Penggunaan Lipstik Rentan Tertelan, Bahaya Nggak Sih?

Penampilan merupakan hal yang sangat penting terutama bagi wanita, salah satunya yaitu merias wajah. Sangat banyak terdapat komponen-komponen yang digunakan untuk merias wajah, misalnya penggunaan lipstik. Lipstik digunakan untuk peawarnaan bibir. Terdapat banyak sekali pilihan merek dan warna lipstik di pasaran dan jenis kosmetik ini juga tidak hanya marak digunakan pada kalangan dewasa saja, bahkan di kalangan ABG, remaja dan ibu-ibu juga gemar menggunakannya. Namun dibalik fungsinya untuk kosmetik tersebut lipstik dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Journal of Hazardous Material tahun 2010 mengungkapkan beberapa lipstik mengandung logam berat yang berbahaya bagi tubuh manusia seperti paraben, methacrylate, timbal, kromium, dan cadmium. Beberapa logam berat ini bersifat toksik dan karsinogen. Toksik karena logam menduduki ikatan tersebut dalam beberapa jenis sistem enzim dalam tubuh. Ikatan tersebut mengakibatkan tidak dapat efektifnya enzim yang bersangkutan. Salah satu gangguan yang diakibatkan oleh keracunan Pb dan persenyawaan anorganiknya adalah gangguan pada sistem hematopoetik adalah terhambatnya aktifitas enzim aminolevulinic acid dehydrogenase (ALAD) dalam eritroblas sumsum tulang dan eritrosit pada sintesis heme. Hal ini akan mengakibatkan penurunan kadar ALAD dengan darah dalam peningkatan kadar amino levulinate acid (ALA) dalam serum dan urin.

Selain itu dapat menjadi pemicu biopsies kanker payudara akibat akumulasi kromium, kadmium, dan timbal. Timbal sebagai bahan yang tidak murni dapat mengganggu kecerdasan bahasa dan tingkah laku, keguguran, mengurangi fertilitas pada laki-laki dan perempuan. Perubahan hormonal, tertundanya masa pubertas bagi perempuan. Pada laki-laki perkembangan testis mungkin akan mengalami mudah diserang. Wanita hamil dan anak-anak juga mudah diserang karena timbal dapat melintasi plasenta dan bisa jadi masuk dalam otak janin sehingga dapat mengganggu kecerdasan janin

Berdasarkan peraturan BPOM RI nomor 17 tahun 2014 tentang perubahan atas peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor HK. 03.1.23.07.11.6662 tahun 2011 tentang persyaratan cemaran mikroba dan logam berat dalam kosmetika, dinyatakan bahwa batas cemaran timbal dalam kosmetika adalah ?20 mg/kg. Namun penggunaan lipstik yang diaplikasikan pada bibir ini menyebabkannya rawan untuk tertelan karena dapat menempel pada makanan saat masuk ke dalam mulut. Sedangkan CSC mengasumsikan bahwa lipstik sama dengan permen karena keduanya sama-sama dapat tertelan. Batas cemaran timbal dalam permen 0,1 ppm. Journal Chemical Engineering Research Articles menyatakan bahwa beberapa sampel lipstik yang diteliti memiliki kandungan timbal lebih dari 0,1 ppm.

Hal ini menunjukkan bahwa kandungan timbal pada lipstik masih dalam batas normal dan memenuhi syarat untuk digunakan oleh masyarakat sesuai yang telah ditetapkan oleh BPOM. Namun meskipun demikian terdapat beberapa lipstik yang memiliki kandungan diatas 0,1 ppm melebihi batas kandungan timbal untuk konsumsi yang setara dengan permen.  Karena penggunaanya yang rentan tertelan, penggunaan secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama perlu diwaspadai mengingat sifat timbal yang dapat terakumulasi dan mengendap di dalam tubuh. Timbal yang masuk tersebut akan dimetabolisme dan dapat mengendap sekitar 90% pada jaringan keras seperti tulang dan gigi, sedangkan 10% nya lagi akan mengandap pada jaringan lunak seperti hati, ginjal dan otak.

Sangat banyak dampak negative yang dapat ditimbulkan penggunaan lipstik jika penggunaanya tidak tepat dan hati-hati. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak buruk ini yaitu dengan membeli produk lipstik yang original dan memperhatikan kandungan dari lipstik tersebut. Selain itu karena penggunaanya yang mudah tertelan saat makan dapat dihindari dengan menghapus lipstik ini sebelum makan kemudian dapat diaplikasikan kembali jika sudah selesai. Lebih rumit memang untuk dilakukan, namun jika demi diri kita sendiri kenapa tidak???

 

Sumber :

Adinda, A., Trisnawati, A., Novia, W., Restiawati, M., 2018. Pengaruh Kecerahan Warna Lipstik terhadap Banyaknya Kandungan Logam Berat Timbal, Kromium, dan Kadmium yang Dianalisis Menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS).  CHEESA, 1 (1), 1-6.

Febriatama, F., Endrinaldi, Rofinda, Z.D., 2018. Analisis Kandungan Timbal pada Lipstik yang Terdaftar dan Tidak Terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan yang Dijual di Pasar Raya Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 7 (4), 475-479.

Saleh, Iman, Al Enazi, Sami, & Shinwari, N., 2009. Assessment of Lead in cosmetics products. Regulatory Toxicology and Pharmacology, 54, 105-113.

Edited by Bayu Mahendra

Tinggalkan komentar