Home » FK Unud » Kunjungan Sosial BKFK 52

Kunjungan Sosial BKFK 52

Denpasar, injeksionline.com Kunjungan Sosial merupakan salah satu acara dari rangkaian BKFK 52 di bagian pengabdian masyarakat. Acara ini diketuai oleh I Gusti Ayu Sri Wulan W. beserta Komang Noviantari. Mereka mengatakan acara kunjungan sosial ke panti asuhan Eben Haezer di Jalan Palapa IV/D2, Sidakarya ini diadakan karena kepedulian akan sesama dan melalui acara kunjungan sosial diharapkan kita dapat lebih berpikir luas bahwa ada orang-orang yang hidup dengan kekurangan serta agar lebih bisa mengerti apa arti hidup dan indahnya rasa berbagi dengan sesama. Dan panti asuhan Eben Haezer menjadi tempat tujuan adalah karena panti itu bisa dianggap terpencil dan donasi yang dapat dikatakan sedikit.

Acara dimulai dengan doa kemudian kata pembuka oleh ketua panti asuhan Eben Haezer, Bapak Rudi Kakasih, STh. Bapak Rudi mengatakan bahwa panti asuhan ini berdiri pada tahun 1988, hanya saja pada tahun itu panti asuhan ini belum sah secara hukum. Panti asuhan ini sah secara hukum tahun 1990. Puji Tuhan panti asuhan ini masih mampu menolong anak-anak yatim piatu, dan anak yang boleh dikatakan ditelantarkan oleh orang tuanya.

Hampir 50% anak di panti ini merupakan anak yang lahir di luar nikah. Panti asuhan ini tidak memiliki sumbangan tetap selain dari depsos. Memang terkadang ada instansi-instansi yang datang untuk membantu. Kesulitan yang dihadapi oleh panti asuhan ini khususnya ketika kenaikan kelas karena banyak yang harus dibeli, sumbangan dari donatur memang ada hanya saja sumbangan dari donatur tidak bisa dipergunakan karena banyak buku yang dipakai berbeda. Dan untuk nama “Eben Haezer” diambil dari Firman Tuhan yang berarti, “sampai disini Tuhan menolong kita” atau disebut juga batu pertologan. Penggagas panti ini berdiri adalah Pdt. Tumundo, dari Gereja GKII. Pak Rudi juga mengucapkan terima kasih banyak kepada panitia yang mau datang untuk menghibur anak-anak panti disana dan membantu mereka.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Pembantu Dekan III, dr. Jawi yang mengatakan terharu akan yang dilakukan oleh bapak Rudi Kakasih. Dia yang mau menolong anak-anak, bagaimanapun kondisinya beserta biaya yang dibutuhkan untuk mengurus anak-anak panti, terlebih Bapak Rudi mengatakan tidak ada donatur tetap. Kemudian dr. Jawi melanjutkan bahwa untuk pendidikan, Universitas Udayana memiliki program beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu. Jika ada anak-anak di panti yang ingin melanjutkan ke jenjang sarjana dapat mengajukan untuk beasiswa.

Dr. Jawi menghimbau agar dalam hidup kita memiliki kasih. Mewujudkan kasih dalam tindakan kita. Kasih itu membawa damai, dan tidak banyak lagi yang mampu dikatakan oleh dr. Jawi, karena dia mengatakan bahwa dia gampang mengeluarkan air mata bila melihat suatu kejadian hari. Dr. Jawi juga menghimbau mahasiswa agar melakukan kegiatan kunjungan sosial secara rutin. Karena berbagi kasih seperti ini selain membantu mereka yang membutuhkan juga sebagai sarana kita untuk menyalurkan apa yang kita miliki. Dan terakhir dr. Jawi mengucapkan terima kasih kepada bapak Rudi dan juga permintaan maaf apabila ada kesalahan yang dilakukan. Diharapkan kunjungan ini boleh memberikan manfaat kepada kedua belah pihak.

Kemudian acara dilanjutkan perkenalan anak panti, lalu games dan penyuluhan tentang kesehatan gigi yang dibawakan oleh mahasiswa kedokteran gigi Universitas Udayana. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan info kepada anak-anak panti pentingnya menjaga kesehatan gigi dan juga cara menggosok gigi yang baik dan benar. Setelah penyuluhan diberikan, acara dilanjutkan makan bersama. kemudian games terakhir. Dan terakhir pemberian sumbangan serta penyerahan secara simbolik oleh ketua panitia kunjungan sosial kepada ketua panti asuhan Eben Haezer.

Kami juga mewawancarai ketua panti asuhan Eben Haezer, Bapak Rudi Kakasih, dia mengatakan di panti asuhan ini setiap anak yang masuk diusahakan untuk sekolah hingga setinggi mungkin. Jika ada anak yang telah memasuki usia jenjang sarjana, maka pihak panti akan berusaha untuk mencarikan sponsor yang membantu biaya kuliah anak tersebut. Dan pernah ada anak yang baru berumur 1 hari sudah dibawa dan dimasukkan ke panti asuhan (sorenya lahir kemudian esok pagi dibawa ke panti asuhan). Bapak Rudi mengatakan panti ini tidak pernah kekurangan.

Tuhan selalu menyediakan jalan bagi panti asuhan ini. Sehingga tidak pernah ada kekurangan makanan dan minuman. Panti asuhan ini juga tidak memiliki website untuk memberitahu pada dunia luas akan panti asuhan Eben Haezer. Namun ada orang yang datang untuk membantu, karena baginya siapapun itu, agama apapun dia, jika memang ingin membantu, pasti akan datang untuk membantu. Untuk panti asuhan Eben Haezer sebelumnya hanya memiliki nomor telepon untuk dihubungi, namun sekarang telah memiliki alamat email (ebenhaezer_dps@hotmail.com).

Berita oleh : Jan Christian (@JanChrs)

Tinggalkan komentar