LIPUTAN BERITA SEMINAR NASIONAL BKFK KE 59

Sabtu, 6 Maret 2021 telah berlangsung Seminar Nasional BKFK (Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran) Universitas Udayana ke-59 yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Cisco Webex Meetings. Seminar Nasional BKFK ke-59 ini juga dapat disimak secara live pada channel Youtube fkudayanaofficial bagi mereka yang tidak dapat bergabung pada aplikasi Cisco Webex Meetings. Seminar Nasional BKFK ke-59 kali ini mengangkat tema “Surviving the New Normal: How Medical Teaching and Learning  Adapt During the COVID-19 Pandemic” yang menyelenggarakan dua sesi dimoderatori dua moderator dengan empat topik bahasan menarik dan tentunya empat pembicara yang berkompeten di bidangnya dimulai pada pukul 09.00 WITA hingga selesai. 

Seminar Nasional BKFK ke-59 ini merupakan rangkaian acara BKFK ke-59 untuk memperingati hari jadi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang dilakukan dari pengabdian masyarakat tanggal 7 Februari 2021 hingga nanti hari puncak BKFK ke-59 tanggal 7 Maret 2021. Acara diawali dengan laporan ketua panitia Seminar Nasional BKFK ke-59. Isu dan tantangan terbesar adalah pelatihan skill medis kepada ratusan orang sekaligus. Era pre-covid saja pelatihan skill ini kendalanya cukup banyak, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Tema Seminar Nasional BKFK ke-59 “Surviving the New Normal: How Medical Teaching and Learning  Adapt During the COVID-19 Pandemic” diangkat karena menggambarkan pendidikan akademik dimasa pandemi saat ini. Dimana para pengajar diminta beradaptasi untuk memberikan pengajaran pada calon tenaga medis di era pandemi dan mencetak tenaga medis yang hebat. Diharapkan dengan terselenggaranya Seminar Nasional ini, para peserta mampu menambah wawasan dan mempraktekkannya ke lingkungan sosial.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia BKFK ke-59, Made Indra Erlangga. Dimana ia menyebutkan bahwa para peserta Seminar Nasional BKFK ke-59 ini telah mencapai 900 peserta. Indra Erlangga juga berharap dengan adanya Seminar Nasional ini tenaga pendidik medis mampu menambah wawasan dan mampu mendidik tenaga medis dengan optimal. Setelah dilakukan sambutan dari ketua panitia BKFK ke-59, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua BEM FK Universitas Udayana, Hillary Sekar Ningrum Ompusunggu. Dalam sambutannya ia memberikan harapan-harapannya mengenal Seminar Nasional BKFK ke-59 ini. Pembukaan Seminar Nasional BKFK ke-59 ini ditutup oleh Sambutan dari dekan FK, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, SpB, SpOT(K) sekaligus membuka acara dengan mengetuk mic sebanyak tiga kali. Dalam sambutannya, beliau menuturkan situasi pandemi COVID-19 ini proses belajar mengajar tidak berhenti dan kompetensi anak didik harus sesuai dengan yang diamanatkan kurikulum. Tanggung jawab sebagai pendidik semakin besar, dimana para pendidik harus mengantarkan anak didik untuk meraih kompetensi yang optimal. Dengan terselenggaranya Seminar Nasional BKFK ke-59 ini, menunjukkan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya kewajiban dosen saja tetapi juga kewajiban semua orang untuk menghasilkan anak didik yang berguna bagi bangsa dan negara. 

Sesi pertama dalam Seminar Nasional BKFK ke-59 ini dimoderatori oleh dr. I Gusti Ayu Sri Darmayani, M.Pd.Ked., Sp.OG dengan dua topik, yaitu ‘Strategi Pengajaran dan Asesmen pada Program Pendidikan Dokter Tahap Akademik dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru: Lessons Learned and Future Direction’ yang dibawakan oleh dr. Diantha Soemantri, MMedEd, Ph.D dan  ‘Pendidikan Dokter PPDS di Masa Pandemi’ yang dibawakan oleh Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp.PD-KGer.FINASIM. Setelah dilakukan sesi pertama, akan dilanjutkan sesi diskusi selama 20 menit dimana jika para peserta bisa mengetik pertanyaan di kolom chat dan nantinya akan dijawab langsung oleh dua narasumber yang berkompeten ini.

Sesi kedua dalam Seminar Nasional BKFK ke-59 ini dimoderatori oleh dr. Ni Putu Wardani, M.Biomed., Sp.An dengan dua topik bahasan yaitu ‘Challenges and Opportunities of Undergraduate Medical Education in COVID-19 Crisis’ yang dibawakan oleh  Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes dan  “Assessment and Evaluation of Undergraduate Medical Education: COVID-19 Crisis and Beyond’ yang dibawakan oleh dr. I Gusti Ayu Harry Sundariyati, MHPE. Seperti di sesi pertama, setelah sesi kedua selesai, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi selama 20 menit. Jika para peseta ingin memberikan pertanyaan bisa mengirimkan lewat kolom chat dan nantinya juga akan dijawab langsung oleh dua narasumber dua topik menarik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *