IT Pcyco/ August 13, 2018/ Artikel, Kesehatan/ 0 comments

Sering Merasa Pusing Pasca Gempa Bumi (alamsehat.com)

            Akhir-akhir ini gempa bumi yang berkali-kali menimpa Lombok ternyata berimbas juga pada kota Denpasar dan sekitarnya. Ini menyebabkan tak sedikit masyarakat yang kerap kali seakan-akan merasakan getaran padahal sebenarnya tidak ada gempa. Nah, sensasi dunia terasa bergoyang atau merasa pusing pasca gempa ini dikenal dengan istilah post-earthquake dizziness syndrome. Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan orang pusing setelah gempa terjadi? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita? Penasaran kan? Yuk, simak penjelasan dibawah

  1. Sistem Keseimbangan Tubuh

Reaksi seperti itu ternyata ada hubungannya dengan sistem keseimbangan tubuh. Sistem ini fungsinya menjaga tubuh kita agar tidak mudah terjatuh. Sistem keseimbangan di tubuh kita ini selalu siap sedia sepanjang waktu. Nah, saat sistem ini terganggu, misalnya ketika tubuh kita goyang karena goncangan gempa, maka otomatis kita akan merasa aneh serta kepala juga jadi terasa pusing.

  1. Organ Tubuh Yang Berpengaruh Pada Sistem Keseimbangan

Mata selalu mengirimkan sinyal ke otak kita, misalnya apa yang dilihat oleh mata menjadi salah satu pertimbangan otak dalam menjaga tubuh kita agar tetap seimbang. Ternyata tidak hanya mata, otak juga mampu mendeteksi keseimbangan dari kaki dan telinga kita. Jadi ketika gempa, kaki yang biasanya sebagai organ pertama merasakan guncangan otomatis akan mengirimkan sinyal ke otak begitu juga halnya dengan telinga. Ketika terjadi gempa, maka goncangan saat gempa mempengaruhi saraf vestribular di telinga. Adanya gangguan keseimbangan inilah yang membuat seseorang merasakan sensasi bergoyang atau pusing.

  1. Pusing Akibat Kacaunya Keseimbangan Tubuh

Sistem keseimbangan tubuh akan menjadi kacau ketika kita terguncang. Saat terguncang, rambut-rambut halus yang ada di telinga juga ikut berputar. Namun, ketika guncangan itu terhenti, cairan yang ada di dalam telinga masih tetap berputar-putar. Setelah itu, mata kita juga gagal melihat dengan fokus. Yang terjadi adalah justru mata kita ikut berputar-putar mencari keseimbangan. Keadaan yang kacau inilah membuat kita pusing bahkan bisa sampai mual dan muntah.

Bila ingin rasa bergoyang atau pusing berkurang lebih cepat, dokter spesialis saraf RS Siloam Karawaci Banten, Rocksy Fransisca, Rocksy menyarankan untuk diam sejenak sambil menutup mata pasca gempa. Atau bisa juga  beristirahat sejenak dengan rebahan maupun dengan posisi nyaman lainnya.

Namun, bisa saja seseorang merasakan dunia sekitarnya bergoyang atau dia merasa pusing hingga beberapa jam pasca gempa. Hal ini dapat terjadi apabila ketika gempa, orang tersebut melakukan gerakan yang menghentak. Misalnya lari panik turun tangga, ini kemungkinan penyebab pusingnya karena dari gerakan otot leher yang tiba-tiba tertarik. Jika ini terjadi pada Anda, Rocksy menyarankan untuk melakukan pijatan lembut di area leher. Ketika sudah rileks, sensasi dunia terasa bergoyang atau merasa pusing berangsur-angsur menghilang.

Tetapi, pada orang yang memiliki gangguan vestribular apabila merasakan gempa, maka ia bisa merasakan efek lain seperti mual hingga muntah-muntah.

 

Sources: liputan6.com dan tribunnews.com

 

 

 

Tinggalkan komentar