Tusuk Gigi Kayu Aman Gak Sih?

Gigi merupakan organ sistem yang terletak di bagian mulut, fungsinya untuk mengunyah, memotong dan menghancurkan makanan yang kita kunyah sebelum kita menelannya. Setelah makan, biasanya banyak sisa-sisa makanan yang tertinggal disela-sela gigi. Beberapa cara kita lakukan agar sisa makanan tersebut segera hilang mulai dari menyikat gigi, kumur-kumur bahkan yang paling sering kita lakukan adalah menggunakan tusuk gigi.

Apakah tusuk gigi aman digunakan? Tusuk gigi merupakan benda yang sering dicari setelah mengonsumsi makanan berserat seperti sayur-sayuran dan daging. Namun, sering kali pengguna asal mencongkel dari sela atau lubang gigi tempat sisa makanan tanpa memerhatikan anatomi gigi dan jaringan gusi di sekitarnya. Hal ini menyebabkan makanan yang terselip sulit dikeluarkan, bahkan semakin masuk ke jaringan gusi.

Disaat mengorek makanan di sela gigi, otomatis gusi ikut tertekan jika sering dilakukan dalam jangka waktu tertentu posisi gusi bisa turun. Hal ini dikarenakan gusi tidak dapat menahan tekanan tusuk gigi yang berukuran lebih besar. Kasus seperti ini biasanya sering terjadi pada gusi geraham belakang. Posisi gusi yang menurun menimbulkan rasa tidak nyaman. Gigi terasa seperti berlubang karena gusi yang biasa mengisi sela gigi bergeser beberapa millimeter. Selain itu, kebiasaan menggunakan tusuk gigi dengan cara mencolok/menusuk dan mengungkit dapat mengganggu jaringan pendukung gigi dan dapat mengakibatkan terjadinya peradangan pada gusi.

Lalu bagaimana membersihkan sela-sela gigi yang aman?  Dental floss atau benang gigi merupakan tali yang terbuat dari filamen yang berfungsi untuk membuang sisa makanan ataupun membersihkan plak yang terdapat di antara sela-sela gigi. Penggunaan dental floss ini termasuk dari tiga tindakan upaya membersihkan gigi secara sempurna. Ketiga tindakan tersebut adalah brushing, flossing, dan rinsing.

Mengapa flossing diperlukan? Penggunaan sikat gigi saja tidaklah cukup, ada lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi sehingga penggunaan dental flossing diperlukan. Idealnya, flossing dilakukan disamping menggosok gigi sebagai bagian latihan oral hygiene sehari hari. kombinasi dari good tooth brushing yang dikombinasikan dengan penggunaan dental floss terbukti secara klinis mampu meningkatkan pembersihan sela-sela gigi. Tidak seperti tusuk gigi yang bermaterial keras, dental floss menggunakan bahan yang ramah terhadap gusi dan gigi. Hal ini penting karena mencegah gusi ataupun gigi terluka yang kemudian menyebabkan infeksi lebih parah. Dental floss atau benang gigi merupakan tali yang terbuat dari filamen yang berfungsi untuk membuang sisa makanan ataupun membersihkan plak yang terdapat di antara sela-sela gigi.

Bagaimana menggunakan dental floss yang benar? potong floss kira-kira 30 – 40 cm, pegang kira-kira 2 cm bagian benang dengan ibu jari & telunjuk, dengan ringan putar ujungnya disekitar jari tengah, lewatkan floss melalui titik kontal, gerakkan floss kearah bukolingual, gerakkan floss dengan perlahan-lahan kearah dan kumur dengan kuat untuk mengeluarkan plak dan debris.

 

SUMBER

Emailijati K, dkk. 2016. HUBUNGAN PENGGUNAAN TUSUK GIGI TERHADAP TERJADINYA SAKU GUSI PADA MASYARAKAT DUSUN II DESA MARINDAL II KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2016. Jurnal Kesehatan Gigi Vol.03 No.2

Humas Putra.2018. Tusuk Gigi Kayu Amankah?. RSUP Persahabatan. https://rsuppersahabatan.co.id/artikel/read/tusuk-gigi-kayu-amankah

 

Editor : Bayu Mahendra

Tinggalkan komentar