Maraknya Pengguna Narkoba, Jangan Menjadi Salah Satunya

Belakangan ini banyak ditemukan kasus penyalahgunaan narkoba yang cukup meresahkan serta mengejutkan masyarakat Indonesia. Belum lagi, beberapa kasus penyalahgunaan narkoba dilakukan oleh artis/public figure yang selama ini menjadi dambaan masyarakat satu per satu terungkap dengan barang bukti fisik obat penimbul kecanduan tersebut.

Narkoba pada dasarnya digunakan sebagai pereda rasa sakit dan mengurangi tingkat kesadaran seseorang. Namun karena kurangnya pengetahuan dalam menggunakan obat-obat ini, maka terjadilah penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkanpenelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2017, ditemukan bahwa lebih dari tiga juta kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sekitar 37-40 orang meninggal dunia akibat mengonsumsi narkoba di Indonesia. Sungguh menakutkan bukan?

Narkoba ini dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi level, yaitu:

1. Level I, merupakan kategori obat yang paling berbahaya, berpotensi sangat tinggi pada kecanduan, dan tidak digunakan untuk keperluan medis. Contohnya seperti Heroin, LSD, Ekstasi, dan Marijuana.

2.Level II, merupakan kategori obat yang memiliki tingkat kecanduan tinggi, namun dapat digunakan untuk keperluan medis pada kasus tertentu dan diperlukan resep dokter untuk mendapatkannya. Contohnya seperti Methadone, Demerol, Kodein, dan Morfin.

3.Level III, merupakan kategori obat yang memiliki potensi rendah hingga sedang untuk ketergantungan fisik dan psikologis. Contohnya seperti Vicodin, Ketamin, dan Suboxone.

4.Level IV, merupakan kategori obat yang telah memiliki bukti medis dan memiliki potensi rendah penyalahgunaan dan kecanduan. Contohnya seperti Xanax, Ativan, Klonopin, Valium, dan Soma.

5.Level V, merupakan kategori obat yang paling tidak memiliki efek ketergantungan. Contohnya seperti Robitussin AC, Ezogabine, dan obat batuk.

Selain klasifikasi dari narkoba, perlu diketahui pula gejala dari pengguna narkoba untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba, yuk simak di bawak ini.

1.Kesulitan dan merasa tidak tertarik terhadap pekerjaan/pembelajaran

2.Performa bekerja menurun, seperti telat dan terlihat lelah.

3.Perubahan pada penampilan fisik, seperti mata merah, warna kulit pucat, letih, hilang napsu makan sehingga kehilangan bobot tubuh

4.Bermasalah terhadap finansial
Perubahan pada kebiasaan tidur

Gejala umum ini dapat digunakan untuk mendeteksi pengguna narkoba di sekitar kita. Dengan ini diharapkan dapat membantu pengguna-pengguna tersebut untuk berhenti sejak dini sehingga kematian akibat mengonsumsi dapat dihindari dan diturunkan.

Sumber:
Crane M. Drug Classifications: Scheduling of Narcotics and Prescription Drugs [Internet]. American Addiction Centers. 2019 [cited 7 August 2019]. Available from: https://americanaddictioncenters.org/prescription-drugs/classifications

Crane M. How to Tell if Someone Is on Drugs: Opiates, Marijuana, and More [Internet]. American Addiction Centers. 2019 [cited 7 August 2019]. Available from: https://americanaddictioncenters.org/adult-addiction-treatment-programs/know-is-someone-on-drugs

Namira I. 16 Fakta Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, Angkanya Naik Tiap Tahun [Internet]. IDN Times. 2019 [cited 7 August 2019]. Available from: https://www.idntimes.com/science/experiment/izza-namira-1/fakta-penyalahgunaan-narkoba-di-indonesia/full

Narcotics (Opioids) | DEA [Internet]. Dea.gov. 2019 [cited 7 August 2019]. Available from: https://www.dea.gov/taxonomy/term/331

Tinggalkan komentar