Home » Artikel » Takut Maag Kambuh Saat Puasa? Cegah dengan SAHUR

Takut Maag Kambuh Saat Puasa? Cegah dengan SAHUR

Memasuki bulan suci Ramadhan 1438 H 2017 M, umat Muslim seluruh dunia akan menjalankan kewajibannya dalam berpuasa yang dilakukan sejak sebelum matahari terbit hingga tepat waktunya berbuka disaat matahari terbenam. Satu bulan penuh umat Islam menjalankan puasa demi melaksanakan kewajibannya yang jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan akan menjadi dosa. Tapi, bagaimana menjaga agar tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa di bulan Ramadhan?

Bagi penderita beberapa penyakit yang cukup serius seperti penyakit maag, dalam melaksanakan puasa tidak boleh sembarangan dilakukan. Penyakit tersebut membutuhkan arahan yang tepat dari para dokter ahli, agar dapat menjalankan puasa dengan nyaman dan tanpa keluhan. Bagi penderita penyakit maag yang masih mampu untuk menjalankan dan mendapatkan izin dokter, justru puasa akan menjadi obat baginya. Tetapi, jika sakit yang diderita sudah parah, bahkan terjadi pendarahan lambung, muntah-muntah, serta tidak diizinkan puasa oleh dokter maka orang ini berkewajiban seperti orang sakit pada umumnya yaitu berpuasa di hari yang lain. Penderita sakit maag organik tidak disarankan untuk berpuasa. Berbeda dengan para penderita sakit maag non-organik, penderita ini memang bisa menjalankan ibadah puasa namun perlu diperhatikan bahwa yang terpenting adalah pengaturan pola makan yang tepat dan penggunaan obat untuk menekan produksi asam lambung.

Konsumsi makanan sehat sangat penting. Berikut tips SAHUR yang penting untuk cegah maag kambuh saat berpuasa:

S      =   Serat

Saat berbuka maupun sahur, konsumsi makanan tinggi serat dan dengan kadar indeks glikemik yang rendah seperti nasi merah dan roti gandum.

A     =   Atur porsi makan

Berbukalah dengan makanan ringan atau buah dalam porsi kecil dan dilanjutkan dengan makanan porsi lengkap setelah selesai sholat maghrib.

H     =   Hindari makanan dan minuman kurang sehat

Hindari makanan yang terlalu manis saat sahur, karena akan memicu hormon insulin berlebihan dan terjadi kondisi hipoglikemi (kadar gula rendah). Hindari pula konsumsi kopi, makanan pedas dan asam, makanan berlemak dan berminyak seperti gorengan dan jeroan karena lemak sulit dicerna sehingga membebani dan mempercepat pengosongan lambung. Makanan yang meningkatkan produksi gas dalam lambung seperti kubis, nangka, sawi, kismis, dan kacang-kacangan karena bisa membuat kembung. Minuman beralkohol, cokelat, keju dan merica. Semua makanan itu, menyebabkan peningkatan asam lambung dan melukai dinding lambung. Jadi, sebaiknya hindari makanan tersebut baik saat puasa maupun tidak.

U     =   Utamakan kedisiplinan

Jangan pernah melewatkan makan sahur dan makanlah dengan porsi lengkap. Perhatikan kedisiplinan dalam makan dan kualitas menu makanan.

R     =   Rawat lambung

Hindari tidur setelah sahur karena langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan sekresi asam lambung dan gerak peristaltik pankreas. Karenanya proses pencernaan berjalan lebih cepat saat tidur.

Demikianlah tips sehat hari ini, tidak hanya untuk yang berpuasa tetapi juga bisa dilakukan bagi yang tidak berpuasa. Puasa adalah kewajiban yang menyehatkan, jadi sangat bagus jika ini diterapkan oleh seluruh masyarakat. Akhir kata, selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Konsumsi selalu makanan sehat setiap hari, tidak hanya saat berbuka puasa.

 

(kdr)

 

Sumber:

Arif Hidayat. 2016. Budaya Konsumen Bulan Ramadan bagi Masyarakat Modern di Indonesia. Purwokerto: Jurnal Kebudayaan Islam. Vol. 14, No. 2: 267—78.

Tinggalkan komentar