Home » Artikel » Merokok itu Berbahaya, Bukan?!

Merokok itu Berbahaya, Bukan?!

“Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”

DENPASAR, INJEKSIONLINE.com – Tidak asingkah anda dengan slogan tersebut diatas? Tentu saja tidak bukan, terutama bagi anda yang gemar merokok. Bagi kebanyakan orang di Indonesia merokok merupakan hal yang mengasyikkan, namun tanpa sadar berbagai macam racun berbahaya dalam kandungan rokok akan memicu terjadinya banyak penyakit kronik. Bahkan tingginya populasi dan konsumsi rokok, menempatkan Indonesia pada urutan ke-3 konsumen tembakau atau rokok di dunia setelah China dan India dengan konsumsi 220 milyar batang per tahun 2005.

Tahun 2005 juga Pemda DKI Jakarta mengeluarkan Perda larangan merokok dan sempat gencar mengadakan operasi dibeberapa lokasi larangan merokok dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan fatwa yang menyatakan haram merokok bagi golongan tertentu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rokok adalah pembunuh yang akrab di tengah-tengah masyarakat. Setiap detik, satu orang meninggal akibat merokok. Rokok juga membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35 sampai dengan 69 tahun. Sedang Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia tahun 2006 melaporkan, 64,2% anak sekolah yang disurvey terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Sebanyak 37,3% pelajar merokok, dan 3 diantara 10 pelajar pertama kali merokok sebelum berumur 10 tahun (30,9%).

Mengapa hal ini bisa terjadi? Nikotin adalah salah satu zat berbahaya yang dikandung rokok. Nikotin adalah komponen adiktif tembakau, ia akan diserap di dalam darah dan mempengaruhi otak dalam waktu 10 detik. Hal ini menyebabkan perokok merasa relax karena neurotransmitter, gelombang denyut jantung, tekanan darah, dan adrenalin yang terasa baik. Akibatnya, sifat ketergantungan nikotin pada otak dan tubuh untuk sementara hilang. Perokok merasa lebih buruk jika mereka tidak merokok dan inilah yang memperkuat keinginan untuk merokok lagi. Selain itu terdapat beberapa zat berbahaya yang lainnya yakni :

  • Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene juga dikenal sebagai bensol merupakan senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan cairan tidak berwarna.
  • Cadmium sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif yang ditemukan baterai.
  • Metanol (alkohol kayu) adalah alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena (bahan bakar yang digunakan dalam obor las) merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia ditemukan di mana-mana di lingkungan tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida adalah racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik adalah bahan yang terdapat dalam racun tikus.

Sebagai langkah pencegahan, berbagai macam upaya pun dilakukan oleh berbagai pihak yang tergugah untuk memerangi angka pemakaian dan kematian rokok. Puncaknya pun dapat terlihat kemarin saat “No Tabacco Day” (Hari Bebas Tembakau.red) yang diperingati setiap tanggal 31 Mei. Contohnya sebagai fakultas yang bergerak dalam bidang kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) seakan tidak mau ketinggalan untuk bersama memerangi rokok.

Diadakan secara bertahap, kegiatan yang bertajuk Penanggulangan Masalah Merokok (PMM) FK Unud 2011 ini memang rutin diselenggarakan tiap tahunnya oleh Badan Semi Otonom Kelompok Ilmiah Hippocrates (BSO KIH) FK Unud. PMM tahun ini memiliki empat acara utama yakni senam jantung sehat, stand informasi, talkshow dan No Tabbaco Street Team (NTST) yang akan menerjunkkan langsung mahasiswa ke jalan untuk ‘menyidak’ perokok dan menukarkan rokoknya dengan permen.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat umum dan civitas akademika Unud tentang bahaya merokok bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan, salah satunya melalui tidak merokok,” ungkap I Gede Wahyu Adi Raditya selaku ketua panitia PMM 2011. (@yudofandhie)

sumber :

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/05/31/ketika-hari-tanpa-tembakau/

http://www.depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1092-aksi-simpati-memperingati-hari-tanpa-tembakau-sedunia.html

 

Tinggalkan komentar