Home » FK Unud » FORUM DISKUSI DOKTER LAYANAN PRIMER ISMKI WILAYAH 4

FORUM DISKUSI DOKTER LAYANAN PRIMER ISMKI WILAYAH 4

Wakil Dekan 3 FK Unwar membuka forum diskusi

Wakil Dekan 3 FK Unwar membuka forum diskusi

Isu yang berkembang dimasyarakat mengenai Dokter Layanan Primer atau yang lebih dikenal dengan DLP ini seakan memberi warna abu-abu bagi dunia kedokteran. Pada kesempatan kali ini, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia wilayah 4 mengadakan forum diskusi mengenai Dokter Layanan Primer pada 27 Juli 2015 bertempat di Universitas Warmadewa. Acara forum diskusi ini dibuka oleh Wakil Dekan III Universitas Warmadewa.

Pada forum diskusi ini menghadirkan dua pembicara, dimana pembicara I yaitu dokter Widiyasa dan dokter Dharmadi. Kedua pembicara ini menjelaskan mengenai topik yang diangkat yaitu dokter layanan primer meliputi peran, dokter layanan primer dalam pandangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), alasan dasar mengapa pelayanan kesehatan primer dan masih banyak lagi.

Dijelaskan oleh dr. Widiyasa bahwa dokter layanan primer dalam perspektif IDI berdiri dalam 6 pilar yaitu sistem upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan dalam hal ini yaitu tenaga kesehatan, sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan, menajemen dan informasi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Pengaplikasian dokter layanan primer merupakan hasil adopsi dari konsep dokter keluarga. Dengan kata lain, dokter layanan primer mempunyai peran sebagai gate keeper.

Pengaplikasian dokter layanan primer dikatakan bahwa sejauh ini belum berjalan. Alasan kenapa dokter layanan primer bisa ada dalam program peningkatan kesehatan masyarakat karena pertama profesi menjadi dokter umum dikatakan hanya sedikit yang mau memberikan layanan primer, kedua kesehatan primer dapat diisi oleh dokter khusus layanan primer, dan ketiga dokter layanan primer akan ditugaskan di daerah terpencil. Pada poin ketiga merupakan salah satu poin yang membuat sebagian profesi khususnya yang masih menjalani perkuliahan menjadi enggan bahkan ragu diakibatkan oleh penempatan tempat kerjanya yang didaerah terpencil.

Dikatakan juga bahwa dokter layanan primer bukanlah merupakan profesi spesialis, melainkan setara spesialis. Dokter layanan primer dalam pandangan IDI dimana dalam perspektif untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan, IDI sepakat bahwa pasien harus diberikan pelayanan primer dan dokter primer sebagai gate keeper. Dalam pandangan IDI juga dijelaskan bahwa kapasitas kampus terkadang tidak sejalan dengan dokter yang ada yang akan melalui proses pendidikan menjadi dokter layanan primer, kualitas internship ditingkatkan, uji kompetensi dalam hal ini masih rancu antara institusi pendidikan dengan organisasi profesi, serta lapangan kerja yang pasti serta penghasilan yang sesuai.

Pembicara I pada forum diskusi mengenai dokter layanan primer menekankan pada mutu pelayanan kesehatan primer agar lebih ditingkatkan penyediaan tenaga dokter yang berkompeten, konsep dokter layanan primer agar disinergikan dengan regulasi lain yang mengatur tentang dokter, pendidikan dokter layanan primer agar mempertimbangkan beberapa aspek agar tidak memunculkan polemik dimasyarakat, dan yang terakhir keberadaan dokter layanan primer diharapkan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tanpa mengurangi kesejahteraan dokter itu sendiri.

Lain halnya dengan pemicara kedua menjelaskan mengenai filosofi dokter itu sendiri yaitu bukan masalah gaji tapi bagaimana seorang dokter bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat itu sendiri. Dikatakan juga bahwa dokter layanan primer merupakan dokter yang memiliki kompetensi dalam bidang ilmu kedokteran keluarga yang diperoleh melalui proses pendidikan kedokteran lanjut yang terstruktur.

Dasar mengapa pelayanan kesehatan primer menjadi penting yaitu dokter layanan primer menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan, titik berat pelayanan kesehatan primer adalah promosi dan preventif, keberhasilan pelayanan kesehatan primer akan mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, dimana akan mengurangi jumlah pasien yang dirujuk, mengurangi biaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif, pelaksanaan pelayan kesehatan primer di daerah yang baik akan mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Pada forum diskusi dokter layanan primer ISMKI wilayah 4 ini lebih menekankan apabila nanti telah benar-benar diaplikasikan dokter layanan primer ini semata-mata untuk meningkatkan kualitas pelayanan di pelayanan primer dimana output dokter yang diharapkan yaitu dokter yang berkompeten dan profesional.

Jalannya diskusi pada forum diskusi DLP

Jalannya diskusi pada forum diskusi DLP

@RahayuWinda
@WicitraWinansari

Tinggalkan komentar