Home » Profil » Mita, PU LPM PCYCO 2012: “Ibarat Sebuah Cangkir”

Mita, PU LPM PCYCO 2012: “Ibarat Sebuah Cangkir”

“…ibarat sebuah cangkir, bermula dari tanah liat yang dipandang sebelah mata, ditempa, dibakar berulangkali, dibentuk sedemikian rupa, dipoles dengan sentuhan cat hingga menjadikan dia sebuah cangkir yang cantik dan berkualitas…”

Denpasar – InjeksiOnline.com. Bukan perkara yang mudah untuk bisa menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi mahasiswa. Mampu menangkap berbagai aspirasi serta secara bijaksana melaksanakan kepemimpinan dan visi misi organisasi merupakan beberapa hal yang harus dimiliki seorang pemimpin yang baik. Inilah yang sedang dialami oleh A.A. Ketut Yunita Paramita atau yang lebih akrab disapa Mita. Mahasiswi kelahiran Jakarta, 6 April 1991 ini kini tengah dihadapkan dengan sebuah tanggung jawab dan kepercayaan yang besar untuk mengkoodinasi dan memimpin Lembaga Pers Mahasiswa Press and Cyber Community (LPM Pcyco) FK Unud selama periode satu tahun kedepan.

Dilantik secara resmi pada Pemilu Raya (Pemira) 24 Januari 2012 yang lalu, Mita sempat membagi perasaan yang dirasakannya setelah dilantik sebagai PU, “Perasaan saya campur deh. Seneng iya, beban iya, serem juga iya. Karena saya tau menjadi seorang PU itu bukan sebuah tanggung jawab yang ringan. Awalnya saya ragu dan merasa tidak siap, tapi saya percaya bahwa Tuhan membawa saya pada posisi ini karena Beliau mempunyai rencana untuk saya. Saya juga percaya dengan dukungan rekan-rekan di LPM pcyco yang telah memilih saya, bahwa satu tahun kedepan kita akan membawa LPM Pcyco lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Mita. “Awalnya saya tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang PU di Pcyco karena saya tipikal orang yang suka nyantai, tapi dengan keadaan sekarang saya akan berusaha untuk lebih fokus serta menyeimbangkan antara kepentingan organisasi dengan kepentingan studi saya,” lanjutnya.

Kepengurusan yang telah berjalan dengan baik selama setahun sebelumnya menjadi tolak ukur bagi Mita untuk kepemimpinannya selama satu tahun kedepan. “Satu hal yang sedang coba saya kejar pada kepengurusan saat ini adalah menghapus citra ‘ngaret terbit’ dari majalah Injeksi. Selain itu kerjasama antar divisi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan. Pupuk rasa memiliki dan rasa sayang serta kekeluargaan Pcyco sehingga kedepannya Pcyco bisa menjadi organisasi yang semakin baik dan semakin baik lagi,” ujar wanita yang nge-fans dengan buku The Kite Runner dan beberapa buku karangan Agnes Jessica ini.

Satu hal yang menarik pada Pemira yang lalu, jika tahun lalu PU terpilih Aditya Saputra menyampaikan kisah ‘sapi yang jujur’ pada saat pidato perdana sebagai PU, begitu juga halnya dengan Mita yang menyampaikan kisah ‘cangkir yang cantik’. “…tantangan itu ada baik intern maupun ekstern. Masalah dan hambatan merupakan tempaan yang kita rasakan. Sampai terkadang kita lelah, merasa sudah cukup, ingin berhenti dan capek. Padahal, itu merupakan sebuah proses yang akan membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang lebih baik lagi ke depannya…” (Wayan Dedek) edited by @yudofandhie

Tinggalkan komentar