Kaca Mata Mahasiswa Kedokteran Udayana : Dorongan Kuat Mensejahterakan Mahasiswa

Pandemi Covid-19 berdampak luas pada seluruh aspek kehidupan termasuk pada kehidupan pendidikan Indonesia. Salah satu elemen pendidikan yang terdampak adalah mahasiswa di seluruh Indonesia. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dari rumah masing-masing mahasiswa. Hal ini menuntut mahasiswa untuk menyiapkan segala perlengkapan kuliah daring, seperti kuota internet yang menjadi pengeluaran utama dalam perkuliahan online.
Di sisi lain, dampak yang dirasakan masyarakat akibat pandemi Covid-19 adalah resesi ekonomi, sehingga timbul pelemahan perekonomian keluarga. Hal ini dirasakan oleh masyarakat luas setelah terjadi pemberhentian kerja selama pandemi atau pemutusan hubungan kerja. Terjadinya peningkatan pengeluaran untuk akses kuliah daring, namun disertai resesi ekonomi keluarga menyebabkan mahasiswa mengharapkan adanya bantuan dari pihak kampus untuk meringankan beban kuliah daring. Berdasarkan hal inilah, timbul gerakan diplomasi oleh BEM PM Universitas Udayana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa dan mengharapkan jajaran Rektorat bisa memberikan kebijakan seadil-adilnya bagi mahasiswa Universitas Udayana.
Berdasarkan adanya gerakan diplomasi yang dilakukan oleh BEM PM Universitas Udayana tersebut, LPM Pcyco Fakultas Kedokteran Universitas Udayana kemudian melakukan survei terkait kondisi mahasiswa Fakultas Keokteran Universitas Udayana selama pandemi Covid-19 ini dan survei tentang sejauh mana tuntutan mahasiswa yang telah diwakilkan oleh BEM PM Universitas Udayana dapat direalisasikan melalui kebjikan dari jajaran Rektorat. Survei ini dilakukan sejak tanggal 8-10 Juni 2020. Sasaran survei ini adalah tiga angkatan aktif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terdiri atas enam prodi, yaitu PSSKPD, PSSKGPDG, PSSFPF, PSSKPN, PSSKM, dan PSSP. Survei ini disebar melalui media sosial LPM Pcyco Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan diteruskan melalui grup media sosial tiga angkatan aktif setiap prodi. Adapun responden yang didapat sejumlah 132 responden.
Hasil survei terkait kondisi ekonomi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menunjukkan bahwa 89,4% mahasiswa mengalami pelemahan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang menunjukkan telah terjadi resesi ekonomi di keluarga masing-masing mahasiswa. Hal ini dapat memengaruhi kesiapan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam menjalani perkuliahan daring yang kini dilaksanakan. Berangkat dari hal inilah, mahasiswa memerlukan bantuan dari pihak kampus untuk meringankan beban perkuliahan dari sisi finansial.
Bantuan pertama yang didapat mahasiswa Universitas Udayana adalah subsidi kuota internet dari dari pihak Rektorat. Berdasarkan hasil survei, terjadi perbedaan gelombang bantuan kuota internet untuk setiap mahasiswa. Sejumlah 55,3% responden memperoleh satu kali subsidi kuota internet, sejumlah 43,2% memperoleh dua kali subsisi kuota internet, dan 1,5% responden meperoleh tiga kali subsidi kuota internet. Hal ini menunjukkan terjadi ketimpangan bantuan kuota internet untuk setiap mahasiswa. Hal ini dilatarbelakangi oleh perbedaan layanan provider mahasiswa dan mekanisme birokrat pelaksana bantuan yang belum efektif, sehingga kemerataan bantuan ini belum tercapai.
Bantuan kedua yang diperoleh mahasiswa Universitas Udayana adalah bantuan langsung tunai (BLT) yang ditujukan kepada mahasiswa perantau yang tinggal di asrama Denpasar dan Jimbaran serta mahasiswa UKT golongan 1 yang masih berada di tempat kos Denpasar dan Badung. Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik mahasiswa yang masih berada di daerah kampus selama bulan Mei. Sejauh ini BLT sudah meringankan beban logistik mahasiswa penerima, namun perlu dilakukan evaluasi terkait kebutuhan rata-rata mahasiswa yang tinggal di Denpasar dan Badung supaya tercipta keseimbangan antara BLT yang didapat dengan pengeluaran mahasiswa penerima. Antusiasme mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana relatif tinggi terhadap bantuan ini, dibuktikan dengan 97,7% responden mendukung untuk dilaksanakannya BLT kloter II.
Bantuan lain yang diharapkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana adalah penurunan UKT dan pemotongan UKT. Penurunan UKT sudah difasilitasi oleh BEM PM Universitas Udayana melalui pengumpulan berkas terkait dan selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pihak Rektorat. Selain itu, akibat pandemi Covid-19 ini, mahasiswa juga menuntut diberlakukannya pemotongan UKT untuk semester depan. Berdasarkan hasil survei, 100% responden mendukung pemotongan UKT selama pandemi berlangsung. Berdasarkan hasil survei rata-rata responden memiliki alasan utama terkait kebijakan ini, adalah sebagai berikut :
Terjadinya resesi ekonomi pada keluarga mahasiswa sebagai dampak penurunan pendapatan dan diberhentikannya pekerjaan selama pandemi Covid-19.
Minimnya penggunaan fasilitas kampus oleh mahasiswa, sehingga biaya operasional kampus dari pembayaran UKT mahasiswa selayaknya minim juga digunakan.
