Home » FK Unud » Badan Semi Otonom (BSO) » Seminar Nasional Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS

Seminar Nasional Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS

Denpasar, 29 November 2014 lalu telah diadakan seminar nasional yang dilaksanakan oleh Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA). Seminar nasional kali ini dibawakan oleh pembicara yang berkompeten dalam bidangnya dan manpu memberikan informasi yang jelas kepada para mahasiswa yang hadir dalam seminar tersebut. Peserta seminar ini pun tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana namun juga berasal dari berbagai instansi lain seperti Universitas Mahasaraswati, STIKES, STP, dan masih banyak lagi.

Seminar ini diadakan dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia, serta untuk memberikan informasi mengenai AIDS.

Keunikan dari seminar ini ialah tema seminar ini yang berjudul “Perlukah Kita Melakukan Tes HIV AIDS?” Dikatakan unik karena hampir dalam semua seminar belum ada yang bertemakan dengan pertanyaan. Dari informasi yang didapatkan dari ketua seminar nasional, Ni Luh Wira Pusvitasari, acara ini bertujuan untuk lebih mengetahui informasi mengenai HIV/AIDS terutama dalam pencegahannya. Kegiatan seminar ini sudah disiapkan selama 2 bulan dan akhirnya dapat terlaksana pada (29/11). Peserta yang hadir dalam seminar nasional ini sejumlah 170 orang.

Dalam seminar terdapat tiga pembicara yang sudah sangat berkompeten dalam bidangnya dan sangat baik dalam memberikan materi kepada mahasiswa. Pembicara dalam seminar kali ini yaitu Prof. Dr. Dr. Tuti Parwati Merati, Sp PD-KPTI yang membawakan materi tentang HIV AIDS dengan faktor risikonya, pembicara kedua yaitu Dr. I Ketut Agus Somia,Sp PD-KPTI yang membawakan materi tentang perkembangan tentang tes HIV/AIDS dan pencegahan dari ibu kepada bayi. Pada pembicara ketiga ini juga sangat mengejutkan para mahasiswa yang hadir dalam seminar kali itu. Pembicara ketiga ini bukan merupakan lulusan dari FK, namun beliau adalah sarjana ekonomi. Beliau bernama Putu Ayu Utami Dewi, SE yang membawakan materi tentang dukungan yang diberikan jika orang tersebut terkena HIV/AIDS.

Saat seminar berlangsung, semua mahasiswa sangatlah antusias dalam mendengar materi yang diberikan. Terbukti dari peserta yang hadir dalam seminar ini ternyata tidak hanya berasal dari calon tenaga medis namun hadir pula mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud. Hal ini juga mengindikasikan bahwa banyak mahasiswa yang ingin mengetahui lebih tentang materi yang diberikan. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa yang datang saat itu. Respon peserta seminar pun terlihat dalam sesi tanya jawab yang diberikan.

Dalam akhir seminar dibacakan pula kesimpulan dari seminar nasional kali ini, yaitu semua orang yang menderita HIV/AIDS tidak pantas untuk dikucilkan karena pada dasarnya mereka yang terinfeksi HIV/AIDS adalah manusia yang sama, manusia yang sederajat dengan kita yang tidak terinfeksi HIV/AIDS. Beberapa dukungan teknis yang dapat diberikan adalah konseling psikis, mental dan spiritual. Pemberian informasi dan kesehatan mengenai HIV/AIDS yang turut mengambil peran penting serta memberikan konseling bahwa sosialisasi dengan sebaya adalah hal yang penting agar mereka yang terifenksi HIV/AIDS agar tidak merasa sendiri dan terkucilkan.

“Menjadi orang yang mandiri dan berkualitas adalah hal yang penting untuk dapat membentuk kualitas hidup yang berarti serta dapat mensejajarkan diri dengan mereka yang tidak terinfeksi HIV/AIDS”

Ketua Seminar Nasional Ni Luh Wira Pusvitasari

Ketua Seminar Nasional Ni Luh Wira Pusvitasari

by: Nadia Euxilia

Tinggalkan komentar