Home » FK Unud » Badan Semi Otonom (BSO) » Seminar dan Workshop TBM Janar Duta, Let Your Skill Lead You to Perfection

Seminar dan Workshop TBM Janar Duta, Let Your Skill Lead You to Perfection

Hari Minggu, 26 Januari 2014, salah satu Badan Semi Otonom (BSO) Fakultas Kedokteran (FK) Udayana yaitu Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Duta mengadakan seminar kegawatdaruratan medis II yang ini mengangkat tema “Let Your Skill Lead You to Perfection”. Seminar kali ini diisi oleh dua orang narasumber, yaitu dr. Anom Suardika, SPOG (K) dan dr. Rio Andreas menggantikan dr. Kuning Atmadjaya, SpB yang berhalangan untuk hadir.

Menyajikan materi tentang pendarahan post partum dan teknik dasar bedah, seminar ini diadakan di ruang kuliah 4.01 dan 4.02 dengan tiket yang terjual sebanyak lebih dari 300 tiket. Peserta yang mengikuti seminar dan workshop kali ini tidak hanya berasal dari FK Udayana, tetapi ada juga yang berasal dari berbagai instansi kesehatan. “Tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk melatih cara menjahit dalam pembedahan. Seminar ini ditunjukkan khususnya untuk mahasiswa semester awal, sehingga mereka mendapat pengetahuan dasar tentang teknik menjahit yang nanti akan mereka dapatkan pada semester 7. Dalam seminar ini juga diadakan kegiatan workshop bagi mereka yang ingin mengikutinya, dimana dalam workshop tersebut diajarkan bagaimana cara memegang instrument dan teknik menjahit. Bahan yang digunakan sebagai tempat belajar menjahit adalah menggunakan daging babi”, ujar ketua panitia seminar, Kadek Devi Ari Frasiska, yang merupakan mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan tahun 2012 di FK Udayana

seminar, workshop, tbm janar duta, penjahitan, luka, pendarahan, pembedahan, kedokteran

Peserta saat mengikuti workshop TBM Janar Duta

I Made Nugraha Gunamanta yang merupakan ketua organisasi  TBM Janar Duta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai praktisi kesehatan, ada banyak hal yang harus diperhatikan terutama yang mengacu pada keselamatan pasien. Dalam ilmu kedokteran nantinya akan dipelajari ilmu defensive medicine yang mempelajari tentang bagaimana cara meminimalkan malpraktek. Cara tersebut meliputi cara yang pasif dan aktif. Cara yang aktif yaitu dalam menentukan suatu penyakit, kita menggunakan diagnosis penunjang yang lain. Dan secara pasif berarti jika kita merasa ragu akan penyakit pasien alangkah baiknya untuk merujuk kepada dokter yang lebih berkompeten.

Materi pertama yang dibawakan oleh dr. Anom Suardika,SPOG (K) membahas tentang pendarahan post partum. Angka kematian ibu yang terus meningkat dari tahun 2007 hingga tahun 2012 salah satunya disebabkan oleh pendarahan post partum. Terjadinya pendarahan adalah hal yang biasa saat melahirkan, hanya saja jumlah darah yang keluar saat pendarahan yang berbeda. Jika darah yang keluar  kira-kira 500cc pada saat persalinan normal, hal itu tidak menjadi masalah. Namun jika setelah melahirkan masih terjadi pendarahan yang cukup lama, hal tersebut merupakan masalah serius yang harus ditangani oleh para praktisi kesehatan.

Materi kedua yang dibawakan oleh dr. Rio Andreas membahas tentang teknik bedah dasar. Dalam materi tersebut, beliau menjelaskan dua hal penting yang dilakukan dalam melakukan pembedahan, yaitu teknik penjaitan dan teknik menyimpul. Beliau juga menekankan pada tiga hal yang harus diperhatikan oleh ahli kesehatan ketika akan melakukan pembedahan. Yang pertama, teknik dasar bedah dalam melakukan penjahitan atau penyimpulan terhadap benang pada jaringan harus dilakukan dengan baik dan benar. Yang kedua, penguasaan terhadap satu teknik dasar penjahitan dan penyimpulan merupakan dasar untuk melakukan penanganan terhadap luka terbuka dan akut. Yang terakhir, beliau menegaskan jangan melakukan penjahitan terhadap luka terbuka tanpa mempunyai dasar pengetahuan yang baik dan benar.

Acara terakhir yang diselenggarakan oleh TBM Janar Duta yaitu workshop yang dipandu oleh 4 orang dokter yaitu dr. Rio Andreas, dr. Stefanus Nangoi, dr. I Komang Yose Antara, dr. Terry R. Lawantu. Dalam workshop kali ini, peserta dibagi menjadi 4 kelompok besar dengan masing-masing kelompok besar dilatih oleh 1 orang dokter. Melalui workshop ini diharapkan para peserta dapat mempraktikkan apa yang disampaikan dalam seminar, sehingga peserta mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana cara melakukan pembedahan dan penjaritan.

Tinggalkan komentar