Home » FK Unud » Hasil Sidang Paripurna BPM 2012 Mengenai Pedoman Pelaksanaan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) Kegiatan Kemahasiswaan FK Unud

Hasil Sidang Paripurna BPM 2012 Mengenai Pedoman Pelaksanaan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) Kegiatan Kemahasiswaan FK Unud

Pada tanggal 2 Juni 2012, Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) mengadakan sebuah sidang paripurna yang membahas mengenai pedoman pelaksanaan satuan kredit partisipasi (SKP) kegiatan mahasiswa FK Unud dan pedoman pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru FK Unud. Sidang paripurna yang dulunya disebut sebagai lokakarya SKP ini dihadiri oleh perwakilan LMFK, BSO, HM, dan perwakilan tiap angkatan mulai dari angkatan 2009 hingga 2011. Melalui sidang ini, diharapkan seluruh mahasiswa FK Unud memiliki pedoman yang jelas mengenai berbagai ketentuan, terutama ketentuan SKP, sebagai persyaratan yudisium sarjana mereka nantinya. Berikut beberapa poin penting yang dihasilkan dalam sidang paripurna kali ini.

  1. Setiap Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana wajib memenuhi syarat SKP minimal yang telah ditentukan dibawah ini
  2. Setiap  Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang akan melewati yudisium sarjana harus memenuhi syarat-syarat berikut ini :
    • Wajib memenuhi akumulasi bobot SKP minimal 40 poin
    • Wajib ikut serta baik sebagai peserta atau panitia dalam kegiatan sosial pasca rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa minimal 1 kali:
      • Kegiatan sosial yang dimaksud adalah kegiatan pengabdian  masyarakat yang diadakan di luar kampus, selama minimal 2 hari 1 malam (terhitung persiapan) yang diadakan oleh BEM FK UNUD atau HM di lingkungan FK  UNUD
    • Wajib mengikuti kepanitiaan minimal 3 macam kegiatan kemahasiswaan yang diadakan oleh LMFK, BSO, dan/atau HM
    • Menjadi pengurus salah satu LMFK atau HM dan/atau menjadi anggota salah satu Badan Semi Otonom (BSO)
    • Telah lulus sebagai peserta kegiatan penerimaan mahasiswa baru tingkat Universitas dan fakultas, serta LKMM Dasar (BLMML) FK UNUD
  3. Setiap kegiatan yang mendapat SKP, wajib direkap dalam daftar pengisian SKP dan dilaporkan untuk mendapat penilaian dan pengesahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana serta dilaporkan kepada Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
  4. Pengesahan bukti SKP dilaksanakan paling lambat 2 minggu sebelum yudisium sarjana dengan menunjukkan bukti SKP asli kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
  5. Tidak terpenuhinya ketentuan SKP yang telah ditetapkan dapat berpengaruh terhadap proses administrasi pendidikan mahasiswa yang bersangkutan dan sanksi yang akan dikonsultasikan antara BEM sebagai pihak pengevaluasi dengan Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
  6. Besar bobot SKP dari setiap kegiatan LMFK, HM, dan BSO wajib dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ketua BEM oleh panitia penyelenggara dan wajib mencantumkan bobot SKP (taraf kegiatan) sesuai dengan buku panduan SKP.
  7. Penerapan poin ke 2 bab II mulai berlaku kepada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2009.
  8. Apabila terdapat ketidaksesuaian penerapan maka aturan penerapan yang digunakan merujuk pada aturan tambahan buku panduan SKP.

Selain dari beberapa poin penting di atas, pada sidang paripurna kali ini juga dibahas beberapa ketentuan mengenai ruang lingkup pelaksanaan kegiatan mahasiswa di lingkungan FK Unud. Bagaimana sebuah kegiatan dapat dikatakan bertaraf fakultas atau bahkan internasional dijelaskan dalam beberapa poin penting di bawah ini.

  1. Yang dimaksud dengan panitia inti adalah :
    • Ketua Panitia
    • Wakil Ketua
    • Sekretarisb
    • Bendahara
    • Koordinator Bidang
  2. Untuk kegiatan yang mempunyai sub-sub unit kegiatan, maka nilai SKP panitia yang didapat adalah nilai SKP kegiatan utama.
  3. Untuk kegiatan yang mempunyai sub-sub unit kegiatan, maka nilai SKP peserta yang didapat adalah nilai SKP sub-sub unit kegiatan utama tersebut.
  4. Kegiatan internasional adalah minimal 1 pembicara sekaliber internasional (sudah pernah berbicara di forum internasional) dan melibatkan peserta dari sekurang-kurangnya 2 negara (kewarganegaraan) asing serta memenuhi formulir verifikasi kegiatan internasional yang dikeluarkan oleh BEM FK UNUD
  5. Kegiatan nasional adalah minimal pembicaranya sekaliber nasional. Melibatkan peserta minimal dari 10 institusi yang berbeda dari sekurang-kurangnya dari 3 provinsi yang berbeda serta memenuhi formulir verifikasi kegiatan nasional yang dikeluarkan oleh BEM FK UNUD
  6. Kegiatan regional adalah kegiatan yang melibatkan peserta minimal dari 5 institusi yang berbeda dan berasal dari minimal 2 provinsi yang berbeda.
  7. Kegiatan provinsi adalah peserta di luar universitas udayana tetapi dalam batas provinsi Bali
  8. Kegiatan universitas adalah taraf se-universitas udayana dan di luar fakultas.
  9. Kegiatan fakultas adalah kegiatan yang melibatkan minimal 3 program studi pelaksanaannya di lingkup fakultas kedokteran.
  10. Kegiatan program studi adalah kegiatan yang melibatkan kurang dari 3 program studi pelaksanaannya di lingkup fakultas kedokteran.
  11. Setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa FK wajib mencantumkan ruang lingkup kegiatan pada proposal yang diajukan dan juga melakukan persiapan sesuai ruang lingkupnya untuk mendapatkan SKP yang sesuai.
  12. Dalam penentuan taraf kegiatan apabila di akhir kegiatan nantinya tidak sesuai dengan yang tercantum dalam proposal, bobot SKP akan diambil melalui kebijakan ketua BEM FK UNUD. (Mita)

Tinggalkan komentar