Kawal Kebijakan Udayana Integrated Student Dormitory, Elemen Mahasiswa Tak Tinggal Diam

Kebijakan baru yang menyatakan bahwa mahasiswa baru wajib tinggal di student dormitory / asrama mahasiswa menjadi berita yang menghebohkan pekan ini. Tidak sedikit mahasiswa baru yang merasa kecewa atas peraturan ini. Berkuliah di perguruan tinggi negeri yang dianggap mampu meringankan biaya kuliah malah akan memberatkan jika kebijakan ini diresmikan

Kebijakan wajib tinggal di student dormitory atau asrama mahasiswa ini tercantum pada Pengumuman Nomor: B/1/UN14/TM.01.00/2022 tentang Registrasi Calon Mahasiswa Baru Universitas Udayana Hasil SNMPTN Tahun Akademik 2022/2023 yang diunggah melalui laman situs resmi Universitas Udayana. Poin ke-8 pengumuman tersebut mengatakan jika setiap mahasiswa baru wajib tinggal di Student Dormitory selama 2 (dua) semester. 

Kebijakan ini membuat banyak calon mahasiswa baru merasa terbebani. Melalui kuesioner terkait student dormitory yang dibuat oleh BEM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana untuk calon mahasiswa baru jalur SNMPTN 2022, didapatkan sebesar 86,9% dari responden kuesioner merasa keberatan untuk membayar tarif sewa asrama Udayana Integrated Student Dormitory selama 2 (dua) semester, 82,6% dari responden keberatan untuk tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory, 66,6% dari responden setuju jika pembangunan student dormitory akan memberikan kenyamanan dan kelancaran kuliah selama 2 semester, 84% dari responden setuju bahwa tarif sewa Student Dormitory setiap bulan sebanding dengan fasilitas yang didapatkan, 86,9% orang tua mahasiswa tidak mendukung terkait kewajiban tarif sewa dan tinggal di UISD selama 2 semester, dan 53,6% mahasiswa baru mempertimbangkan kembali keputusan untuk kuliah di FK Udayana karena pemberlakuan kebijakan terkait Udayana Integrated Student Dormitory

Kebijakan tentang UISD atau Udayana Integrated Student Dormitory yang dinilai memberatkan mahasiswa baru mengundang respon negatif dari pihak internal mahasiswa Udayana maupun pihak eksternal Universitas Udayana yaitu orang tua/wali mahasiswa baru. Terlebih lagi arah pembangunan asrama yang dijanjikan tuntas pada September 2022 nampaknya belum memberikan tanda-tanda kemajuan yang substansial. Kebijakan tersebut mendorong dilakukannya audiensi bersama pihak rektorat untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Tepatnya Rabu, 13 April 2022, BEM PM Universitas Udayana, DPM PM Universitas Udayana beserta elemen mahasiswa Universitas Udayana lainnya melayangkan tuntutan langsung ke Kampus Bukit, Jimbaran. Dikutip dari laman instagram BEM PM Universitas Udayana (@bem_udayana), beberapa poin penting tuntutan yang dibahas diantaranya:

  1. Pemberian perpanjangan waktu oleh rektorat mengenai verifikasi berkas mahasiswa baru untuk mahasiswa yang mengalami kendala penyesuaian waktu dalam verifikasi berkas offline dan akan diberikan pelayanan khusus pada tanggal 28 April 2022.
  2. Peniadaan kata “WAJIB” yang tertera pada surat keputusan paling lambat tanggal 18 April 2022.
  3. Memperbolehkan verifikasi hybrid seperti melalui postal agar bisa diterima kembali oleh mahasiswa baru sesuai lokasi domisili dengan menyertakan alamat pada amplop dan diberikan perangko atau materai.
  4. Mengembalikan uang mahasiswa yang terdata tidak ingin tinggal di asrama.

Aksi mahasiswa pada Rabu, 13 April 2022 bertempat di Gedung Widya Sabha Kampus Bukit, Jimbaran berhasil menetapkan beberapa kesepakatan bersama. Nota kesepakatan bersama ini telah ditandatangani oleh pihak pertama yaitu Mahasiswa Universitas Udayana dan Rektor Universitas Udayana, Prof.Dr.Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.IPU. , yang selanjutnya disebut sebagai pihak kedua. Hasil dari kesepakatan bersama hari itu adalah sebagai berikut,

  • Pihak kedua sanggup dan bersedia untuk menepati janji terkait hal-hal yang telah disepakati pada surat kesepakatan bersama dengan pihak pertama
  • Pihak pertama sanggup dan bersedia untuk memberi dukungan dan bersama-sama membantu dalam memenuhi janji-janji tersebut
  • Pihak kedua sanggup memberi perpanjangan waktu verifikasi berkas bagi yang kesulitan menyesuaikan waktu dalam verifikasi berkas secara offline dan akan dilayani secara khusus dengan batas tanggal 28 April 2022
  • Menyanggupi mengeluarkan surat keputusan mengenai tidak wajib asrama paling lambat Senin, 18 April 2022
  • Sanggup untuk memperbolehkan verifikasi secara hybrid, dengan melampirkan amplop berisi alamat agar bisa dikirimkan kembali
  • Sanggup untuk mengembalikan uang mahasiswa yang ternyata tidak ingin tinggal di asrama.

Perwakilan mahasiswa yang hadir mengingatkan kepada jajaran kampus bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam jika ada hal-hal yang menunjukkan ketidakadilan. Nota kesepakatan bersama ini menjadi bukti perjuangan mahasiswa untuk menuntut keadilan.

Pada akhirnya, aksi mahasiswa membuahkan hasil yang baik dan adil bagi calon mahasiswa baru. Berdasarkan surat edaran Nomor 6/UN14/SE/2022 tentang Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Udayana Tahun Akademik 2022/2023, Rektor Universitas Udayana akhirnya memberikan kebijakan bahwa setiap calon Mahasiswa baru Universitas Udayana tidak diwajibkan untuk tinggal di Udayana Integrated Student Dormitory. Kebijakan ini pun telah tertera pada poin pertama surat edaran yang telah ditandatangani oleh Rektor Universitas Udayana, I Nyoman Gde Antara pada 13 April 2022.

Penulis : LPM PCYCO

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments