Home » Featured » Menjelajahi Surga Kecil di Kepulauan Komodo

Menjelajahi Surga Kecil di Kepulauan Komodo

 

Saat matahari terbenam di puncak kecil Gili Lawa Darat

Saat matahari terbenam di puncak kecil Gili Lawa Darat

Mau jalan-jalan yang ‘gak gitu-gitu aja’? Tidak perlu jauh-jauh hingga ke negeri seberang karena negeri kita tercinta, Indonesia, bisa menyajikannya. Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur bisa menjadi destinasi kalian selanjutnya. Berlibur ke Kepulauan Komodo ini merupakan sebuah ‘paket lengkap’ dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di sana. Patut diakui dari langit tertinggi hingga laut terdalam, Kepulauan Komodo menyajikan pemandangan yang begitu menakjubkan. Nah, untuk bisa mencapai Kepulauan Komodo ini kita harus menuju kota Labuan Bajo dari Denpasar. Sebuah nilai plus karena dengan menggunakan pesawat baling-baling yang terbang tidak terlalu tinggi, kita bisa melihat dengan jelas gugusan pulau cantik sepanjang perjalanan menuju Labuan Bajo.

Terik matahari menyambut kedatangan kami di bandar udara Komodo Labuan Bajo. Dengan taksi bandara, perjalanan dilanjutkan menuju ke Pelabuhan Pelni untuk memulai penjelajahan di Kepulauan Komodo. Ada berbagai pilihan alternatif kapal yang tersedia di pelabuhan ini, mulai dari yang kecil tanpa kabin tidur dengan kapasitas minim hingga kapal besar mewah selayaknya cruise, dengan harga yang lebih mahal tentunya. Perjalanan dengan menggunakan kapal ini dikenal dengan sebutan Live on Board(LOB). Ini merupakan pengalaman pertama saya tinggal selama 3 hari 2 malam di atas kapal. Rasanya? Seru!

Hari pertama, kami mengunjungi 3 buah pulau: Pulau Kelor, Pulau Rinca, dan terakhir kapal bermalam di Pulau Kalong dimana kita bisa melihat ribuan kalong yang keluar dengan  latar matahari tenggelam. Di Pulau Rinca, kita bisa melihat ‘Ora’ atau komodo yang menjadi ikon dari Kepulauan Komodo. Dikenakan biaya tiket masuk taman nasional, retribusi kamera, biaya kapal, dan tips untuk pawang komodo atau ranger. Selama trekking di Pulau Rinca, ranger inilah yang setia menemani untuk menjelaskan asal usul komodo dan tentunya siap menghalau apabila ada komodo yang tiba-tiba menyerang. Trekking di Pulau Rinca sangat menyenangkan karena sejauh mata memandang terbentanglah bukit-bukit savanah yang cantik.

Keesokan harinya, kapal mulai menderukan mesinnya kembali sejak pukul lima pagi. Kami menikmati matahari terbit dari dek atas kapal sementara kapal terus melaju ke pulau selanjutnya, Pulau Padar. Perjalanan melelahkan di Pulau Padar dengan trek yang cukup terjal dan jarak yang jauh, seakan meluap begitu saja. Setibanya di puncak, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa. Pantai pasir putih, pasir abu-abu, pasir merah muda berpadu dengan gugusan bukit-bukit karang dan bentangan biru cakrawala. Tujuan berikutnya adalah snorkeling di Pink Beach dan Pulau Komodo. Pink Beach terkenal karena pasir pantainya yang unik berwarna merah muda karena berasal dari gerusan karang merah bawah laut. Hari kedua ditutup dengan perjalanan ke Gili Lawa Darat untuk melihat sunset dan bermalam di sana.

Pengalaman yang tidak boleh dilewatkan di Gili Lawa Darat adalah hiking ke puncak tertinggi pagi-pagi buta untuk mengejar matahari terbit. Andai saja lensa kamera bisa menangkap gambar seperti yang terlihat dengan mata kepala secara langsung. Pemandangan dari puncak tertinggi Gili Lawa ini sudah tidak bisa lagi digambarkan dengan kata-kata, sungguh sebuah karya agung Sang Pencipta! Setelah puas menikmati panorama Gili Lawa, kapal terus melaju ke Manta Point untuk melihat ikan pari manta dan Pulau Pasir yang merupakan gugusan pasir timbul di tengah-tengah laut. Perjalanan LOB kami diakhiri dengan menikmati Pulau Kanawa. Pulau yang satu ini menyuguhkan  pemandangan bawah laut yang sangat indah dengan jutaan biota laut yang bisa dengan mudah kita temukan saat snorkeling.

Snorkeling di Pantai Pink

Snorkeling di Pantai Pink

Kapal pun harus kembali berlabuh di pelabuhan kota Labuan Bajo. Kami menghabiskan 1 malam di Labuan Bajo dengan menikmati momen matahari tenggelam dari Sunset Paradise Bar dan menikmati makan malam seafood segar di pinggir pelabuhan. Keesokan harinya sebelum bertolak kembali ke Denpasar, kami juga menyempatkan diri untuk menjelajahi Gua Batu Cermin dengan ribuan stalagmit-stalagtit di dalamnya yang tidak kalah menarik dengan yang disajikan oleh Kepulauan Komodo.

Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo hanyalah dua dari jutaan ‘harta karun’ indah tanah air kita yang  masih tersimpan dan belum diketahui masyarakat luas. Yuk, terus jelajahi nusantara Indonesia J

Penulis: Febri

Foto: Febri, Dwi, Hans

Tinggalkan komentar