Home » FK Unud » Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis | Talkshow Jurnalistik Bersama Raditya Dika

Kreatif Menulis, Rejeki Tak Akan Habis | Talkshow Jurnalistik Bersama Raditya Dika

Denpasar, injeksionline.com LPM PCYCO pada tanggal 13 Juli 2014 mengadakan sebuah talkshow nasional bersama Raditya Dika dengan tema “kreatif menulis, rejeki tak akan habis”. Talkshow yang bertempat di hotel Nikki tersebut penuh dihadiri oleh peserta yang antusias. Acara dimulai pada pukul 12.30, namun tidak sedikit peserta yang datang jauh sebelum acara dimulai. Talkshow ini dimulai dengan pembukaan yang diawali oleh laporan ketua panitia, Rizka Auliani, kemudian pimpinan umum LPM PCYCO dan terakhir sekaligus membuka acara yaitu Pembantu Dekan III yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh dr. Oka Negara yang juga merupakan pembina dari LPM PCYCO. Sebelum membuka acara, dr. Oka mengatakan bahwa menulis juga berarti memberitakan kabar baik, dan 2 hal yang sulit adalah berbicara di depan orang banyak dan memulai untuk menulis, bukan menulisnya tetapi bagaimana memulainya. Acara talkshow ini resmi dibuka oleh dr. Oka dengan pemukulan gong. Sebelum memasuki materi, peserta diperdengarkan duet dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan dilanjutkan dengan pemutaran video tentang Raditya Dika mengenai perjalanan karir, prestasi dan karya yang telah diciptakan.

Pemukulan Gong, sebagai tanda pembukaan dari Talkshow

Pemukulan Gong, sebagai tanda pembukaan dari Talkshow

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi, yang juga merupakan acara yang telah ditunggu-tunggu oleh peserta. MC meminta peserta untuk memanggil Radit bersama-sama. Masuknya Raditya ke dalam tempat talkshow membawa suasana yang berbeda ke dalam ruangan. Suara tepukan tangan beserta luapan senang peserta pun terasa saat hadirnya Raditya Dika ditambah penampilan Raditya Dika yang berbeda dari potongan rambutnya turut memberi kontribusi rasa heran dan lucu dari peserta. Bukan Raditya Dika namanya jika tidak mengundang gelak tawa dari para penontonnya, hampir keseluruhan sesi peserta talkshow tidak lepas dari tawa yang disebabkan oleh Raditya Dika. Gayanya yang santai dan pembawaannya yang blak-blakan menambah nilai unik dan lucu dalam dirinya.

Raditya Dika

Raditya Dika saat pemberian materi

Tawa yang keluar dari para peserta bukan berarti tidak ada materi yang bernilai. Itulah Raditya Dika, dalam pembawaan materi tentang bagaimana untuk kreatif menulis, mengeluarkan ide yang dapat berasal dari mana saja, termasuk dari pengalaman pribadi. Tulisan Radit pun tak terlepas dari beberapa pengalaman hidupnya. Radit juga berinteraksi dengan para peserta, diantaranya bertanya tentang apa yang dialami saat ini, dan mencoba untuk mengeksplorasi itu dengan mengubahnya ke dalam tulisan. Radit memberi contoh ketika dia menjemput seorang wanita untuk diajak candle light dinner, ketika sang wanita dipersilahkan untuk  masuk ke dalam mobilnya, ayah wanita tersebut turut masuk ke dalam mobil. Pada awalnya dia meminta diantar ke apotek, setelah sampai, Radit ditanya akan pergi kemana. Radit pun menjawab akan makan malam bersama si wanita, jawaban tak terduga datang dari ayah wanita itu, “oh bagus, kebetulan saya juga lapar” dan akhirnya candle light dinner yang pada awalnya telah direncanakan untuk berdua, agak “terganggu” oleh kehadiran ayah wanita tersebut. Pengalaman yang unik dan lucu tersebut menjadi salah satu bahan tulisannya. Para peserta pun diajak untuk menulis bagaimana perasaan mereka dan apa yang ada dalam pikiran mereka untuk dituangkan ke dalam tulisan melalui kertas yang telah diberikan sebelumnya.

Peserta diberi waktu beberapa menit untuk menulis apa yang ada dalam pikiran mereka. Setelah selesai menulis, Radit memanggil 3 orang peserta untuk maju dan menceritakan tulisan mereka serta pertanyaan yang ingin ditanyakan. Pada momen itupun tak lepas dari tawa para peserta. Radit memberi pesan kepada para peserta untuk jangan takut menulis, meluangkan waktu setengah sampai satu jam dalam satu hari untuk menulis pun akan menghasilkan tulisan yang bila dikumpulkan dapat membuat sebuah buku. Dalam menulis yang terpenting adalah diawali dengan kemauan dan jangan takut untuk menulis. Radit pun selesai memberikan materinya, dimana Radit memfoto seorang peserta yang bernama Yusuf (8 tahun), peserta termuda dalam kesempatan kali ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Capoerra SMANSA, doorprize dan ditutup dengan penampilan akustik dari Morning Lecture.

Berita oleh : Jan Christian (@JanChrs)

Tinggalkan komentar