Home » Artikel » Kenali HIV dan AIDS, Jauhi Virusya Bukan Orangnya

Kenali HIV dan AIDS, Jauhi Virusya Bukan Orangnya

Pita merah sebagai lambang solidaritas dan bentuk kepedulian terhadap HIV dan AIDS

Denpasar-Injeksionline.com Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menginfeksi tubuh manusia dan menimbulkan manifestasi penyakit yang dikenal sebagai Aquirred Imunno Deficiency Syndrome (AIDS). AIDS adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena menurunnya kekebalan tubuh. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti tuberkulosis, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, bahkan kanker.

HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman, seperti hubungan seks yang sering berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya. HIV dapat pula ditularkan, melalui transfusi darah atau produk darah yang sudah tercemar oleh virus HIV. Namun hal ini sudah jarang ditemukan, karena transfusi darah telah melalui serangkaian tes yang berguna untuk memastikan bahwa darah yang ditransfusikan tidak tercemar HIV maupun virus-virus lainnya. Selain itu risiko penularan dapat melaui pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan. Hal ini terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik. HIV juga dapat ditularkan dari seorang ibu hamil yang positif terinfeksi virus HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan, dan waktu menyusui.

Hingga saat ini belum ada terapi yang mampu menyembuhkan orang yang terinfeksi virus HIV. Dari pengobatan dan terapi hanya dapat menekan jumlah virus saja. Bagi orang dengan HIV dan AIDS atau yang disebut ODHA, terinfeksi HIV dan AIDS bukan merupakan vonis mati. Mereka dapat hidup secara normal dan lebih lama dengan menjalani terapi antiretroviral (ART) yaitu terapi pengobatan menggunakan ARV (Anti Retroviral). Konsumsi ARV secara tepat dan teratur dapat menekan laju perkembangan virus, namun virus tidak hilang melainkan masih di dalam tubuh dan tetap bisa menularkan ke orang lain.

Seringkali ditemukan informasi yang tidak benar di masyarakat mengenai penularan HIV dan AIDS. Informasi yang tidak benar tersebut akhirnya menjadi sebuah mitos yang menciptakan ketakutan berlebih pada masyarakat. Bahkan tak jarang pula ketakutan tersebut mengakibatkankan diskriminasi terhadap ODHA. Berikut diuraikan beberapa mitos mengeai penularan HIV dan AIDS :

1.HIV bisa menular dari kontak sosial
Faktanya HIV dan AIDS tidak dapat ditularkan melalui kontak sosial seperti makan, minum, bersalaman, menggunakan WC umum bersama ODHA. Mitos ini merupakan mitos yang paling sering mengakibatkan diskriminasi terhadap ODHA.

2.HIV adalah penyakit kaum homoseksual
HIV dan AIDS tidak hanya menginfeksi kaum homoseksual, kaum heteroseksual pun dapat terinfeksi. Hal ini terjadi apabila tidak berhati-hati dalam perilaku. Perlu diketahui pula bahwa virus ini dapat diderita oleh siapa saja yang berisiko.

3.Nyamuk dapat menularkan HIV
Nyamuk tidak memasukkan darah orang lain ke dalam tubuh orang baru yang mereka gigit. Namun, nyamuk menyuntikkan air liur ke dalam korban-korbannya, yang mungkin membawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, demam kuning dan lainnya. HIV tidak berkembang biak pada tubuh serangga, sehingga virus tidak bertahan cukup lama dalam tubuh nyamuk untuk ditransmisikan melalui air liur.

4.Seks oral tidak bisa menyebabkan HIV
Melakukan oral seks dengan pria atau wanita tidak sepenuhnya aman untuk tidak menularkan HIV, meskipun kemungkinan relatif lebih kecil dibandingkan tertular virus melalui hubungan seksual. Air mani atau cairan vagina dapat membawa penyakit. Risiko meningkat ketika terdapat luka terbuka pada alat kelamin dan atau mulut, atau penyakit gusi signifikan atau perdarahan.

5.HIV bisa menular lewat keringat atau ludah
Hanya 3 cairan tubuh yang dapat menularkan HIV dan AIDS yaitu cairan mani, cairan vagina, dan darah. Ludah atau keringat memiliki jumlah atau konsentrasi virus yang sangat sedikit dan belum terbukti dapat menularkan HIV dan AIDS

6.Orang yang HIV positif akan terlihat sakit
Orang dapat terinfeksi HIV selama lebih dari 10 tahun tanpa menunjukkan tanda-tanda atau gejala. Selama bertahun-tahun orang merasa baik, mampu bekerja seperti sebelumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Jadi bahkan jika pasangan tampak sehat, penting untuk mengetahui status HIV.

7.Ibu yang menderita HIV tidak bisa memiliki anak
Perempuan yang terinfeksi HIV masih bisa subur dan risiko menularkan HIV kepada anak yang belum lahir adalah antara 15 sampai 30 persen. Namun, dengan terapi antiretroviral yang sudah tersedia sekarang, tingkat penularan dari ibu ke anak telah turun menjadi sekitar 2-3 persen. Jadi ibu yang menderita HIV tetap punya kesempatan untuk memiliki anak.

8.Tidak ada harapan bagi ODHA
Mitos ini paling sering terdengar, namun pada kenyataannya kemajuan teknologi kedokteran dan farmasi sangat menjanjikan perawatan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi ODHA.

Dari serangkaian penyebab dan mitos tersebut, tentunya membuat masyarakat semakin paham dan lebih berhati-hati mengenai HIV dan AIDS. Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini masyarakat dapat melaksanakan langkah-langkah pencegahan HIV dan AIDS yaitu dengan ABCDE.

  • Abstinence : tidak berhubungan seks secara bebas.
  • Be Faithful : setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan)
  • Condom : untuk yang sering berganti-ganti pasangan dianjurkan untuk menggunakan kondom.
  • Don’t Inject : Katakan tidak pada narkoba dan pastikan selalu memakai jarum suntik steril.
  • Education : Sosialisasikan bahaya HIV dan AIDS pada orang-orang disekitar dan bila perlu sampai ke masyarakat secara luas.

Article by: @umidyantini
Edited by: @dedekfriday

Sumber: dari berbagai sumber

 

Tinggalkan komentar