Home » Profil » Profil Dr. I Made Rustika

Profil Dr. I Made Rustika

Dr. I Made Rustika

Dr. I Made Rustika

Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) tahun ini kembali menunjukkan kualitasnya. Setelah berhasil meraih akreditasi B, Prodi Psikologi kini mempunyai sosok Doctor baru yang siap memajukan Prodi Psikologi ini. Dr. I Made Rustika, M.Si, Psi., begitulah nama lengkap dosen yang terkenal ramah dan hangat ini. Tepat pada bulan Januari tahun 2014 ini, beliau berhasil mendapatkan gelar Doctor nya setelah menempuh pendidikan S-3 selama 5 tahun di Program Doctor Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM).

Dosen yang akrab disapa Dr. Made ini sebelumnya pernah menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Psikologi UGM dari tahun 1977 sampai 1983, kemudian beliau melanjutkan studi S-2 nya di Program Pascasarjana Fakultas Psikologi UGM dari tahun 1989 sampai tahun 1993 dan akhirnya di awal tahun ini beliau berhasil menyelesaikan studi S-3 nya yang ditempuh sejak tahun 2009. Meskipun sebagian besar waktu beliau dihabiskan untuk menempuh pendidikan di UGM, Dr. Made Rustika ternyata sudah lama mengabdikan dirinya di FK UNUD.

Dosen yang lahir di Bajra, Tabanan, pada tanggal 21 Januari 1958 ini mengawali karirnya di FK pada bulan Maret tahun 1984, dimana pada saat itu beliau bertugas di bagian Psikiatri FK UNUD yang pada saat itu bertempat di RSU Wangaya. Kemudian sekitar tahun 1993, beliau pindah tugas ke bagian Ilmu Perilaku FK UNUD. “Setelah itu, sekitar tahun 2005 sampai tahun 2007 saya bersama 4 rekan saya yaitu Pak Supriyadi, Bu Adijanti Marheni, Bu Hilda dan Bu Swasti Wulanyani mendirikan Prodi Psikologi ini. Cukup lama saya berusaha membentuk Prodi Psikologi ini sampai akhirnya pada tahun 2009  Prodi Psikologi di FK ini resmi terbentuk, dan sejak itu saya pindah ke Prodi ini”, tutur Dr. Made Rustika.

Selama mengajar dan menempuh pendidikan, Dr. Made Rustika juga aktif menulis di Rubrik Psikologi yang ada di Harian Bali Post. Sejak tahun 1995 sampai tahun 2005, ada sekitar 100 lebih tulisan yang berhasil beliau tulis. Dan semua tulisan itu telah dikumpulkan oleh beliau dan rencananya akan dikumpulkan sehingga menjadi sebuah buku yang isinya seputar Psikologi.

Selama menempuh pendidikan S-3 ada banyak pengalaman dan hal menarik yang beliau dapatkan disana. “Kesan saya selama menempuh S-3 pastinya sangat mengasikkan, karena segala sesuatu memang harus dijalani dengan enjoy. Nah pada saat itu angkatan saya hanya berjumlah 10 orang, dan saya merupakan orang tertua karena teman-teman saya lebih muda, sebaya dengan anak saya yang paling tua. Saya ingat sekali pada waktu itu Dekan yang merupakan adik kelas saya pada waktu S-1 berpesan pada saya bahwa dengan umur saya yang tua, bukan berarti saya boleh berlambat-lambat dalam menyelesaikan studi saya, karena terlambat berarti ditinggalkan. Pada saat itu saya merasa tertantang dan saya berpikir usia saya yang tua justru menjadi pemacu saya untuk cepat-cepat menyelesaikan studi saya, dan saya tidak akan kalah dengan teman-teman saya yang usianya lebih muda”, tutur beliau dengan semangat. Beliau juga menceritakan bahwa di UGM khususnya, untuk menempuh studi S-3 sangatlah susah. Oleh karena itu beliau berpesan bahwa dalam menempuh pendidikan kita harus semangat dan tidak boleh terlalu santai dan lambat.

Setelah menyelesaikan studi S-3 ini, beliau berencana untuk membuat sebuah penelitian yang akan dimasukkan ke Jurnal Internasional yang mempunyai reputasi sebagai salah satu syarat untuk menjadi Profesor. Selain itu beliau juga berencana akan membuat buku ajar yang merupakan hasil rangkuman dari berbagai sumber.

Dr. Made Rustika juga mengatakan bahwa beliau sangat bangga melihat kondisi FK terutama Prodi Psikologi saat ini karena beliau banyak menjumpai mahasiswa yang cerdas. Beliau juga berharap Prodi Psikologi bisa terus berkembang dan meningkatkan akreditasi agar mencapai A dan minimal bisa menduduki peringkat dunia. Hal tersebut pastinya tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, baik itu karya-karya dosen, prestasi mahasiswa, dan masih banyak unsur yang lainnya. “Selain mengembangkan Prodi Psikologi, saya mempunyai harapan lain yaitu saya berharap supaya dalam suatu Prodi ada ruangan khusus untuk penjabat-penjabat dalam Prodi seperti ruangan untuk kepala Prodi. Saya sebenarnya sudah mengusulkan kepada pihak dekanat, semoga harapan saya nantinya bisa direalisasikan”, ujar Dr. Made Rustika sambil tersenyum. (Dayu Wiwid)

Tinggalkan komentar