IT Pcyco/ January 12, 2019/ FK Unud/ 0 comments

Pewarta: Gabrielle


Arsip Foto. Foto Acara Timbang Pandang Buku ‘Bening Embun: Perjalanan A.A. Made Djelantik’ di Ruang Pertemuan Dr. A. A. Made Djelantik Gedung FK Unud. (FOTO LPM Pcyco FK Unud)

Denpasar (Injeksi Online)- Ruang Pertemuan A. A. Made Djelantik Gedung FK Unud menjadi saksi nyata dikenangnya seorang putra  raja, dokter, sekaligus budayawan yang begitu membekas pada semua individu yang pernah mengenal A.A. Made Djelantik. Acara timbang pandang buku ‘Bening Embun: Perjalanan A.A. Made Djelantik’ yang dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Januari 2019 kemarin dilakukan untuk mengapresiasi buah pemikiran dr. A.A. Made Djelantik yang juga sebagai pendiri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Biografi ‘Bening Embun’ bukan semata kisah, namun juga sejarah pemikiran dr. A.A Made Djelantik di bidang kesehatan, pendidikan, sosial budaya, dan politik.

Acara timbang pandang buku ini adalah hasil kerjasama antara keluarga besar A. A. Made Djelantik dan BEM Fakultas Kedokteran Unud, serta didukung oleh Bentara Budaya Bali (BBB). Dokter Ayu Bulantrisna Djelantik selaku penggagas acara sekaligus sebagai anak kandung dari A.A. Made Djelantik bercerita bahwa dahulu ayahnya sangat dikenal di berbagai kalangan, namun saat ini generasi muda banyak yang tidak mengetahui tokoh-tokoh terdahulu yang ikut membangun Bali, salah satunya sosok A.A. Made Djelatik. Beliau juga menambahkan, ketidaktahuan generasi muda ini muncul karena buku mengenai ayahnya dicetak  menggunakan Bahasa Inggris sehingga yang mengenal beliau adalah orang-orang asing, bukan orang-orang Bali. Dari keresahan tersebut, beliau bersama Nyoman Wijaya menulis buku Bening Embun: Perjalanan A.A. Made Djelantik yang kemudian mengantarkan digelarnya acara timbang pandang buku ini.

Acara ini turut mengundang semua kalangan untuk bersama-sama hadir mengenal sosok A.A. Made Djelantik. Terlihat yang hadir dalam acara ini berasal dari kalangan sastrawan, budayawan, jurnalis, dokter, dan mahasiswa. Serta tidak tertinggal juga keluarga, teman sekerja, dan orang-orang yang terinspirasi dari kehidupan dr. A.A. Made Djelantik.

“Generasi muda, generasi mahasiswa sekarang tentu sangat bersyukur. Kalau tidak  ada dr. Made Djelantik tidak mungkin berdiri Fakultas Kedokteran di tahun 1962 itu, dimana SDM dokter yang akan mengajar mahasiswa kedokteran tidak akan ada kalau beliau tidak berani mengajak teman-teman beliau datang ke Bali untuk ikut mengajar. Perjuangan beliau sangat luar biasa khususnya untuk Fakultas Kedokteran, belum lagi di rumah sakit dan juga dinas kesehatan,” ungkap Dr.dr. I Made Sudarmaja, M.Kes dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Udayana sekaligus membuka secara resmi acara timbang pandang buku kemarin.

Timbang pandang buku ini juga menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Nyoman Wijaya selaku penulis dan sejarahwan, I Wayan Juniarta selaku budayawan dan jurnalis, serta dr. I Nyoman Sutarsa MPH, FHEA yang merupakan dokter, akademisi, dan pengamat sastra. Ketiga narasumber ini memberikan pandangan mereka masing-masing mengenai buku Bening Embun dalam konteks kiprah tokoh dalam dunia medis, transformasi kebudayaan, serta keistemewaan buku Bening Embun yang tidak hanya menuliskan gambaran sejarah personal tokoh utama namun juga sekaligus menggambarkan sejarah Bali yang komprehensif. Tidak hanya ketiga narasumber, pandangan mengenai buku Bening Embun juga datang dari saudara dan kerabat serta hadirin lainnya saat sesi sharing dan tanya-jawab dibuka.

Dokter Ayu Bulan berharap semoga dengan adanya acara timbang pandang buku ini dapat lebih meningkatkan minat baca, dan juga generasi muda yang hadir dapat terinspirasi dari tokoh-tokoh yang lalu dan tentunya bisa lebih banyak lagi yang berkeinginan untuk membuat buku-buku mengenai tokoh pendahulu yang berjasa, yang menarik kehidupannya, dan menarik perjuangannya untuk dibagi ke semua kalangan.

Editor: Aristya Prabadewi

Arsip Foto. Foto Ketiga Narasumber beserta Moderator Acara Timbang Pandang Buku ‘Bening Embun: Perjalanan A.A. Made Djelantik’ di Ruang Pertemuan Dr. A. A. Made Djelantik Gedung FK Unud. (FOTO LPM Pcyco FK Unud)

Arsip Foto. Foto Bersama Penggagas Acara, Narasumber, Moderator, Kerabat A.A. Made Djelantik dan BEM FK Unud di Ruang Pertemuan Dr. A. A. Made Djelantik Gedung FK Unud. (FOTO LPM Pcyco FK Unud)

Arsip Foto. Foto Bersama Penggagas Acara dan Panitia Acara di Ruang Pertemuan Dr. A. A. Made Djelantik Gedung FK Unud. (FOTO LPM Pcyco FK Unud)

Tinggalkan komentar