Seminar Nasional Kelompok Ilmiah Hippocrates 2020: A Better Understanding of Mental Illness, Fight for A Better Generation

Seminar Kesehatan Nasional merupakan salah satu program kerja dan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Badan Semi Otonom Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setiap tahunnya. Sebagai akibat adanya pandemi Covid-19 ini, Seminar Nasional Kelompok Ilmiah Hipocrates tahun 2020 diselenggarakan dalam bentuk Webinar untuk pertama kalinya melalui aplikasi Cisco Webex pada tanggal 21 Juni 2020. Acara yang dimulai dari jam 08.30-12.30 ini mengangkat tema A Better Understanding of Mental Illness, Fight for A Better Generation. Tema ini dipilih karena sesuai dengan kondisi saat ini, dimana adanya perasaan takut dan was-was akan terinfeksi virus Covid-19 dan perasaan cemas yang timbul karena hidup dalam ketidakpastian yang mengubah hidup manusia menjadi tidak bebas atau terkurung sehingga dapat menimbulkan stres, mendorong panitia Seminar Nasional KIH tahun 2020 mengangkat tema tersebut. Ketua Panitia, Supardika Wiratama, menyampaikan “Untuk temanya kita mengangkat penyakit mental, yang kita angkat dari tiga aspek yang sesuai dengan kondisi di tengah pandemi saat ini yaitu kondisi masyarakat pada umumnya, kesehatan mental ibu hamil di era pandemi, dan usaha untuk menghentikan stigma negatif pada pasien Covid-19 dan tenaga kesehatan”.

Peserta pada Seminar Nasional KIH 2020 dihadiri dari berbagai macam latar belakang, seperti mahasiswa dari berbagai universitas baik itu mahasiswa dari program studi kesehatan maupun mahasiswa dari program studi non kesehatan, serta masyarakat umum. Dalam kegiatan ini turut hadir pula tamu undangan seperti Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Wakil Ketua BEM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Ketua Himpunan Mahasiswa yang ada dilingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yakni HMKU, HMKG, HMKM, HMIK, HM Psikologi, dan HM Fisioterapi, serta juga dihadiri oleh seluruh Ketua BSO Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yakni Ketua KIH, Ketua KMPA, Ketua KOMPAK, Ketua TBM Janar Duta, dan Ketua KMPL. Acara ini dibuka oleh MC lalu dilanjutkan dengan kumandang doa, lagu Indonesia Raya, dan Hymne Fakultas Keodokteran Universitas Udayana serta penyampaian laporan dari Ketua Panitia oleh Supardika Wiratama. Setalah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua KIH oleh Ni made Wini Jayesthiwi Putri, sambutan dari Pembina oleh dr. I Made Siswandi Semadi, M. Biomed, Sp.PD dan sambutan terakhir sekaligus membuka acara Seminar Nasional KIH 2020 dari Wakil Dekan Bidang III oleh Dr. dr. Made Sudarmaja, M.Kes.

