Home » Artikel » Kenali dan Waspadai Demam Reumatik!

Kenali dan Waspadai Demam Reumatik!

Denpasar – InjeksiOnline.com. Jika seorang anak memiliki sebuah benjolan di siku atau ditempat lain yang disertai kemerahan, jangan pernah menyepelekannya. Mungkin kita banyak menganggap ini gigitan serangga atau sejenisnya. Namun, bisakah kita memastikan itu bukan suatu gejala dari Demam Reumatik (DR) pada anak?

DR banyak menyerang anak-anak hingga usia remaja, yakni umur 5-15 tahun. Penyakit ini diawali oleh adanya gejala radang tenggorokan. Bakteri Streptococcus Beta Hemolytic Grup A (SBHGA), penyebab utama DR, memiliki struktur tubuh dan menghasilkan banyak produk yang bersifat antigenik. Produk ini akan mengganggu sistem daya tahan tubuh. Struktur terluar tubuh Bakteri SBHGA yang tersusun dari Protein M, T, R, merupakan struktur yang lebih banyak berkontribusi dalam proses terjadinya infeksi pada tenggorokan. Protein M sendiri memiliki sifat paling antigenik diantara seluruh produk maupun struktur tubuh Bakteri SBHGA.

Gejala DR yang dapat kita kenali adalah demam, adanya benjolan di siku, punggung, atau daerah sekitar mata (nodul subkutan) yang tidak nyeri, kemerahan dengan daerah yang pucat dibagian tengahnya (eritema marginatum), sampai pada terjadinya gerakan-gerakan tubuh dengan sendirinya dan tidak disadari (gerakan involunter) yang disebut dengan gejala korea.

Tidak hanya itu, Bakteri SBHGA ini juga akan sangat berdampak buruk pada jantung anak, dimana struktur serta fungsi jantung yang terinfeksi tidak akan berfungsi dengan baik. Infeksi pada jantung (karditis) ini merupakan gejala utama dan paling berbahaya pada DR, dimana 67.7% pasien DR akan mengalami infeksi ini. Bahkan pada anak dibawah 5 tahun, kecenderungan karditis akan lebih berat. Diagnosis DR ditegakkan berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Tes bukti infeksi Bakteri SBHGA (titer ASO/ kultur bakteri hasil usapan faring) merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk mendiagnosis DR.

Pengobatan utama pada DR tentu adalah dengan mengeradikasi atau membunuh Bakteri SBHGA dengan pemberian antibiotik. Selain itu juga biasanya didampingi oleh pemberian anti inflamasi (anti bengkak), anti korea, kortikosteroid (penghilang rasa nyeri), hingga meminta pasien untuk beristirahat total untuk memulihkan daya tahan tubuhnya. Hal ini sangat dianjurkan karena Bakteri SBHGA memiliki kemampuan untuk menginfeksi kembali, dan pasien akan jatuh dalam keadaan yang lebih buruk, yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR). Jadi, kenalilah berbagai gejala penyakit ini, dan jika anak memiliki gejala-gejala di atas, segera datang dan cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. @yudofandhie

Tinggalkan komentar