Home » Artikel » Rinitis Alergi

Rinitis Alergi

Denpasar – InjeksiOnline.com. Apakah anda sering bersin-bersin di pagi hari dan disertai pilek? Anehnya menjelang siang hari, gejala tersebut akan menghilang perlahan, dan yang menjengkelkan gejala tersebut berulang kali terjadi. Nah, terdapat kemungkinan anda menderita rinitis alergi. Penyakit ini memang sangat sering terjadi di masyarakat. Bagi yang belum mengetahuinya secara jelas, yuk kita bahas bersama-sama.

Rinitis alergi merupakan gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah pajanan allergen (penyebab alergi) melalui inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen tersebut pada mukosa hidung. Rinitis alergi ini ditandai dengan hidung yang berair (runny nose) yang disebabkan oleh suatu proses alergi. Alergi merupakan suatu sifat bawaan pada manusia dan juga sebagian diketahui adanya peran genetik.

Tanda dan gejala rinitis alergi sangat beragam mulai dari hidung, mata bahkan sampai ke telinga dan tenggorokan. Gejala dan tanda pada hidung seperti hidung mengeluarkan air/ingus (rinore), hidung tersumbat, bersin-bersin, gatal pada hidung, berkurangnya indera penciuman, Gejala dan tanda pada mata seperti gatal pada mata, mata kemerahan, bengkak dan berwarna biru kegelapan pada kulit di bawah mata yang disebut dengan istilah allergic shiners. Gejala dan tanda pada telinga dan tenggorokan seperti nyeri tenggorokan, suara serak, gatal pada tenggorokan atau telinga dab bengkak pada telinga. Pada rinitis alergi, terdapat pula istilah allergic salute yaitu perilaku anak yang suka menggosok-gosok hidungnya akibat rasa gatal dan allergic crease yaitu tanda garis melintang di dorsum nasi pada 1/3 bagian bawah akibat kebiasaan menggosok hidung.

Tanda dan gejala di atas seringkali timbul pada saat bangun pagi hari, tetapi bisa juga terjadi sepanjang hari. Hal ini dapat menyebabkan penderita sulit konsentrasi, sakit kepala, gangguan tidur, emosi dan membuang ingus berkali-kali sehingga menurunkan produktivitas pada pekerjaan. Seringkali tanda dan gejala tersebut dipicu oleh beberapa hal seperti: kutu tungau, debu rumah, serbuk sari dari tanaman atau bunga, bulu binatang peliharaan, serangga dan jamur. Bisa juga berupa berupa makanan: susu sapi, telur, kacang-kacangan, ikan, kerang, seledri, apel serta peach. Alergen lainnya: lateks, formaldehid, asap kendaraan bermotor, dan asap rokok.

Untuk terapi, yang terpenting adalah sedapat mungkin mengenali faktor pemicu dan menghindarinya. Pengobatan rinitis lini pertama adalah dengan menggunakan steroid semprot hidung (nasal steroid), kemudian ada beberapa obat lainnya yang dapat diberikan seperti antihistamin, dekongestan, larutan salin dan sodium kromoglikat tergantung tingkat keparahan dari gejala yang terjadi pada pasien. (Amiik) edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar