Home » FK Unud » RSP Unud: Wujudkan Pelayanan Berbasis Pendidikan

RSP Unud: Wujudkan Pelayanan Berbasis Pendidikan

Denpasar-injeksionline.com  Genap dua bulan dibukanya Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana (RSP Unud), menimbulkan banyak respon dan antusias dari berbagai kalangan. Kehadiran RSP Unud memberi angin segar bagi para dokter muda, sebab pendidikan profesi dokter umum kini tak hanya terfokus di RSUP Sanglah.

“Sebagai Fakultas Kedokteran, sudah sepatutnya kita memiliki rumah sakit yang dapat menunjang proses pembelajaran. Berdirinya RSP Unud merupakan kebanggaan karena menunjukkan Unud selangkah lebih maju dalam hal pendidikan dan penelitian. Sehingga kompetensi mahasiswa dapat lebih terfokus untuk pendidikan dokter umum, walau aspek pelayanan juga turut diperhitungkan,” ungkap Dr. dr. Dewa Putu Gede Purwa Samatra, Sp.S(K) selaku Ketua Komite Medik di RSP Unud.

Dokter Purwa Samakra, Ketua Komite Medik RSP Udayana

Dokter Purwa Samatra, Ketua Komite Medik RSP Unud

RSP Unud secara resmi dibuka bertepatan dengan Purnama Kapat, Sabtu 19 Oktober 2013 kemarin. Pendirian rumah sakit ini dilatarbelakangi UU Nomor 20 Tahun 2013 yang mewajibkan setiap Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter mempunyai rumah sakit pendidikan minimal tipe B atau bekerja sama dengan salah satu rumah sakit setempat. Pembangunannya sendiri digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) tanpa adanya campur tangan dari daerah dan masih berada dibawah naungan RSUP Sanglah. Maka dari itu sebagian besar tenaga medisnya berasal dari RSUP tersebut.

Dari segi infrastruktur, RSP sudah membuka poliklinik spesialis dan umum. Namun belum ada fasilitas yang menunjang untuk pelayanan rawat inap serta UGD. Hingga saat ini, baru kurang lebih lima persen dari jumlah infrastruktur yang direncanakan terpenuhi. Diantaranya poliklinik spesialis penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, bedah, bedah tulang, geriatric, neurology, mata, THT, dan kulit kelamin. Sedangkan untuk ruang operasi, gawat darurat, ruang intensif, rontgen, ruang mayat, laboratorium, dan rawat inap masih belum memadai. Sehingga para pasien yang datang baru bisa menjalani pengobatan rawat jalan saja di RSP ini.

RSP Unud, mahasiswa, pendidikan

Potret Rumah Sakit Pendidikan Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

Lokasi Bukit Jimbaran dipilih mengingat kampus Unud terpusat di daerah tersebut dan keberadaan RSP ini bertujuan lebih memaksimalkan lahan yang ada. Namun kondisi Bukit yang jauh dari pusat kota dikhawatirkan akan memengaruhi jumlah pasien yang berkunjung. Menurut keterangan  dokter Purwa, yang juga selaku Ketua PSPD di FK Unud, hal itu telah diantisipasi dengan cara mempromosikan keberadaann RSP melalui iklan di berbagai media cetak dan elektronik, serta sosialisasi dari pejabat masing-masing daerah. Jika melihat jumlah pasien yang berkunjung, usaha promosi tersebut telah membuahkan hasil. Data statistik menunjukkan total pasien yang datang ke RSP Unud bulan November lalu sekitar 197 orang. Angka tersebut sudah dapat dikatakan banyak mengingat hari beroperasinya masih dari Senin sampai Jumat pukul 08.00-16.00 WITA.

“Semoga pendirian fasilitas rawat inap di RSP dapat segera dituntaskan dan RSP tidak hanya berstatus sebagai poliklinik saja, tapi juga RS dengan fasilitas lengkap. Selain itu dengan berdirinya RSP diharapkan dapat memicu pembangunan di Bukit, sehingga jangka waktu 5 tahun ke depan seluruh pendidikan S1 dapat terfokus di Bukit Jimbaran”, pungkas dokter yang aktif dalam Ikatan Dokter Indonesia ini.

 

Article by: Yuli dan Adi

Edited by: @dedekfriday

Tinggalkan komentar