Home » Artikel » Varicella, Si Cacar Air

Varicella, Si Cacar Air

Denpasar – InjeksiOnline.com. Varicella merupakan salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak yang berusia kurang dari 10 tahun. Penyakit dengan nama lain cacar air ini disebabkan oleh infeksi primer dari virus Varicella zoster. Setelah sembuh, virus ini tidak pernah benar-benar menghilang dari tubuh. Virus ini akan menetap di bagian saraf tertentu dan nantinya akan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular. Penyakit herpes zoster hanya terjadi sekali seumur hidup dengan predileksi usia di atas 60 tahun.

Manifestasi klinis varicella dimulai dari gejala prodromal, yakni demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri kepala. Gejala ini kemudian disusul timbulnya erupsi kulit berupa papula eritematosa. Dalam waktu beberapa jam papula ini berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drops). Vesikel akan berubah menjadi pustul dan kemudian menjadi krusta.  Penyebarannya terutama di daerah badan, kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut, dan saluran nafas bagian atas. Pada infeksi sekunder, akan terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional (lymphadenopathy regional). Penyakit ini juga biasanya disertai rasa gatal.

Perjalanan penyakit ini dibagi dalam 2 stadium, yaitu stadium prodromal dan stadium erupsi. Stadium prodromal ditandai dengan gejala demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, sakit kepala, anoreksia, rasa berat pada punggung, dan kadang-kadang disertai batuk kering.  24 jam kemudian, akan terlihat eritema pada kulit pasien dengan bentuk scarlatinaform atau morbiliform. Stadium erupsi dimulai saat eritema dengan cepat berubah menjadi macula kecil (dalam beberapa jam), kemudian papula yang kemerahan, lalu menjadi vesikel. Vesikel ini biasanya kecil; berisi cairan jernih; nonumbilicated dengan dasar eritema; mudah pecah, yang jika mengering membentuk krusta. Bentuk vesikel ini sangat khas dan lebih dikenal dengan istilah ‘tear drops’.

Penatalaksanaan varicella secara umum adalah dengan memberikan obat antivirus seperti asiklovir. Tujuannya adalah untuk mengurangi keparahan dan mengurangi lamanya waktu untuk penyembuhan. Pasien dapat diberikan obat antipiretik untuk menurunkan demam, dan lotion atau bedak yang dapat mengurangi rasa gatal.

Pencegahan varicella dapat dilakukan dengan vaksinasi. Jika seseorang mendapatkan vaksinasi varicella, ia tidak akan terkena varicella. Kalaupun terkena, manifestasi klinis yang muncul biasanya sangat ringan. Vaksinasi varicella ini biasanya diberikan kepada anak-anak yang belum pernah menderita varicella. Mereka harus mendapat dua dosis vaksin yaitu pada usia 12-15 tahun untuk dosis pertama, dan usia 4-6 tahun untuk dosis kedua. Anak-anak yang berusia diatas 13 tahun, belum pernah menderita varicella atau mendapat vaksin varicella,  harus mendapat dosis minimal dalam jarak waktu 4-8 minggu. Vaksinasi cacar air tidak dapat diberikan kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam nyawa terhadap gelatin/agar-agar, antibiotik neomycin, atau penolakan terhadap vaksin varicella sebelumnya. Orang yang sedang sakit ringan atau parah saat jadwal penyuntikan, harus menunggu sampai sembuh sebelum mendapatkan vaksinasi varicella. Wanita hamil atau menyusui tidak diindikasikan karena dapat menyebabkan terjadinya varicella kongenital pada bayi. Sementara itu, orang yang baru menjalani transfusi darah harus berkonsultasi dengan dokter kapan mereka boleh mendapatkan vaksinasi varicella. (Echa, Ndre) edited by @yudofandhie

 

Tinggalkan komentar