ingin menjadi mahasiswa seperti apa, ingin mengobarkan tekad mereka seperti apa, dan apa saja yang disampaikan SDFK dapat diterapkan di kehidupan. Ia juga berharap ke depannya kegiatan kaderisasi yang ada bisa mengakrabkan setiap angkatan.

Narasumber    : Komang Bagus Katyayana Bharata

Penulis            : Ainun Aulia Majidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *