Home » FK Unud » Badan Semi Otonom (BSO) » KMPA FK Unud; PMTC – “Knowing First for Saving a Better Future”

KMPA FK Unud; PMTC – “Knowing First for Saving a Better Future”

Denpasar – InjeksiOnline.com. Melihat semakin meningkatnya angka prevalensi HIV dan AIDS di Bali, Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (KMPA FK Unud) kembali hadir dengan seminar kesehatan HIV dan AIDS.

Seminar kesehatan ini meruapakan salah satu program kerja dari divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) KMPA FK Unud sebagai salah satu bentuk penyebarluasan informasi mengenai HIV dan AIDS pada masyarakat dan instansi-instansi kesehatan. Bertempat di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, seminar kesehatan kali ini berhasil menarik minat remaja terutama siswa sekolah menengah atas dan juga beberapa instansi kesehatan yang ada di Bali.
Berlangsung pada Minggu 20 Mei 2012, Seminar kesehatan kali ini mengambil tema “Knowing First for Saving a Better Future” dengan menitikberatkan pada program Prevention Mother To Child Transmission (PMTCT) guna memutus mata rantai transmisi virus HIV dari ibu yang terinfeksi HIV ke anak demi memperoleh generasi muda yang sehat. Seminar kesehatan PMTCT kali ini diisi oleh pembicara yang memang kompeten dibidangnya antara lain, Prof. Dr. dr. Nym. Mangku Karmaya, M.Repro yang membawakan materi seputar Epidemiologi dan Patogenesis Transmisi HIV dari Ibu ke Anak, Prof. Dr. dr, Made Kornia Karkata, Sp.OG (K) dengan materi Manajemen Prenatal dan Antenatal pada Ibu dengan HIV Positif lalu diakhiri oleh dr. Ketut Dewi Kumarawati, Sp.A (K) dengan materi Manajemen Postnatal pada Anak dengan Ibu HIV Positif.
Antusiasme peserta seminar terlihat sangat tinggi, banyak pertanyaan kritis yang diterima dan banyak kuantitas penanya yang ingin memperoleh informasi lebih. “Yang kami harapkan selaku panitia dari pelaksaan seminar kesehatan ini adalah peserta dapat memperoleh manfaat dan informasi yang benar mengenai pencegahan penularan HIV dan AIDS dari ibu ke anak, yang nantinya mampu diterapkan sebagai seorang praktisi kesehatan, yang tentunya dalam jangka panjang akan mampu menurunkan angka prevalensi infeksi HIV dan AIDS,” tukas Lindia Prabhaswari selaku ketua panitia seminar kesehatan kali ini.
Dengan melibatkan 50 orang panitia, seminar kesehatan ini dapat berjalan dengan lancar. “Kedepannya kami berharap semoga kegiatan serupa tetap bisa dilaksanakan dengan mengangkat topik dan tema yang memang sedang hangat dibicarakan, tentunya juga dengan menghadirkan pembicara yang sudah berkompeten di bidangnya,” tutup Lindi di akhir wawancara. (Wayan Dedek) edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar