Meningkatkan Keterampilan dan Kreativitas dalam Bidang Jurnalistik di Masa Pandemi pada Pekan Jurnalistik (PETIK) FK Unud 2020

Minggu, 8 November 2020 merupakan puncak acara Pekan Jurnalistik (PETIK) 2020 yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Press and Cyber Community (LPM PCYCO) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Pekan Jurnalistik (PETIK) diselenggarakan setiap tahunnya dan kini hadir dengan mengusung tema “New Normal: How Collaboration, Communication and Creative Thinking Creates New Order of Life”. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Himpunan Mahasiswa, Badan Semi Otonom, dan Lembaga Mahasiswa yang ada dilingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana serta dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang III, Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes. Acara ini pertama kali dilaksanakan secara daring melalui aplikasi cisco webex. Meskipun baru pertama kali dilaksanakan secara daring, acara dapat berjalan dengan lancar hingga akhir.

            Pekan Jurnalistik (PETIK) merupakan perlombaan di bidang jurnalistik yang pada tahun ini diselengarakan dalam skala nasional. Ajang perlombaan ini diadakan guna meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam bidang jurnalistik. Melalui lomba-lomba yang ada pada Pekan Jurnalistik 2020 ini, diharapkan Lembaga Pers Mahasiswa dapat menjalankan fungsi pers walaupun dalam keadaan pandemi. Fungsi ini dijalankan melalui kader yang diharapkan tidak hanya mampu mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi, namun juga bisa berkolaborasi, memiliki kemampuan berkomunikasi, dan berpikir kreatif sebagai bentuk adaptasi dengan tatanan hidup baru.

            Dalam Pekan Jurnalistik (PETIK) 2020 terdapat beberapa cabang perlombaan, diantaranya lomba news anchor, lomba menulis artikel, lomba fotografi jurnalistik, dan lomba poster infografis. Peserta lomba news anchor dan lomba menulis artikel terdiri dari siswa/i SMA/SMK/se-derajat se-Indonesia. Sedangkan peserta lomba fotografi jurnalistik dan poster infografis terdiri dari mahasiswa/i se-Indonesia. Berbeda dengan cabang lomba lainnya, lomba news anchor sendiri terdiri dari dua babak, yakni babak penyisihan dan babak final. Dimana pada babak penyisihan peserta cukup mengirimkan video membawakan sebuah berita yang kemudian dinilai oleh masing-masing juri. Lalu ditetapkan enam besar peserta untuk masuk ke babak final. Babak final dilaksanakan secara online, dimana para peserta akan langsung tampil membawakan berita di hadapan para juri untuk dinilai. Tak hanya itu, terdapat juga sesi voting untuk menentukan juara favorite berdasarkan jumlah likes terbanyak pada video peserta lomba news anchor yang telah di-upload di akun Instagram LPM PCYCO FK Unud.

            Mekanisme perlombaan news anchor begitu menarik untuk diikuti, pasalnya peserta ikut membuat sendiri artikel berita yang akan dibawakan dan diharuskan anti-plagiarism. Hal ini tentunya menunjukkan bagaimana peserta memiliki informasi yang luas dengan mencari berita yang terkait dengan tema yang kemudian dirangkai agar menjadi suatu artikel berita yang utuh dan valid. Lomba news anchor pada tahun ini dijurii oleh Putu Suprapti Santy Sastra, SH, CHt., Cl yang merupakan pimpinan Santy Sastra Public Speaking dan Kadek Dwi Widyantari Utami yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang memiliki kompetensi di bidang public speaking dengan beragam pengalamannya serta merupakan Co-Founder Public Speaking Bali.

            Pada akhir acara, ketika diwawancarai, Ni Kadek Chandra Ayu Sarining Merta menyampaikan kesannya selaku ketua panitia pelaksana Pekan Jurnalistik (PETIK) 2020. Ia mengatakan menjadi salah satu bagian dari Panitia Pekan Jurnalistik (PETIK) 2020 mengajarkannya banyak hal, memberikan pengalaman-pengalaman baru, serta relasi yang semakin bertambah. Ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kembali menjadi bagian dari kepanitiaan ini. Ia juga menyampaikan acara ini bisa sukses terlaksana karena berkat kerja keras dari seluruh panitia. Adapun ia berharap agar acara Pekan Juranlistik (PETIK) tahun depan dapat lebih berinovasi dan mampu menjadi wadah bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengekspresikan diri mereka dalam bidang jurnalistik.

Penulis: Luh Komang Tresia Putri Wulandari

Sumber: Ni Kadek Chandra Ayu Sarining Merta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *