Sering Dilupakan, Ini Dia Si Merah Kaya Manfaat

Saat memulai pagi hari dengan sarapan sehat, maupun ketika hendak menikmati kudapan di sore hari, tentu buah delima tidak akan menjadi pilihan yang langsung muncul di kepala. Karena, dibandingkan dengan buah lainnya seperti semangka, melon, nanas,  atau apel, buah delima memang tidak populer di Indonesia. Namun, tidak menjadi kegemaran bukan berarti tidak memiliki manfaat.

Pasalnya, manfaat teh dan jus sudah dipercaya sejak ratusan tahun lalu. Teh dan jus delima menjadi salah satu minuman paling banyak dikonsumsi di Turki, Iran, India, dan Cina. Bahkan di beberapa negara, buah delima dijuluki sebagai  superfood. Jadi, apa aja sih manfaat dari buah delima?

Buah delima kaya akan thiamin, riboflavin, niacin, vitamin C, fosfor, dan kalsium. Buah delima juga dapat membantu meringankan gangguan perut, osteoartritis, menurunkan tekanan darah, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, mengurangi inflamasi, mengurangi kemungkinan penyakit jantung, mencegah flu, serta menurunkan kolesterol.

“Kulit buah delima  bagus untuk jantung dan  pembuluh darah; membran putihnya baik untuk menghentikan diare dan dapat digunakan untuk mengatasi luka dan bisul pada area mulut dan tenggorokan. Buahnya juga dapat memperkuat kinerja otak, membersihkan tubuh dan darah dari toksin, serta dapat mengusir cacing dari usus,” tutur Merav Altman,Adler, seorang praktisi obat klasik Cina.

Selain itu, jus buah delima memiliki potensi antioksidan yang tinggi dan melindungi dari serangan jantung dan stroke. Menurut artikel yang dimuat pada Rambam Maimonides Medical Journal pada tahun 2003, buah delima memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih tinggi dari jus anggur, jus blueberry, jus kranberi, dan the hijau. Konsentrasi antioksidan yang tinggi pada jus delima juga dipercaya dapat memperlampat berkembangnya Alzheimer serta menjaga memori.

Penelitian terbaru pun telah menemukan bahwa jus delima dapat melawan pertumbuhan sel kanker prostat. Pada artikel yang dimuat dalam Clinical Cancer Research yang terbit pada tahun 2006, ditemukan bahwa pria yang minum 8 ons jus delima setiap hari menunjukkan waktu penggandaan PSA (Prostate-Spesific Antigen) yang berkepanjangan, ditambah dengan efek yang sesuai pada proliferasi sel, apoptosis (memicu kematian sel kanker), dan stress oksidatif yang diamati dalam pengaturan laboratorium. Hasil yang serupa dilaporkan pada penlitian yang mengamati efek ekstrak delima pada waktu penggandaan PSA pada pria dengan kanker prostat rekuren.

Selain itu, buah delima juga terkenal akan kandungan seratnya yang tinggi. Dalam 180 gram buah delima, terkandung 7 gram serat. Kandungan serat pada buah delima membuatnya mampu menjadi salah satu nutrisi penting yang diperlukan untuk menjaga berat badan sehat. Makanan dengan serat tinggi dapat membantu Anda untuk merasa kenyang lebih lama, sehingga dapat menghindari kebiasaan ngemil di sore hari.

 

 

Sumber :

Israel21c. (2019). Top 10 great reasons to love the pomegranate. [daring] Tersedia di: https://www.israel21c.org/top-10-great-reasons-to-love-the-pomegranate/ [Diakses 27 Aug. 2019].

Natalie Butler, L. (2019). 15 health benefits of pomegranate juice. [daring] Medical News Today. Tersedia di: https://www.medicalnewstoday.com/articles/318385.php [Diakses 27 Aug. 2019].

Healwithfood.org. (2019). Pomegranate Might Help Fight Prostate Cancer, Studies Suggest. [daring] Tersedia di: https://www.healwithfood.org/prostatecancer/pomegranate-fights-cancer-study.php [Diakses 27 Aug. 2019].

Manfaat Buah. (2019). Manfaat Buah: Manfaat Teh Delima Untuk Kesehatan. [daring] Tersedia di: https://manfaat-aneka-buah.blogspot.com/2013/06/manfaat-teh-delima-untuk-kesehatan.html [Diakses 27 Aug. 2019].

Quamila, A. (2019). Manfaat Buah Delima: Memperkuat Imun Tubuh Hingga Cegah Alzheimer. [daring] Hello Sehat. Tersedia di: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/8-manfaat-buah-delima-untuk-kesehatan/ [Diakses 27 Aug. 2019].

Tinggalkan komentar