IT Pcyco/ April 29, 2018/ Artikel, Kesehatan/ 0 comments

Akhir-akhir ini berat badan kamu naik? Perut kamu semakin membuncit? Padahal sedang banyak pikiran dan stress, bukannya tidak nafsu makan, malah jadi makan terus-terusan? Kok bisa ya? Jangan-jangan kelainan? NO! Jangan buru-buru menyimpulkan yang aneh-aneh. Semua pertanyaan dan keanehan di atas mungkin terjadi pada kamu, dan tentunya terdapat jawaban dan penjelasan ilmiah tentang pertanyaan kamu itu beserta cara mencegahnya juga, lho! Apa ya? Yuk di baca sampai tuntas!

Saat kita stress, kita akan merasa tidak nyaman, tidak mampu berpikir secara sehat, gelisah, dan sebagainya. Ada kalanya, kita akan kehilangan nafsu makan, tapi bisa juga kita justru jadi semakin banyak makan. Menurut hasil penelitian dari Universitas Ohio, stress memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan, lho.

            Secara alamiah, tubuh kita sudah dirancang untuk bisa menangani stress. Tubuh kita memiliki sebuah kelenjar bernama kelenjar adrenal yang akan memproduksi hormon stress, yaitu hormon kortisol dan hormone adrenal. Ketika kita mengalami stress akut (stress yang sifatnya seentara), maka hormon adrenalin akan diproduksi dan membuat menjadi nafsu makan kita menurun secara sementara. Nah, ketika kita mengalami stress kronis (stress yang sifatnya berkepanjangan), maka kelenjar adrenal akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Hormon kortisol akan membuat nafsu makan kita meningkat, sehingga hal ini akan berimbas pada meningkatnya berat badan. Makanan yang kita pilih untuk  dikonsumsi pun akan cenderung manis dan mengandung banyak lemak. Alasannya, makanan-makanan tersebut dapat menstimulasi otak untuk memproduksi zat kimia yang dapat mengurangi stress. Kemudian, makanan-makanan tersebut akan membuat kita ketagihan, yang akan berujung pada peningkatan berat badan.

Hormon kortisol juga dapat memberikan efek negatif lainnya, lho. Hormon kortisol dapat menyebabkan penumpukan lemak, terutama lemak perut. Hal ini dapat menyebabkan sindrom metabolik, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan pembuluh darah.

Lalu bagaimana cara kita untuk menghindari peningkatan berat badan yang disebabkan oleh stress? Tentunya, kita sebaiknya mencegah dan mengatasi stress dengan baik dan benar. Semakin kita mampu memanajemen stress, semakin jauh kita dari berbagai macam perasaan negatif dan tentunya, berat badan berlebih. Selain itu, ketika kita terhindar dari stress, maka kita akan semakin mudah untuk mengelola gaya hidup kita agar menjadi lebih sehat.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dong caranya memanajemen stress? Berikut adalah cara yang bisa kita lakukan untuk memanajemen stress, agar kita bisa lebih bahagia, dan tentunya, menghindari makan berlebih.

  • Kenali gejala stress. Ketika stress, sering kali kita akan merasa cemas, mudah marah, otot-otot menjadi lebih kaku, serta mengalami kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi. Jika gejala-gejala seperti itu muncul, mungkin saja kamu sedang stress.
  • Kenali penyebab rasa laparmu. Saat kita lapar dan kemudian makan, cobalah untuk bertanya pada dirimu sendiri, apakah kamu makan karena lapar, atau karena stress. Hal ini penting untuk menjaga dirimu dari makan berlebih yang bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Dan juga, kamu tidak boleh melupakan sarapan, ya.
  • Jauhkan berbagai jenis makanan yang tinggi gula dan lemak dari lingkungan sekitarmu.
  • Cobalah untuk mengatasi masalah yang kamu hadapi, jangan berlarut-larut dengan masalahmu. Semakin cepat diatasi, semakin baik.
  • Lakukanlah kegiatan relaksasi, seperti yoga dan meditasi.
  • Tidur cukup, jangan berlebih, jangan juga kurang.
  • Berolahragalah secara teratur.
  • Mintalah dukungan dari teman-teman, keluarga, dan orang-orang terdekat, karena hal ini dapat membuatmu jadi merasa lebih baik.
  • Apabila kamu tidak berhasil melakukan manajemen stress di atas, cobalah untuk menghubungi profesional. Lakukankah konsultasi mengenai masalah kamu.

Nah, itulah penjabaran mengenai stress dan efeknya pada berat bada, serta cara-cara untuk memanajemen stress. Semoga bermanfaat untuk kamu, ya!

 

Sumber: m.klikdokter.com

Tinggalkan komentar