31 Mei Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Penting atau Sekadar Kampanye Biasa?

Halo sobat injeksi ! 

Tanggal 31 Mei 2021 adalah hari tanpa tembakau sedunia lho. Apakah Sobat Injeksi sudah tahu apa itu hari tanpa tembakau sedunia? Untuk apa kita memperingati hari tanpa tembakau sedunia?

Hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh setiap tanggal 31 Mei merupakan hari yang diperingati oleh WHO yang bertujuan untuk membantah mitos-mitos dan memberdayakan generasi muda dengan pengetahuan yang diperlukan untuk melawan taktik-taktik industri yang dirancang untuk menarik remaja agar merokok. Hal ini dikarenakan kekhawatiran akan semakin tingginya angka merokok di dunia. Tembakau yang telah membunuh sekitar 8 juta orang di seluruh dunia tiap tahunnya dengan lebih dari 7 juta kasus merupakan akibat dari penggunaan langsung dan sekitar 1,2 juta orang terpapar asap rokok dari orang lain.

Pada tahun 1987, Negara Anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menciptakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia untuk menarik perhatian global terhadap epidemi tembakau dan kematian serta penyakit yang dapat dicegah yang ditimbulkannya. Majelis Kesehatan Dunia pada 15 Mei 1987 mengesahkan resolusi yang menyerukan 7 April 1988 sebagai “Hari Tanpa Rokok Sedunia”. Tanggal ini dipilih karena merupakan peringatan 40 tahun Organisasi Kesehatan Dunia.Selanjutnya, pada tahun 1988 resolusi lain disahkan untuk merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Hari itu juga berfokus pada dampak tembakau pada kesehatan jantung orang. Ini mungkin faktor risiko penyebab penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer. Selain itu, hari ini akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa tembakau merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular (CVD).

Di Indonesia, prevalensi merokok pada remaja usia 10-19 tahun meningkat dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% dan pada 2018 terjadi peningkatan sebesar kira-kira 20%, sementara prevalensi pada orang dewasa terjadi penurunan selama periode lima tahun terakhir. Data tahun 2019 yang dirilis oleh Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menyatakan bahwa 40,6% pelajar di Indonesia (usia 13-15 tahun), dua dari tiga anak laki-laki, dan hampir satu dari lima anak perempuan sudah pernah menggunakan produk tembakau. 

Melihat data yang ada di Indonesia, peringatan hari anti tembakau sedunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penting untuk menyoroti risiko yang terkait dengan penggunaan tembakau, secara spesifik untuk membuat masyarakat memahami bagaimana perokok pasif memengaruhi perokok, keluarga mereka, dan masyarakat itu sendiri. Ini juga merupakan hari di mana para perokok didorong untuk berhenti dari perjalanannya atau tidak merokok setidaknya 24 jam terlebih dahulu. Poin ini menjadi isu penting mengingat penggunaan tembakau menyebabkan beberapa penyakit seperti kerusakan gigi, kanker, penyakit kardiovaskular, noda pada gigi, dan lain-lain.

Kampanye anti tembakau sangat dibutuhkan di era pandemi covid-19 saat ini. Merokok merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai macam penyakit di saluran pernapasan dan covid 19 merupakan infeksi virus yang menyerang paru-paru. Ketua umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI ) dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR mengatakan bahwa berdasarkan banyak penelitian, perokok memiliki potensi terjangkit virus covid-19 bisa dua sampai 3 kali lebih tinggi dari orang yang bukan perokok. Merokok merusak paru-paru sehingga tubuh dari orang-orang yang merokok akan kesulitan untuk berjuang melawan virus dan juga penyakit lainnya. Oleh karena itu, kampanye anti tembakau akan terus digencarkan  agar mengurangi risiko yang lebih parah saat seseorang terinfeksi covid-19. Dengan adanya peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada tanggal 31 mei 2021 nanti, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan bahaya penggunaan tembakau bagi kesehatan karena penggunaan tembakau tidak hanya berisiko bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain di sekitar.

Referensi :

[Article] Pernyataan : Hari tanpa tembakau sedunia 2020. https://www.who.int/indonesia/news/detail/30-05-2020-pernyataan-hari-tanpa-tembakau-sedunia-2020.  diakses pada Minggu, 10 Mei 2021

[Article] Pernyataan WHO: Penggunaan tembakau dan COVID-19 https://www.who.int/indonesia/news/detail/11-05-2020-pernyataan-who-penggunaan-tembakau-dan-covid-19 diakses pada Minggu, 10 Mei 2021

[Article] Nur Fitriatus Shalihah. 31 Mei Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Seruan WHO, dan Risiko Covid-19. https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/31/101000165/31-mei-hari-tanpa-tembakau-sedunia-seruan-who-dan-risiko-covid-19?page=all diakses pada Minggu, 10 Mei 2021

https://covid19.go.id/p/berita/merokok-meningkatkan-potensi-terjangkit-covid-19

https://www.biomedcentral.com/p/wntd-2018

https://www.who.int/news-room/events/detail/2019/05/31/default-calendar/world-no-tobacco-day

https://www.cancer.org/latest-news/world-no-tobacco-day.html

Staff: Grace dan Eca

Redaktur: Prima

Editor: Adin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *