Home » Artikel » International Master Course on Aging Science (IMCAS)

International Master Course on Aging Science (IMCAS)

International Master Course on Aging Science (IMCAS) merupakan pertemuan ilmiah di antara dokter-dokter dan para ahli dalam bidang kulit, terutama bedah plastik serta rekonstruksi. Didirikan pada tahun 1994 di Paris, IMCAS awalnya merupakan sebuah kongres yang dihadiri hanya oleh ahli bedah plastik serta dokter kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, konsep dari IMCAS terus memperluas hingga mencakup beberapa aspek lain seperti teknologi dan inovasi yang terkait.

Pada hari Sabtu 22 Juli 2017, telah berlangsung hari kedua dari IMCAS Asia 2017 yang diadakan di Westin Resort, Nusa Dua. IMCAS Asia pada tahun ini merupakan edisi kedua dari acara sebelumnya yang diselenggarakan pada tahun 2015. Acara tersebut merupakan sebuah pertemuan ilmiah internasional di mana dokter-dokter dan para ahli dalam bidang kulit, terutama bedah plastik dan estetika kulit, berkumpul untuk membahas karya serta informasi dan edukasi mengenai bidang tersebut. Disini, penulis mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan presentasi poster dari dr. Niko Azhari Hidayat, Sp. BTKV yang berjudul “Social Media Essential Role on Medical Marketing of Varicose Vein” dan juga mewawancarai beliau mengenai proyek tersebut.

Suasana pameran di IMCAS Asia 2017  

Salah satu booth kecantikan di IMCAS Asia 2017

Niko Azhari Hidayat, Sp. BTKV adalah dokter serta ahli bedah toraks kardiovaskular yang memiliki keahlian spesifik dalam bedah vaskular dan endovaskular. Beliau, yang merupakan lulusan dari program sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan lulusan program spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, telah memegang jabatan sebagai ahli bedah TKV sejak tahun 2010, dan kini memfokuskan diri terhadap bedah vaskular, terutama pada kasus varises. Dalam poster yang beliau presentasikan di IMCAS Asia 2017, dr. Niko membahas kekurangan dari sosialisasi dan pemberian informasi terhadap masyarakat di Indonesia mengenai varises, karena menurut studi banding dengan negeri, masyarakat di Indonesia seringkali belum tahu mengenai penanganan maupun tingkat-tingkat severitas dari kondisi tersebut.

Oleh karena itu, dr. Niko menciptakan Varises Indonesia, suatu brand dimana beliau sendiri berperan sebagai satu-satunya pengelola, yang dapat diakses dalam beberapa beranda media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan pada website Varises Indonesia sendiri. Brand tersebut merupakan sebuah situs dimana informasi mengenai varises dapat diakses dengan mudah dan mengandung informasi seperti macam-macam penyakit varises, cara mengidentifikasi varises, serta penanganannya. Selain itu, pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi tersebut dapat ditanyakan melalui website resmi Varises Indonesia, dimana dr. Niko sendiri dapat menjawab dan juga memberi konseling kepada pihak-pihak yang memerlukan. Dengan ini, masyarakat di seluruh Indonesia bisa mendapatkan edukasi yang memadai serta wawasan baru mengenai kondisi varises.

Dari penyebaran akan brand tersebut, dr. Niko berharap bahwa masyarakat di Indonesia dapat memiliki persepsi serta pengetahuan yang lebih luas mengenai penyakit varises, sehingga dapat melakukan tindakan terhadap penyakit tersebut dengan baik. Karena, menurut dr, Niko, masyarakat sesungguhnya berhak untuk mendapatkan penanganan serta informasi yang cukup mengenai kondisi ini

Wawancara bersama dr. Niko Azhari Hidayat, Sp. BTKV

Sekian untuk liputan mengenai konferensi IMCAS Asia 2017 penulis sampaikan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Varises Indonesia, kunjungi www.varises-indonesia.com. (DN)

Tinggalkan komentar