Home » FK Unud » Katakan TIDAK untuk Eksekusi Tanah “Kami”

Katakan TIDAK untuk Eksekusi Tanah “Kami”

Hari ini ada pemandangan yang tidak biasa di Jalan Sudirman dan sekitarnya. Sekitar 5000 mahasiswa mengenakan jas almamater berjalan bersama–sama dengan beberapa petinggi Universitas Udayana yang mayoritas mengenakan baju putih. Diantara mereka, terdapat beberapa mahasiswa yang mengenakan kain putih di kepala, dan membawa poster bertuliskan harapan mereka di balik aksi langka ini. Beberapa mahasiswa lainnya membawa pengeras suara dan menyerukan jargon-jargon yang memancing mahasiswa lainnya untuk menanggapinya dengan lantang.

Aksi long march ini merupakan aksi solidaritas yang melibatkan seluruh Civitas Akademika Universitas Udayana. Long march ini mengambil start di Area Agro Kompleks Kampus Sudirman pukul 08.00 WITA dan berlangsung sampai sekitar pukul 11.30 WITA. Aksi yang dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD KEMD ini merupakan bentuk proaktif mahasiswa dalam menanggapi keputusan MA untuk mengabulkan tuntutat eksekusi tanah Universitas Udayana di kawasan Bukit Jimbaran.

Ironi dari keputusan ini adalah, tidak diperhitungkannya kemenangan Universitas Udayana pada tingkat gugatan di pengadilan negeri dan banding di tingkat pengadilan tinggi dalam pengambilan keputusan Mahkamah Agung. Pada tingkat Kasasi, tuntutan Ni Wayan Kepreg yang mengklaim tanah di sekitaran wilayah Unud sebagai miliknya itu malah dikabulkan oleh para hakim. Sehingga Putusan MA tadi sekaligus membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi dan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar sebelumnya. Hal ini semakin terlihat janggal dan menimbulkan banyak spekulasi, mengingat baik pihak tergugat, yakni Universitas Udayana dan pihak yang menggugat sama-sama tidak memilki akte tanah dan bukti surat keterangan pembayaran pajak bumi dan bangunan atas tanah sengketa yang dimiliki oleh pihak penggugat pun tidak otentik, karena hanya berupa foto kopi.

Menanggapi aksi yang telah berlangsung pada hari Senin, 27 April 2015, pihak redaksi mendapat kesempatan untuk mewawancarai Presiden BEM Universitas Udayana periode 2015-2016, Ni Nyoman Clara Listya Dewi, yang juga terjun langsung dalam aksi damai hari ini. Kepada pihak redaksi, Clara menyatakan bangga dengan animo mahasiswa dan civitas akademika Universitas Udayana yang mau menunjukkan aksi solidaritasnya dan tidak bersikap apatis perihal masalah yang sedang dihadapi beberapa mahasiswa di Bukit. Aksi ini merupakan aksi terbesar dalam sejarah aksi mahasiswa di Universitas Udayana dalam beberapa tahun terakhir karena melibatkan hampir seluruh mahasiswa dari seluruh fakultas yang ada di Unud. Bahkan Pembantu Rektor II dan III Unud sudah memberikan intruksi bagi para mahasiswa untuk ambil bagian dalam kegiatan long march yang mengambil jalur dari Kampus Universitas Udayana Sudirman menuju ke pengadilan negeri Denpasar. Selain itu, informasi kepada setiap fakultas sudah disebar secara merata dan tiap fakultas sudah dihimbau untuk mengirim perwakilan mereka baik dari BEM-PM Fakultas, BSO, maupun HM. Menanggapi kegiatan perkuliahan yang masih tetap berjalan di beberapa fakultas, Clara berpendapat bahwa itu merupakan otonomi dari tiap-tiap Fakultas mengenai kebijakan perkuliahan, dan terlaksananya kegiatan perkuliahan dengan lancar juga merupakan visi yang ingin dicapai dari aksi damai ini.

Antusiasme tampak dari wajah-wajah peserta (Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Antusiasme tampak dari wajah-wajah peserta
(Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Namun, aksi damai ini rupanya tidak mendapat balasan yang positif dari pihak yang menggugat, mereka menolak mengadakan dialog dengan rektor dan mahasiswa, padahal aksi solidaritas ini berjalan damai dan tidak anarkis, bahkan dikawal ketat oleh Polri. Hal ini semakin menimbulkan spekulasi dari mahasiswa dan masyarakat luas bahwa pihak yang menggugat terkesan “takut” , padahal seharusnya apabila mereka begitu kukuh jika mereka benar dan berhak atas tanah sengketa tersebut, setidaknya mereka harus merespon ajakan dialog dari para mahasiswa dan petinggi Unud.

Aksi long march ini mendapat respon dari pengadilan negeri Denpasar. Setelah aksi long march dilakukan , hakim pengadilan negeri Denpasar yang melayani kasus sengketa ini pun bersedia ditemui. Namun, menurut informasi yang kami dapatkan dari Saudari Clara, dialog antara Rektor Unud dan hakim ini berjalan alot serta masih belum ada titik terang bagi pihak Universitas Udayana karena hakim begitu kaku.

Tentunya, apabila eksekusi itu jadi dilakukan, otomatis kegiatan perkuliahan akan terancam, oleh sebab itu para mahasiswa dan petinggi Unud sangat berharap pihak pengadilan negeri mau mengabulkan Peninjauan Kembali atas tanah Universitas Udayana dan mengembalikan tanah yang telah menjadi milik Udayana melalui pembebasan lahan bertahap yang telah dilakukan sejak tahun 1983 berdasarkan SK Gubernur Bali Nomor 72/1983.

Presiden BEM UNUD yang begitu bersemangat dalam menyampaikan pandangannya seputar masalah yang sedang dihadapi oleh Universitas Udayana ini menjamin bahwa kegiatan perkuliahan akan tetap berlangsung dengan baik sesuai dengan kalender akademik yang sudah direncanakan pada masing-masing fakultas, dan para petinggi universitas beserta mahasiswa yang tergabung dalam organisasi-organisasi tingkat universitas maupun fakultas akan tetap melakukan gerakan-gerakan untuk membuka hati nurani para penegak hukum supaya bersikap lebih objektif dan mempertimbangkan nasib para mahasiswa yang membutuhkan ruang kuliah di tanah sengketa tersebut. Clara pun berpesan supaya mahasiswa Universitas Udayana tetap semangat membela kepentingan bersama dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro-mahasiswa. (Oleh: Ayu Nursanti, Editor: Yuli)

Wirga,Ketua BEM FK Unud turut menyuarakan aspirasinya  (Foto oleh : BEM FK UNUD)

Wirga,Ketua BEM FK Unud turut menyuarakan aspirasinya (Foto oleh : BEM FK UNUD)

Tampak ribuan mahasiswa beriringan untuk melancarkan aksi damai (Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Tampak ribuan mahasiswa beriringan untuk melancarkan aksi damai
(Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Sekawanan polisi turut dilibakan menjaga aksi damai (Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Sekawanan polisi turut dilibakan menjaga aksi damai
(Foto oleh : HMKU FK UNUD)

Tinggalkan komentar