Home » Artikel » Waspada Gangguan Tidur pada Mahasiswa Kedokteran

Waspada Gangguan Tidur pada Mahasiswa Kedokteran

Denpasar – InjeksiOnline.com. Kegiatan perkuliahan mahasiswa kedokteran memberikan peluang besar untuk mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur yang sering dialami mahasiswa adalah gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan psikologis atau terganggunya irama sirkadian. Kebanyakan mahasiwa bahkan mengalami tekanan yang cukup berat yang berhasil membuatnya depresi dan mengalami gangguan tidur.

Terdapat dua gangguan tidur utama yang dialami yaitu insomnia dan hipersomnia. Insomnia adalah suatu keadaan susah memulai atau mempertahankan tidur. Pada keadaan susah memulai tidur, penyebab tersering adalah gangguan kecemasan atau adanya perubahan lingkungan. Sedangkan pada keadaan susah mempertahankan tidur, penyebab tersering adalah depresi atau stres pasca trauma.

Sementara itu, hipersomnia adalah keadaan jumlah tidur dan mengantuk berlebihan di siang hari. Pada hipersomnia dikenal istilah somnolensi yang ditujukan untuk perilaku sering mengeluh mengantuk, kecenderungan tertidur tiba-tiba dalam keadaan terjaga, dan tidak sedang mengalami kelelahan fisik. Hipersomnia biasanya lebih jarang ditemukan dibanding insomnia. Hipersomnia kebanyakan disebabkan oleh gangguan medis seperti sleep apnea dan narkolepsi. Namun, tidak jarang mahasiswa juga mengalami hipersomnia karena depresi dan gangguan irama sirkadian.

Membiarkan gangguan tidur berlangsung lebih lama akan membawa dampak yang sangat buruk bagi kesehatan, menganggu konsentrasi, dan mengurangi produktivitas. Mengonsumsi obat tidur bukanlah pilihan bijaksana. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah psikoterapi untuk masalah yang melatarbelakangi stres serta memberlakukan higiene tidur.

Sepuluh ‘hygiene tidur’ yang dapat diterapkan adalah tidur dan bangun teratur, tidur dengan waktu yang cukup agar puas di pagi hari, berolahraga tiap hari, makan teratur, dengar musik yang lembut sebelum tidur, mematikan lampu sebelum tidur,  pakai tempat tidur twin bila teman tidur kita lasak , hindari gangguan fisik-suara berisik, cahaya panas,dingin , jika mengonsumsi obat, hindari obat yang merangsang, gunakan kasur yang lembut-menengah dan bantal yang empuk, dan bila kalian biasa tidur  siang, lakukan pada waktu yang sama. Jangan tidur lebih dari 45 menit. Sesudah makan siang merupakan waktu yang baik (N_dre). edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar