Home » Artikel » Kanker Serviks, Ancaman Bagi Kaum Wanita

Kanker Serviks, Ancaman Bagi Kaum Wanita

Denpasar – InjeksiOnline.com. Kanker serviks merupakan suatu keganasan yang terjadi pada leher rahim, sehingga disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut leher rahim dan pertama kali menginvasi lapisan serviks. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menduduki peringkat terbanyak ketiga di dunia. Bahkan di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker ini. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur. Namun demikian, bukti statistik menunjukkan bahwa kanker serviks dapat juga menyerang wanita berusia 20-30 tahun.

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital yang ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV inilah yang diduga akhirnya menyebabkan perubahan abnormal pada sel-sel rahim.

Pada stadium dini gejala kanker serviks tidak terlalu kentara. Sejak pertama kali terinfeksi, butuh  waktu 10-20 tahun agar infeksi HPV ini dapat berkembang menjadi kanker. Walau demikian, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan tanda kanker serviks, di antaranya adalah:

  • Terasa sakit saat berhubungan seksual
  • Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan
  • Keputihan abnormal (berwarna tidak bening, bau dan gatal)
  • Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi

Pada stadium lanjut terdapat tanda-tanda seperti:

  • Kurang nafsu makan
  • Perdarahan setelah bersenggama
  • Gangguan menstruasi
  • Keputihan atau cairan encer pada vagina
  • Perdarahan sesudah menopause
  • Keluarnya cairan kekuningan berbau yang dapat bercampur darah.

Cara mendeteksi apakah seseorang menderita kanker serviks atau tidak adalah dengan melakukan pap smear. Pap smear merupakan pemeriksaan sitologi “apusan serviks” untuk menentukan adanya perubahan praganas maupun ganas pada serviks. Syarat seseorang dapat melakukan pap smear yaitu :

  • Wanita telah aktif secara seksual
  • Tidak dalam masa haid (lebih baik setelah bersih haid)
  • Tidak berhubungan seksual 2×24 jam, tidak menggunakan obat-obatan per vaginam 2×24 jam
  • Untuk wanita pasca bersalin, pasca terapi radiasi, dan pasca operasi harus menunggu dua bulan kemudian untuk melakukan pap smear.
  • Pap smear yang efektif minimal dilakukan sekali selama setahun.

(Echa, Ndre) edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar