Pernikahan Dini dan Kesehatan, Pikirkan Masa Depanmu!

Oleh : Rovie Hikari

Pernikahan seharusnya dilakukan pada saat usia yang siap, baik siap secara fisik maupun secara mental. Rentang usia remaja menurut WHO (World Health Organization) adalah 10 hingga 19 tahun. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2016, usia normal untuk melakukan pernikahan yaitu pada laki-laki dengan usia 25 tahun dan wanita usia 21 tahun. Namun, saat ini banyak masalah yang terjadi pada pernikahan salah satunya pernikahan dini. Pernikahan dini adalah pernikahan sepasang ataupun salah satu pasangan yang masih dalam kategori di bawah umur 21 tahun. Untuk menghindari angka pernikahan dini, usia pernikahan di Indonesia telah diatur pada Undang-Undang yaitu UU Nomor 1 tahun 1974 pasa 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa pernikahan dapat dilaksanakan pada pria berusia 19 tahun dan wanita 16 tahun dengan ijin dari orang tua.

Pada tahun 2010, pernikahan dini di Indonesia menduduki peringkat 37 dari seluruh dunia, hal ini membuat Indonesia memiliki angka pernikahan dini yang tinggi serta tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja. Menurut BKKBN, jumlah pernikahan dini di Indonesia pada tahun 2013 masih tergolong tinggi terutama di daerah perdesaan dengan rasio 67/1000 pernikahan. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pernikahan dini adalah faktor budaya setempat, rendahnya pengetahuan, tingginya kemiskinan. Adapun beberapa masalah kesehatan yang dapat timbul dari pernikahan dini diantaranya adalah:

  1. Risiko mengalami keguguran

Pada wanita yang melakukan pernikahan dini akan banyak masalah yang dapat terjadi salah satunya mengalami keguguran kandungan. Hal ini karena wanita yang menikah di usia muda atau remaja masih belum siap secara fisik maupun mental. Organ dalam tubuh wanita yang belum sepenuhnya matang dapat berisiko terhadap perkembangan janin sehingga hal ini rentan menyebabkan keguguran pada janin.

  1. Wanita hamil pada usia muda berisiko mengalami tekanan darah tinggi

Pernikahan dini sering kali dilakukan karena wanita hamil sebelum waktunya. Hal ini berisiko tinggi terhadap kondisi kesehatan wanita yaitu peningkatan tekanan darah. Seorang wanita hamil dapat mengalami komplikasi kehamilan yaitu preeklamsia yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, protein dalam urin dan kerusakan organ dalam tubuh. Hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius tidak hanya pada ibu tapi juga pada bayi.

  1. Wanita hamil rentang terkena anemia

Perempuan memang rentan terkena anemia baik pada saat menstruasi biasa maupun selama kehamilan. Namun, pada wanita yang hamil di usia muda berisiko lebih besar mengalami anemia dikarenakan kurangnya konsumsi zat besi. Anemia yang dialami wanita hamil dapat berakibat buruk pada tumbuh kembang janin.

  1. Bayi terlahir prematur

Pada wanita hamil di usia muda berisiko melahirkan bayi prematur sebelum waktunya, sehingga berakibat bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat badan yang kurang dari 2500 gram ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Hal tersebut dapat terjadi karena bayi kurang bulan atau sebelh 37 minggu, usia ibu di bawah 20 tahun atau diatas 35 tahun. Adapun risiko lainnya dari bayi prematur dapat mengalami gangguan pernafasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah kesehatan lainnya.

  1. Risiko mengalami kematian saat melahirkan

Wanita hamil yang akan melahirkan memiliki risiko mengalami kematian. Namun, pada wanita di bawah umur risiko mengalami kematian saat bersalin lebih besar karena belum siap secara fisik untuk melahirkan bayi. Salah satu penyebabnya adalah panggul yang masih kecil sehingga bayi sulit untuk keluar, hal ini tidak hanya berbahaya pada ibu tetapi juga pada bayi.

  1. Psikologis pasangan maupun anak terganggu

Pasangan yang melakukan pernikahan dini sering kali menyebabkan kesehatan psikis terganggu karena usia yang belum matang sehingga dapat menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga. Akibat dari pertengkaran dan ketidakharmonisan dalam berumah tangga juga berdampak pada psikologis anak. Anak-anak yang sering terpapar dengan situasi dan kondisi yang mencekam seperti pertengkaran rumah tangga dapat mengalami depresi, trauma, ataupun gangguan kecemasan sehingg sulit untuknya menerima kenyataan.

Beberapa dampak kesehatan yang dapat muncul akibat dari pernikahan dini, sehingga pernikahan harus dipikirkan secara matang.

 

Sumber:

 

Tinggalkan komentar