Seminar Nasional kali ini diisi oleh tiga orang pembicara yang membawakan masing-masing materi yang berbeda. Adapun pembicara yang pertama yakni dr. I Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ yang menyampaikan materi tentang “Mengatasi Reaksi Emosi untuk Tetap Positif dalam Menghadapi Pandemi Covid-19”. Dalam materi yang beliau sampaikan tersebut, beliau menyarankan untuk mengatasi emosi dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 ini dengan mengelola emosi dengan teknik pengalihan, penyesuaian, dan relaksasi. Beliau juga menyarankan untuk mengatur pola makan, dengan makan makanan sehat dan memakan beberapa makanan yang direkomendasikan seperti teh hijau dan cokelat hitam. Karena makanan terseut dapat membantu menurunkan perasaan cemas. Lalu dilanjutkan dengan pembicara yang kedua yakni dr. I Gusti Ayu Indah Ardani, Sp.KJ yang membawakan materi tentang “Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil di Era Pandemi: Ciptakan Generasi Berkualitas”. Dalam materinya beliau menyampaikan untuk menjaga kesehatan mental ibu hamil dapat dengan melakukan olahraga ringan, rutin berkonsultasi dengan tenaga medis, dan berdiskusi secara terbuka dengan suami mereka tentang perawatan yang mereka terima atau masalah apapun yang terkait dengan kesehatan dirinya serta yang tidak kalah penting adalah untuk selalu menerapkan anjuran WHO dalam menerapkan protokol kesehatan untuk terhindar dari infeksi virus Covid-19. Sesudah pemaparan dua materi tersebut kemudian dibuka sesi tanya jawab selama lima belas menit. Setelah sesi tanya jawab berakhir maka selanjutnya dilanjutkan dengan pemateri ketiga dimana pembicara terakhir pada seminar ini yakni Ns. Ni Made Dian Sulistiowati, S.Kep., M.Kep., Sp.KepJ dengan membawakan materi “Stop Stigma Pasien Covid-19 dan Petugas Medis”. Dalam materinya beliau menyarankan untuk memastikan setiap informasi yang didapat dari sumber yang valid dan terpercaya dengan melakukan pengecekan, menghindari stereotipe negatif, dan gunakan sosial media dengan bijak untuk menyebarkan informasi akurat sesuai fakta. Sesudah pemaparan materi terakhir ini juga dilakukan sesi tanya jawab, yang lalu ditutup dengan kegiatan pengundian doorprize terhadap peserta yang telah bersedia hadir dalam acara Seminar Nasional KIH 2020.

Ketika diwawancarai Supardika Wiratama, menyampaikan kesannya selaku Ketua Panitia melihat keberlangsungan acara Seminar Nasional dalam bentuk Webinar tersebut. Ia mengatakan bahwa ia merasa tertantang untuk berhasil menjalani Webinar seperti seminar pada umumnya yang hanya medianya saja yang berbeda tersebut. Ia juga menyampaikan karena ini merupakan pertama kalinya Seminar Nasional KIH dijalankan dalam bentuk Webinar maka ia dan anggota panitia lainnya memutuskan untuk perlu belajar dan lebih memahami dalam menjalankan aplikasi Cisco Webex mulai dari bagaiman caranya menyalakan lagu tanpa harus keluar masuk wallpaper dan mp3, sehingga kendala saat hari H dapat diminimalisir. Bahkan Supardika Wiratama mengaku sampai mengadakan rapat teknis hingga empat jam untuk memaksimalkan persiapan agar dapat mengantisipasi kemungkinan kendala yang akan terjadi. Ia hanya menemukan dua kendala dalam kegiatan Seminar Nasional KIH tahun ini yaitu kendala yang berasal dari peserta yang masih bingung menggunakan aplikasi Cisco Webex karena sedikit berbeda dari Webex Meeting yang pada umumnya. Dan kendala kedua yang dialami oleh panitia yang kesulitan untuk memasukkan peserta seminar dalam Whatsapp group dikarenakan no telepon yang peserta daftarkan tidak terdaftar di Whatsapp sehingga panitia harus berulang kali mem-follow up peserta dan hal ini cukup memakan waktu. Terakhir Supardika Wiratama berharap melalui Seminar Nasional KIH 2020 ini para peserta dapat memahami bahwa kita harus mengontrol reaksi emosi kita, apalagi ditengah kondisi pandemi saat ini dan didukung juga dengan menjaga pola makan, tidur, dan juga berolahraga yang telah dianjurkan oleh pembicara pada seminar kali ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk dapat menghentikan stigma pada pasien Covid- 19 dan tenaga kesehatan.

Narasumber:

IPutuSupardikaWiratama_Supardika_Departemen Pengmas

(I Putu Supardika Wiratama)

Penulis: Luh Komang Tresia Putri Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *