Home » FK Unud » SKP Penuh, Yudisium Aman

SKP Penuh, Yudisium Aman

Lancarkan yudisium dengan penuhi syarat SKP

Denpasar – injeksionline.com SKP merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di telinga mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. SKP atau Satuan Kredit Partisipasi merupakan suatu bentuk pengakuan dan penilaian terhadap kegiatan yang diikuti mahasiswa dalam pengembangan kegiatan kemahasiswaan. Setiap mahasiswa FK Unud yang hendak mengikuti yudisium sarjana, wajib memenuhi beberapa syarat terkait SKP. Nah, untuk menjaga kelancaran dan ketertiban mekanisme pelaksanaan SKP di FK Unud serta menyesuaikan beberapa poin SKP dengan kurikulum masing-masing program studi, maka diselenggarakanlah Sidang Paripurna BPM 2014 tentang pengesahan amandemen pedoman pelaksanaan SKP Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Sidang Paripurna ini diadakan di Denpasar pada tanggal 17 Mei 2014 dengan Ida Ayu Made Vera Susiladewi sebagai ketua presidium sidang dan dihadiri perwakilan mahasiswa dari berbagai lembaga di FK sebagai anggota. Pada amandemen kali ini, ada beberapa perubahan terkait syarat untuk melewati yudisium sarjana. Apa saja perubahan-perubahan tersebut? Berikut poin-poinnya:

a. Setiap mahasiswa wajib memenuhi akumulasi bobot SKP minimal 50 poin.

b. Wajib ikut serta baik sebagai peserta atau panitia dalam kegiatan sosial pasca rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru minimal dua kali.

  • Kegiatan sosial yang dimaksud adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan di luar kampus dan diselenggarakan oleh lembaga yang diakui di tingkat universitas maupun fakultas.
  • Lembaga yang dimaksud yaitu BEM-PM, UKM, paguyuban keagamaan tingkat universitas, BEM FK Unud, HM, BSO (diluar rangkaian latdas dan bukan merupakan syarat kelulusan menjadi anggota BSO).

c. Wajib mengikuti kepanitiaan minimal tiga macam kegiatan kemahasiswaan yang diadakan oleh LMFK, BSO, dan atau HM.

d. Menjadi pengurus salah satu lemmbaga seperti: BEM-PM. DPM, LMFK, HM, pengurus inti UKM, pengurus inti paguyuban keagamaan tingkat universitas, pengurus inti paguyuban kedaerahan tingkat universitas, dan atau menjadi anggota salah satu BSO.

e. Telah lulus sebagai peserta kegiatan penerimaan mahasiswa baru tingkat universitas dan fakultas, serta LKMM dasar (BLMML) FK Unud.

f. Untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh LMFK, HM, dan BSO sistem poin SKP telah diatur dalam sidang ini, namun panitia penyelenggara wajib melakukan konsultasi dengan BEM mengenai bobot SKP yang diberikan dengan standar buku panduan SKP.

Lantas bagaimana jika syarat SKP tersebut tidak terpenuhi? Jika hal tersebut terjadi, mahasiswa bisa mendapat kesulitan dalam proses administrasi pendidikan dan untuk konsekuensinya akan dibicarakan oleh pihak BEM sebagai pengevaluasi dengan Pembantu Dekan III FK Unud. Maka dari itu, bagi para mahasiswa semester awal disarankan mulai mencicil poin SKP tersebut sejak dini agar tidak menyulitkan di masa mendatang. Selain itu juga jangan lupa merekap poin yang telah dimiliki dalam daftar pengisian SKP serta melakukan laporan untuk mendapat penilaian dan pengesahan dari BEM, kegiatan pengesahan bukti tersebut dapat dilakukan hingga paling lambat dua minggu sebelum yudisium sarjana digelar.

Hasil Sidang Paripurna 2014 ini mulai diterapkan pada kegiatan dan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas dan fakultas periode 2014 dan diterapkan mulai dari angkatan 2012 ke bawah. Sehingga dengan adanya amandemen ini diharapkan dapat membentuk sarjana yang lebih berkualitas dan professional dari segi sikap, mental, serta bertanggung jawab, selain itu agar mahasiswa dapat berperan aktif dalam pengembangan organisasi disamping kewajiban pokoknya sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Oleh: Yuliantini

Tinggalkan komentar