Apakah Benar Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Terbukti Meningkat Selama Pandemi Covid-19?

Halo Sobat Injeksi! Menyambut Hari Kesehatan Dunia, bagaimanakah kabar kesehatan mahasiswa Indonesia? Yuk, simak fakta kesehatan mahasiswa selama pandemi Covid-19.

Dalam mencegah rantai penularan Covid-19 dikalangan pelajar, Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun kampus perguruan tinggi menggunakan metode daring atau online. Perubahan metode belajar, gagapnya tenaga pendidik, mahasiswa yang merasa keberatan akan banyaknya tugas, ketakutan terjangkit virus Covid-19, dan tekanan ekonomi sosial membuat banyak mahasiswa merasakan kecemasan.   

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Uswatun Hasanah, dkk. (2020) menyatakan bahwa dari 190 mahasiswa, ada 79 mahasiswa (41,58%) mengalami kecemasan ringan dan 32 mahasiswa (16,84%) mengalami kecemasan sedang selama pembelajaran daring. Di lain sisi, hasil dari penelitian serupa yang dilakukan oleh Muhammad Iqbal dan Lutfiyah Rizqulloh menyatakan bahwa dari 44 orang mahasiswa yang tergabung dalam Unnes Sex Care Community Universitas Negeri Semarang tahun periode 2019-2020, sebanyak 63,6% mengalami permasalahan kesehatan secara mental; 59% merasa tegang dan cemas; 50% merasa sulit untuk tidur; 50% merasa sulit untuk berpikir jernih; 50% merasa lelah sepanjang waktu; dan 9% memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Dari data di atas, ternyata banyak mahasiswa yang mengalami kecemasan selama belajar daring .Siapa nih yang pernah merasakan cemas selama jadi mahasiswa dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini? Hm, semoga Sobat Injeksi nggak pernah yah… Apa sih yang disebut dengan kecemasan? Sobat Injeksi harus tau nih, kecemasan didefinisikan sebagai suatu bentuk emosi negatif yang dirasakan akibat timbulnya perasaan khawatir, selalu was-was, dan disertai dengan terjadinya peningkatan perubahan pada sistem jaringan. Seseorang yang mengalami kecemasan selalu beranggapan bahwa akan ada hal buruk yang akan terjadi. Lalu bagaimana dampaknya apabila mahasiswa mengalami kecemasan? Berikut dampak yang bisa terjadi:

  1. Memengaruhi hasil belajar

Kecemasan dapat memengaruhi hasil belajar mahasiswa karena kondisi yang dialami cenderung menimbulkan kebingungan dan distorsi persepsi. Distorsi yang terjadi akan mengganggu proses belajar karena dapat menurunkan konsentrasi belajar, daya ingat menjadi lemah, dan dapat memengaruhi kemampuan nalar mahasiswa. 

2.     Mengganggu Kesehatan Mental

Kecemasan pada umumnya dapat memicu terjadi stres yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tuntutan kehidupan kampus dapat menyebabkan stres akademik yang menyebabkan terganggunya kesehatan mental di kalangan mahasiswa.

3.  Mengganggu Kesehatan Fisik 

Salah satu dampak besar apabila seseorang mengalami kecemasan berlebihan yakni dapat mempengaruhi kesehatan fisik karena secara tidak langsung kecemasan dapat meningkatkan detak jantung yang dapat memicu timbulnya gangguan fisik lain.

4.     Menurunkan Imunitas Tubuh

Rasa cemas dapat menurunkan imunitas tubuh seseorang karena kecemasan akan merangsang peningkatan produksi hormon kortisol yang menimbulkan produksi imun dalam tubuh menurun.

Hm… ternyata dampak dari kecemasan cukup banyak yah Sobat Injeksi. Tidak sedikit juga mahasiswa yang belum menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan kecemasan. Bila Sobat Injeksi mulai merasa cemas, cobalah untuk terbuka atas permasalahan yang dialami kepada orang-orang terdekat. Selain itu, kalian juga bisa masuk dalam komunitas yang positif di lingkungan kampus agar dapat saling bertukar pikiran dalam menghadapi segala permasalahan yang terjadi seputar dunia perkuliahan. Sehingga, harapannya Sobat Injeksi dapat mencegah gangguan kecemasan sedini mungkin dan kesehatan mental dapat tercapai setinggi-tingginya.


Referensi :

  1. Muhammad Iqbal dan Lutfiyah Rizqulloh. 2020. Deteksi Dini Kesehatan Mental Akibat Pandemi Covid-19 Pada Unnes Sex Care Community Melalui Metode Self Reporting Questionnaire. Jurnal PRAXIS Vol. 3 No. 1.  Dapat diakses pada: http://journal.unika.ac.id/index.php/praxis/article/view/2730/1410
  2. Erika Untari Dewi. 2020. Pengaruh Kecemasan Saat Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Stikes William Surabaya. Jurnal STIKes William Booth. Dapat diakses pada: http://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/Kep/article/view/210
  3. Uswatun Hasanah, Ludiana1, Immawati1, dan Livana PH. 2020. Gambaran Psikologis Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Unimus. Dapat diakses pada: https://www.google.com/search?q=GAMBARAN+PSIKOLOGIS+MAHASISWA+DALAM+PROSES+PEMBELAJARAN+SELAMA+PANDEMI+COVID-19&oq=GAMBARAN+PSIKOLOGIS+MAHASISWA+DALAM+PROSES+PEMBELAJARAN+SELAMA+PANDEMI+COVID-19&aqs=chrome..69i57.897j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8#
  4. Imam Mahfud dan Aditya Gumantan. 2020. Survey Of Student Anxiety Levels During The Covid-19 Pandemic. Ejurnal Budiutomo Malang. Dapat diakses pada: http://ejurnal.budiutomomalang.ac.id/index.php/jpjok/article/view/1103
  5. Kemendikbud. 2020. SE Mendikbud: Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah untuk Mencegah Penyebaran Covid-19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dapat diaskes pada: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/03/se-mendikbud-pembelajaran-secara-daring-dan-bekerja-dari-rumah-untuk-mencegah-penyebaran-covid19

Staff    : Sahara Putri Ayu Kenanga Gunawan

Redaktur    : Prima Kusuma

Editor    : Adinia Salsabila Savira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *