Home » Artikel » Tips » Sprain Ankle, Sadari dan Tangani!

Sprain Ankle, Sadari dan Tangani!

Denpasar – injeksionline.com.Beberapa kegiatan memiliki resiko cedera pada tubuh kita, terlebih kegiatan yang sering menyertakan kontak fisik seperti olahraga. Salah satu cedera yang umum terjadi adalah sprain ankle atau masyarakat sering menyebutnya dengan istilah keseleo atau kejengklok.

Sprain ankle  adalah kondisi terjadinya penguluran dan kerobekan pada ligamentum lateral.Hal ini disebabkan oleh adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai atau tanah, yang umumnya terjadi pada permukaan yang tidak rata. Sekitar 85% Sprain ankle dikarenakan oleh inversion injury,yaitu kaki tertekuk kearah dalam sehingga terjadi peregangan pada ligament bagian luar.Sedangkan Sprain ankle karena kaki tertekuk kearah luar (eversion) jarang terjadi

.Sprain ankleter bagi menjadi beberapa derajat sesuai tingkat kerusakan ligamentnya. Derajat I ditandai oleh terjadinya penguluran pada ligamen tumtal ofibular anterior sehingga mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sementara derajat II dan derajat III ditandai oleh adanya kerobekan parsial dan komplet pada ligamentum lateral atau medial compleks ankle. Pada sprain ankle derajat I,pasien masih dapat berjalan normal.  Namun,jika cedera ini mencapai grade II dan III,biasanya mata kaki akan bengkak sangat besar, tampak memar kebiru-biruan dikarenakan otot perekat sendi koyak atau putus.Pasien akan merasa sangat nyeri jika kaki menyentuh lantai sehingga pasien akan memerlukan tongkat untuk berjalan.

Sprain ankle acap kali dianggap sepele. Padahal,cedera jenis ini mempunyai pengaruh yang serius jika tidak ditanggulangi dengan benar. Penanganan awal terhadap Sprain ankle yang disarankan adalah dengan menggunakan metode RICER.

  • Rest.Istirahatkan bagian ankle yang cidera agar cidera tidak semakin parah. Kurangi pembebanan tubuh di bagian yang cidera misalkan dengan menggunakan crutches. Istirahat sendiri minimal 48-72 jam.
  • Ice. Kompres dengan menggunakan es dingin sesegera mungkin untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada fase inflamasi. Aplikasikan es dengan durasi 10-15 menit saja.
  • Compression. Gunakan bebat menggunakan perban elastis, atau adhesive elastic bandage, kinesiotaping.dan taping untuk mengurangibengkak dan pendarahan.
  • Elevation.Angkat bagian yang cidera lebih tinggi dari jantung. Misalnya ganjal ankle pada saat duduk/tidur dengan menggunakan bantal untuk mengurangi pembengkakan.
  • Referral.Segera rujuk kedokter/fisioterapis,apabila dicurigai cidera tergolongparahdanmenggangguaktifitas. Cideraakanmendapatkanpemeriksaan, diagnosis, pengobatan,danrehabilitasifisioterapi.(Sita)

Tinggalkan komentar