Keseluruhan tuntutan mahasiswa Universitas Udayana sudah ditindaklanjuti oleh BEM PM Universitas Udayana melalui serangkaian upaya diplomasi untuk memperoleh kebijakan kampus yang seadil-adilnya dan memihak mahasiswa. Gerakan diplomasi ini bertujuan untuk memastikan kesejahteraan mahasiswa selama pandemi dan berusaha mengirimkan sinyal harapan bantuan dari mahasiswa kepada jajaran Rektorat Universitas Udayana. Hasil survei menunjukkan bahwa 100% responden mendukung dan menganggap gerakan diplomasi yang dilakukan oleh BEM PM Universitas Udayana ini penting untuk terus disampaikan dalam rangka tercapainya kesejahteraan mahasiswa Unud yang setinggi-tingginya.
Rata-rata alasan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mendukung gerakan ini karena diplomasi yang dilakukan oleh BEM PM Universitas Udayana tersebut merupakan aspirasi seluruh mahasiswa Universitas Udayana yang menuntut keadilan akan haknya sebagai seorang mahasiswa. Apa yang telah disuarakan oleh BEM PM Universitas Udayana tersebut merupakan realita yang terjadi dilapangan, dimana semua keluarga dari masing-masing mahasiswa terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini. Tak hanya mendukung, sebagian besar mahasiswa menyatakan sangat bersyukur akan adanya gerakan ini dan salut kepada anggota BEM PM Universitas Udayana yang telah peka dengan situasi sekarang. Mereka rela turun ke lapangan dengan berani demi kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Udayana. Mendukung gerakan BEM PM Universitas Udayana merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana atas apa yang telah diperjuangkan oleh BEM PM Universitas Udayana yang berarti lewat dukungan ini kita semua dapat membantu seluruh mahasiswa Universitas Udayana selama pendemi ini yang mengalami kesulitan.
Lalu hasil survei terkait penindaklanjutan tuntutan mahasiswa ini, mahasiswa memiliki pendapat bahwa sikap jajaran Rektorat yang kurang kooperatif, kurang transparan, dan terkesan mengulur-ulur waktu dengan berbelit-belit dalam menanggapi tuntutan mahasiswa. Menurut mahasiswa dalam audiensi, Rektor sama sekali tidak memberikan tanggapan terkait tuntutan mahasiswa tersebut. Beliau cenderung melempar pertanyaan agar dijawab oleh jajarannya sehingga seolah-olah Rektor menjadi moderator kedua. Selain itu, sebagian besar mahasiswa dalam survei ini menyatakan adanya ketidaksigapan petinggi Universitas Udayana dalam menindak lanjuti tuntutan mahasiswa ini. Sehingga ini menimbulkan rasa kekecewaan dan ketidakpercayaan mahasiswa pada jajaran petinggi Universitas Udayana. Yang selanjutnya hal tersebut menimbulkan berbagai spekulasi antara mahasiswa bahwa pihak Rektorat kurang transparan dan kurang peduli dengan dampak pandemi ini pada mahasiswa. Oleh sebab itu, mahasiswa berharap jajaran Rektorat dapat transparan terkait anggaran yang selama ini ada. Sudah selayaknya mahasiswa mengetahui digunakan apa saja anggaran tersebut dan apakah anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk meringankan beban mahasiswa selama kesulitan di masa pandemi ini. Ada baiknya para petinggi Universitas Udayana dapat menjelaskan secara terperinci dan transparan apa saja masalah dan hambatan yang sebenarnya terjadi dalam proses pemberian bantuan-bantuan kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat memahami dan dapat mengurangi spekulasi yang ada pada mahasiswa dan masyarakat.
Sudah seharusnya jajaran Rektorat tidak egois dan sadar bahwa mahasiswa mereka sedang membutuhkan bantuan yang dalam hal ini sifatnya urgent. Sebagian besar mahasiwa berpendapat mereka hanya meminta bantuan keringanan, tidak meminta semuanya untuk digratiskan. Hal ini patut menjadi pertimbangan jajaran petinggi Universitas Udayana, karena menurut hasil survei sebagian mahasiswa berasumsi, bahwa universitas tentunya banyak menghemat biaya operasional akibat seluruh kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring. Oleh sebab itu, mahasiswa menuntut agar jajaran Rektorat dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat berpihak pada kondisi mahasiswa saat ini untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa selama masa pandemi Covid-19. Sudah semestinya hal ini menjadi tanggung jawab pimpinan untuk memperdulikan kebutuhan mahasiswanya.
Kini sebaiknya Rektor tidak menunda lagi keputusannya, mengingat sebentar lagi mahasiswa akan segera membayar UKT. Sebaiknya jajaran Rektorat tidak memprioritaskan yang seharusnya tidak diprioritaskan dalam kondisi saat ini. Pada akhirnya mahasiswa sangat menghormati jajaran Rektorat namun kini mahasiswa sangat berharap agar jajaran Rektorat dapat menanggapi tuntutan mahasiswa yang telah diwakilkan oleh BEM PM Universitas Udayana dengan serius di tengah masa sulit ini. Terakhir, mahasiswa berharap jajaran Rektorat dapat mengambil langkah konkrit dalam membuat keputusan yang tepat dan adil yang tidak memberatkan para mahasiswanya agar mahasiswa dapat melanjutkan studinya dengan lancar dan baik di Universitas Udayana. Hal yang paling penting untuk saat ini adalah mahasiswa hendaknya sama-sama mendoakan semoga hasil dari gerakan ini berdampak baik dan memberikan hasil yang terbaik bagi mahasiswa dan juga bagi kampus kita tercinta.

Penulis:
I Gede Suka Merta
Luh Komang Tresia Putri Wulandari
Ni Putu Isma Yuniari
I Gusti Agung Ayu Istri Indira Daneswari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *