Home » FK Unud » FORMA (Forum Mahasiswa) II, “Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan yang Kuat atau Sebaliknya?”

FORMA (Forum Mahasiswa) II, “Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan yang Kuat atau Sebaliknya?”

Forum Mahasiswa II Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan yang Kuat atau sebaliknya

Forum Mahasiswa II Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan yang Kuat atau sebaliknya

Salah satu acara bergengsi di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, FORMA II yaitu Forum Mahasiswa II kembali hadir dengan mengangkat tema “Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan yang Kuat atau Sebaliknya?”. FORMA sendiri  merupakan salah satu program kerja dari BEM FK Unud Departemen Kajian Strategis dan Advokasi  yang mana program ini sebagian besar membahas isu-isu kesehatan untuk kemudian didiskusikan dengan pengampu kebijakan atau stakeholderi terkait. FORMA dalam satu periode kepengurusan BEM dilaksanakan 2 kali. FORMA pertama membahas mengenai kawasan tanpa rokok di Unud, dengan turut mengundang pihak rektorat sebagai  stakeholder terkait. Sedangkan menurut Darsana, ketua panitia FORMA II, di tahun ini mengangkat topik tentang pelayanan kesehatan khsusunya di Bali, jadi pembicara yang turut dilibatkan sebagai stakeholder yaitu dari dinas kesehatan provinsi Bali. Acara FORMA kali ini berhalangan dihadiri oleh kepala dinas yang kemudian diwakili oleh bidang pelayanan masyarakat.

Tema FORMA II kali ini diambil setelah diskusi dengan SC (steering committee) kegiatan. Selain itu juga, hal yang melatarbelakangi diangkatnya tema ini yaitu berkaca dari rencana menteri kesehatan dalam kurun wktu dari tahun 2015-2019 yang mana salah satunya yaitu penguatan pelayanan kesehatan. Jadi FORMA ini diharpkan mampu untuk menjadi media yang memberikan ide atau gagasan agar pelayanan dasar atau primer kesehatan lebih baik.

Kenapa FORMA harus diadakan? FORMA diadakan sebagai wadah aspirasi  mahasiswa untuk memberikan rekomendasi dan solusi kepada dinas kesehatan terkait bagaimana sih yang diharapkan oleh mahasiswa terkait peningkatan pelayanan kesehatan primer karena mahasiswa juga bagian dari masyarakat dan berharap agar solusi yang ditawarkan bisa diterima dan diterapkan. Peserta yang terlbat dalam FORMA II berasal dari 6 prodi dari angkatan 2013-2016 dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 230an orang dan panitia yang terlibat sekitar 35 orang yang diambil dari angkatan 2015.

Menurut I Wayan Darsana, mahasiswa IKM 2015 selaku ketua panitia FORMA II menuturkan sebelum acara FORMA dilakukan sebelumnya sudah ada runtutan kegiatan berupa pembuatan kajian strategis terkait topik kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi pada tanggal 21 November 2016 bersama seluruh ketua HM yang membahas tentang rekomendasi apa yang akan diberikan ke dinas kesehatan. Ada 8 rekomendasi yang diajukan, poin utamanya yaitu memberikan intervensi kepada dinas kesehatan agar puskesmas dan fasilitas diperbaiki serta tenaga kesehatan ditambah jumlahnya. Tahapan selanjutnya yaitu diadakannya FORMA untuk menampung aspirasi para mahasiswa yang kemudian menghasilkan rekomendasi untuk diajukan ke dinas kesehatan.

Acara FORMA II ini diawali dengan pemaparan kastrat oleh ketua panitia kemudian pemaparan oleh dinas kesehatan dan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi sehingga didapatkan solusi-solusi terkait pelayanan kesehatan agar lebih baik. Ketua panitia berpesan agar kedepannya  program kerja Departemen Kajian Strategis dan Advokasi  ini trus dilanjutkankarena mampu sebagai media penyamapaian aspirasi mahasiswa dan sebagai cara menyalurkan apa harapan dan keinginaan mahasiswa yang ingin dicapai lewat forma ini. (tika)

Tinggalkan komentar