Yuk Kenali Asam Urat dan Penyebabnya!

 

Apa yang terlintas dibenak anda saat mendengar kata asam urat? Apakah sakit kaki? Adanya benjolan merah yang menyakitkan? Atau “jangan banyak makan kacang nanti kena asam urat”? Asam urat seringkali dikaitkan dengan efek samping karena memakan kacang-kacangan, atau sakit pada sendi-sendi kaki dan tangan yang disertai bengkak saja sudah dikatakan asam urat. Namun, tahukah anda apa itu asam urat? Asam urat memang sering kali dikaitkan dengan kacang, daging, benjolan merah dan bengkak. Tetapi, asam urat itu sendiri merupakan suatu radang sendi yang paling sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh masyarakat lanjut usia (lansia). Tak jarang penyakit ini juga ditemukan pada golongan pralansia.1

Hubungan antara asam urat dan faktor makanan telah diakui selama berabadabad, untuk faktor penyebab gout arthritis  atau asam urat itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu faktor primer yang 90% dari semua kasus sifatnya idiopatik dan juga ada faktor sekunder yaitu sebanyak 10% dari semua kasus. Yang termasuk penyebab dalam golongan faktor sekunder yaitu meningkatnya produksi asam urat karena pengaruh pola makan yang tidak terkontrol yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi purin. Purin merupakan salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam nukleat dan termasuk dalam kelompok asam amino yang merupakan unsur pembentukan protein.1 Tubuh kita menghasilkan asam urat ketika memecah purin, dan purin merupakan zat yang ditemukan secara alami di dalam tubuh. Purin juga ditemukan pada makanan tertentu, seperti steak, daging seperti daging sapi, domba, dan babi serta konsumsi daging lain dalam jumlah yang besar, jeroan atau organ seperti hati, ginjal, otak, dan organ dalam lainnya yang biasanya ditemukan pada berbagai masakan dan makanan laut. Makanan lain yang juga dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh seperti minuman beralkohol, terutama bir, dan minuman yang ditambahkan pemanis dengan gula buah (fruktosa).2 Produksi asam urat akan meningkat akibat suatu penyakit darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia, anemia hemolitik), obat-obatan (alhokol, obat kanker, diuretik), obesitas, intoksikasi (keracunan timbal), pada penderita diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik. Kadar keton yang tinggi akan menyebabkan kadar asam urat meningkat.1

Selain faktor makanan, penyebab asam urat lainnya yakni aktivitas fisik dan berat badan. Dalam penelitian William yang berjudul “Effects of diet, physical activity and performance, and body weight on incident gout in ostensibly healthy active men” menyebutkan bahwa risiko terjadinya asam urat lebih besar terjadi pada lelaki yang tidak memiliki aktifitas fisik dan kardiorespiratori fitnes dibandingkan dengan lelaki yang aktif secara fisik dan kardiorespiratori. Dalam penelitiannya juga disebutkan bahwa faktor berat badan, lingkar pinggang dan body mass index (BMI) seseorang bisa menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena asam urat. Pria dengan BMI <20 kg/m2 memiliki risiko 85% lebih rendah terkena gout daripada pria dengan BMI> 27,5 kg/m2.3

Saat anda terkena asam urat, gejala awal yang mungkin timbul adalah nyeri sendi yang intens. Asam urat biasanya memengaruhi sendi kecil jempol kaki anda, tetapi bisa terjadi pada sendi mana saja. Sendi lain yang sering terkena termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan dan jari. Rasa sakit ini mungkin paling parah dalam empat sampai 12 jam pertama setelah sakit awal timbul. Ketidaknyamanan yang berkepanjangan, setelah rasa sakit yang paling parah reda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Serangan kemudian cenderung bertahan lebih lama dan mempengaruhi lebih banyak sendi. Peradangan dan kemerahan, sendi yang terkena menjadi bengkak, lembut, hangat dan merah. Saat gout berkembang, Anda mungkin tidak dapat menggerakkan sendi Anda secara normal.4

Nah, sekarang sudah tahu kan mengenai asam urat? Ayo mulai jaga pola makan dan aktivitas harian anda dari sekarang.

 

Sumber :

  1. Utomo WS. Pengaruh Pemberian Pendidikan Kesehatan Asam Urat Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Penderita Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo Scholar-5191. 2015
  2. Zahara, R. Artritis Gout Metakarpal Dengan Perilaku Makan Tinggi Purin Diperberat Oleh Aktifitas Mekanik Pada Kepala Keluarga Dengan Posisi Menggenggam Statis. 2013:1(3)
  3. Williams PT. Effects of diet, physical activity and performance, and body weight on incident gout in ostensibly healthy, vigorously active men. Am J Clin Nutr. 2008;87(5):1480–7.
  4. Mayo Clinic. Gout [Internet]. 2018 [Diakses tanggal 24 November 2018]. Tersedia di: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *